Kisi-kisi Soal UTS dan UAS Elektronika Beserta Jawaban

SOAL A 1) Berikut ini yang termasuk komponen elektronika dengan jenis komponen pasif yaitu ....

Kisi-kisi Soal UTS dan UAS Sistem Terdistribusi Beserta Jawaban

SOAL A 1. Berikut ini yang merupakan karakteristik dari definisi sistem terdistribusi adalah ....

Remove Bios Password and Harddissk (HDD) Laptop

I think to remove the bios password on an average PC is already can, although without having to memorize the password. the system jumpers or removing battery bios. ever see a supervisor, admin, system, HDD, bios, setup password?

Memperbaiki Kick Starter Motor Matic

Motor Matic is a motor that is the easiest to use and most in our homeland. please note that the motor also takes care of very sensitive, just like a computer that also takes care of sensitive anyway.

Gejala Kerusakan Mesin Air Submersible Metabo

Mesin Air Submersible atau yang sering disebut kebanyakan orang (satelit) ini sangat bagus, dengan sistemnya yang canggih dan fleksible. tipe mesin yang berbasis kerja di dalam tanah dan hanya menggunakan satu pipa ini, sangat berguna untuk anda yang memiliki banyak lumpur atau air kuning setelah pengeboran.

16 December 2009

Rad Blaster mini boombox plays tunes and stores files

Dec. 15, 2009 (2:42 pm) By: Doug Osborne
Rad Blaster (550 x 413)
It is often said that good things come in small packages. Take for example this little gem of a device called the Rad Blaster. Indeed, it looks like a toy boombox you might find at the bottom of a cereal box or kid’s meal. But don’t let its diminutive size fool you. This gadget is actually a MP3 player and is chock full with features to help you take and make your music on the go.
Loaded with a 1 inch (128×64) color OLED screen, built-in high quality speakers and a 3.5mm earphone jack, the Rad Blaster can play most audio formats like MP3, WMA, WAV, FLAC, APE along with AAC. And to make the music sound even better, the boombox even features multiple playback modes as well as 7 EQ settings to get the most out of your tunes.
Loading files onto the boombox is a breeze. Just detach the right speaker and it serves a 2GB Flash drive that you can use to store music or other files. Also – if you ever feel the need to bust out a few rhymes, the Rad Blaster has you covered with a built-in microphone and record switch to help save those lyrics for a later time.
rad blaster 2 (550 x 415)
All this in a rechargeable device that can hang easily from a necklace that is even included with the kit. The Rad Blaster is portable, fun looking, functional and also fashionable. What more could you want in a unique MP-3 player?
They are available now from SubUrban Toys for just $59.99
Read more at Rad Blaster.
Share:

Toshiba debuts 64GB flash chip: A 128GB iPod touch and 256GB Apple tablet come to mind

Dec. 15, 2009 (12:41 pm) By: Christian Zibreg
Toshiba 64GB NAND flash moduleA new chip offers twofold storage increase, paving the way for a 128GB iPod touch, and a capacious flash-based Apple tablet.
Toshiba has launched a new 64GB embedded NAND flash memory module this morning, the highest capacity yet achieved in the industry. The semiconductor giant advertised the new chip as a flagship product of its lineup consisting of six embedded NAND flash memory modules that offer full compliance with the latest e•MMC standard and its new features, including defining multiple storage areas and enhanced security.
The entire lineup includes chips in densities ranging from 2GB to 64GB. The top-of-the-line 64GB module will enter mass production in the first quarter of 2010, but samples are available today, Toshiba said. The new chips have been engineered by combining multiple 32nm NAND units on a single die that also includes a dedicated controller. Toshiba beat the industry by combining sixteen 4GB NAND units on a single die to achieve 64GB capacity of the flagship chip. The company pitched its new lineup to smartphones, mobile phones, netbooks, and digital video cameras.
Read more in Toshiba’s press release.

Christian’s Opinion

This interesting development almost guarantees a 64GB iPhone 3GS and 128GB iPod touch upgrade in the near future. Apple is almost certainly going to use its buying power to prepay for the whole output of Toshiba’s 64GB chip in order to create artificial shortages and get the best price. Such a practice has put Apple at odds with the flash memory makers who accuse the Californian firm of manipulating the market to its own advantage. Apple is consuming an estimated 25 percent of the world’s flash memory.
iPod touch (3G): Gaming (two angled units)On the other hand, Apple’s huge appetite for NAND flash chips has enabled the company to upgrade its portable products with twice the storage for the same price. Whichever way you look at it, the iPhone and iPod touch should once again beat rival gizmos on storage for a limited time. A possible 128GB iPod touch will be a milestone upgrade because it’ll put the touch-based music player dangerously close to the 160GB hard drive-based iPod classic. Apple currently employs two 32GB NAND flash modules in its 64GB iPod Touch. If a 128GB NAND flash module becomes a reality the next year, it could easily mark the end of the line for the iPod classic.
Toshiba’s 64GB chip is also a natural fit for Apple’s rumored tablet that will need spacious storage to accommodate your iTunes library. I’m only speculating here, but utilizing four or eight 64GB NAND chips would theoretically enable Apple to offer two tablet versions – 256GB and 512GB. Note that Apple ordered half a billion dollars worth of NAND chips from Toshiba earlier this year. The research firm iSuppli recently predicted an estimated sixfold increase in the NAND flash demand between 2008 and 2013, the spike mostly contributed to the iPhone. The company estimated global revenue from sales of NAND chips for mobile phones to reach nearly $1 billion by 2013. Besides Toshiba, Apple buys NAND flash modules from multiple vendors, including Samsung, the world’s leading NAND flash manufacturer, Hynix (#3 flash chip maker), and others.
Share:

12 December 2009

Remote Desktop

Remote Desktop?
Kurang lebih berarti desktop jarak jauh, yaitu desktop yang sebenarnya bukan desktop komputer yang sedang kita operasikan. Melainkan desktop dari komputer lain. Di ubuntu kita bisa bekerja secara remote, misalnya ada beberapa kerjaan  yang waktunya bentrok tapi harus kita kerjakan. Baik itu sesama ubuntu / linux maupun dengan winxxx. Daripada kita harus mondar-mandir kesana-kemari lebih baik kita gunakan fasilitas remote desktop ini.

Contoh :

1. Ubuntu vs winxxx.

Kita ingin menginstall browser firefox di laptop / komputer lain yang kebetulan ber OS winxxx, sedangkan kita sendiri sedang ada kerjaan dengan ubuntu kita. Nah daripada kita harus berpindah tempat, ga ada salahnya kita bekerja secara remote. Caranya cukup simpel.

Di terminal / shell ubuntu ( Application, Accessories, Terminal ) kita ketikkan perintah berikut, rdesktop [ip komputer target] :

rdesktop 192.168.1.100





maka kita akan dibawa pada jendela login winxxx dalam desktop kita dan diminta untuk menuliskan user dan password yang sah, sesuai dengan user dan password pada komputer remote. Oia Jo.. rdesktop ini suport warna 16 bit, jadi kalau kita setingan warna menggunakan 32 bit, maka secara otomatis akan di degradasi ke mode 16 bit, so jangan heran kalau untuk beberapa tampilan akan mengalami penurunan kualitas grafik, tapi tidak sampai fatal, karena masih nyaman untuk dilihat oleh mata kita. Liat tuh di atas ada view gambarnya ;) remote desktop yang tampil dalam desktop local kita.

Tapi untuk itu kita harus mengaktifkan setingan remote di winxxx nya. Klik kanan My Computer, pilih Properties, pilih Remote. Disana carilah Kalimat ini " Allow users to connect remotely to this computer" check listlah, pilih Apply dan OK. Untuk setingan lainnya silakan liat-liat pada menu yang ada disana. hehe..y

2. Ubuntu vs Ubuntu
Pada dasarnya sama dengan winxxx, kita seting dulu komputer target, supaya mengijinkan Remote Desktop. System, Preference, Remote Desktop. Maka kita akan menuju Remote Desktop Preference. Disana pilihlah pengaturan sebagai berikut :
Sharing :
  • Allow other users to view your desktop, artinya kita mengijinkan user lain untuk melihat desktop kita.

  • Allow other user to control your desktop, artinya kalau kita aktifkan ini, maka user lain bisa mengontrol desktop kita secara remote. Kalau tidak kita pilih yang ini tapi cuma milih yang atas, maka user lain hanya diijinkan untuk melihat desktop kita secara remote tanpa bisa mengendalikannya. Ya jadi penonton ajah...




Security :

  • Require the user to enter this password : isikanlah password untuk bisa me-remote view desktop kita, sehingga kalau ada user yangmencobanya tanpa mengisi passwordnya maka dia tidak akan bisa, meskipun dari siang sampai subuh!!! hehey... Artinya orang-orang tertentulah yang bisa mengisikannya dan umumnya dia mendapatkannya dari kita / user bersangkutan.
Notification Area :

  • Always display an icon, artinya di desktop akan selalu muncul icon remote viewer, meski tidak ada user remote yang sedang aktif
  • Only  display an icon when there is someone connected, maksudnya adalah apabila ada user lain yang mencoba melihat atau mengendalikan desktop kita, maka di layar kita akan muncul adanya icon notifikasi yang menunjukkan bahwa sedang ada user lain yang melihat / mengontrol desktop kita
  • Never display an icon, kalau kita memilih ini, maka manakala ada user lain yang melihat desktop kita maka kita kitak mengetahuinya karena tidak ada icon yang menunjukkan desktop kita sedang di "sabot"
Untuk bisa melihat  desktop  komputer target secara remote, maka dari komputer kita klik Applications, Internet, Remote Desktop Viewer, kurang lebih view nya seperti ini Jo...





Share:

11 December 2009

Dual OS Win & Ubuntu :: Catatan Ringan

Sebetulnya ini udah bukan barang baru, tp cos ada yg nanyain gimana caranya bikin dual os dalam 1 komputer jadi g salah kalau saiah tjoba untuk sedikit mengingat kembali, step bae by step nya ;).


Salah satu alasan kita membuat sistem yang dual os adalah karena masih adanya ketergantungan pada salah satu os, sedangkan untuk sekedar mencoba linux dengan live cd dirasa kurang ngehh.. Jadi satu jalan diambil yakni dengan dual os ini. Meski sebenarnya bisa saja kita menginstall program virtualisasi  didalam win ataupun linux kita dengan bermacam program virtualisasi seperti vmware maupun virtualbox.
Teknisnya gini Jo.. 
  1. Win nya sebaiknya sudah terinstall, sebab kalau kita menginstall ubuntu duluan, maka grub ( boot loader untuk linux )  akan dihapus / ditimpa dengan mbr ( master boor record ) nya windows.
  2. Cek dulu CPU kita, apakah memungkinkan untuk nancepin os ( disini dia minta ubuntu ) baru. Artinya kita liat spek mouse, speaker, keyboard processor, ram dan juga kapasitas hardisknya. Kalau memang space yang tersisa masih besar, maka langsung saja ke no.3
  3. Untuk memudahkan kita dalam menginstall ubuntu sebagai os kedua, bikinlah satu partisi baru di hardisk kita. Gunakanlah program partisi yang mudah kita pahami. Biar ga bingung nanti dalam memilih drive tempat nancepin ubuntu, sebaiknya tuh partisi baru kita, pakai file sistem yang beda dengan yang kita pakai. Misal kalau kita pakai NTFS, maka (misalnya) bikinlah file sistem yang baru dengan FAT ataupun yang lainnya.
  4. Persiapkan CD installer ubuntu, rubahlah setingan di bios komputer untuk bisa boot up dari cdrom. Kalau udah bisa restartlah dan ikuti petunjuknya. Pilih install dan ikuti step berikutnya
  5. Setelah sampai pada bagian tentang partisi, disana kita pilih manual partision dan pilihlah partisi baru ( dengan file sistem yang berbeda tadi ). Bikinlah partisi dengan titik kait "/ " untuk root nya, sebaiknya jangan terlalu besar sizenya ( misal 10 Gb ). Lalu dari sisa space yang ada kita bikin titik kait lainnya untuk home, kecuali kita ingin mengatur besar volume lainnya dan sisakan untuk swap minimal 2 x memori kita. Untuk file sistemnya gunakan ext3 ataupun ext4. Kemudian pilihlah yes pada saat ditanya akan menulis perubahan yang kita lakukan.
  6. Ikuti step selanjutnya seperti nama user dan password, seting network dll. Intinya saat semuanya beres, maka ubuntu akan menjalankan prosesi instalasi, dan akhirnya kita akan ditanya apakan akan menginstall boot loader, pilih yes, tunggu beberapa saat sampai prosesnya selesai yang ditandai dengan keluarnya CD installer, tekan enter dan komputer akan restart sendiri.
  7. Setelah restart, maka seharusnya kita sudah memiliki komputer dengan dual os, well selamat..
Sori Jo.. ga ada visualisasinya, cos ini sekedar catatan ringan ( dari ingatan lagi ) yang tidak dipersiapkan dengan baik.  Tapi kurang lebih begitulah prosesnya untuk kita membangun dual os win & ubuntu  pada komputer kita... ;)
Share:

10 December 2009

Gnome Music Applet

Music Applet adalah Gnome panel applet yang memungkinkan kita untuk dapat mengontrol bermacam musik player dari panel. Music Applet ini memiliki akses tentang informasi lagu yang sedang diputar dan kendali playback ( pemutar ) yang sudah umum pada semua pemutar musik.

Music Applet saat ini telah mendukung beberapa player, diantaranya adalah :
* Amarok
* Audacious
* Banshee
* Exaile
* MPD
* Muine
* Quod Libet

Untuk bisa menginstallnya di ubuntu gunakan perintah berikut :


sudo apt-get install music-applet

Yap, just like that, just waiting sampai prosesi instalasi nya beres, maka otomatis Music Applet akan terinstall di ubuntu kita. Untuk mengaktifkannya, klik kanan pada panel, trus pilih Add to panel maka akan segera keluar window applet seperti di bawah ini, pilihlah Music Applet dan add.



Setelah itu maka dipanel akan muncul Music Applet nya. Seperti ini neh...



Oke Jo.. simple, tapi usefull saat kita lagi runing player yang diminimize, untuk mengoperasikannya tinggal klik tombol playback yang ada.
Share:

Install Chromium Browser Di Ubuntu

Chromium adalah salah satu proyek browser open-source yang bertujuan
untuk menciptakan satu pengalaman web yang lebih aman, lebih cepat dan
stabil bagi semua pengguna internet. Basis kode dari chromium sendiri adalah
google chrome.


Untuk menginstallnya di ubuntu, langkah pertamanya adalah dengan
mengedit file /etc/apt/sources.list menggunakan editor favorit kita.
Misal kita ingin mengeditnya dengan gedit, maka di shell kita tuliskan
perintah berikut :


sudo gedit /etc/apt/sources.list


Jo...
kalau kita diminta password isikanlah password yang diminta itu seperti
biasa ( anggaplah kita sedang di interogasi oleh polantas, apakah kita
memiliki surat-surat kendaraan yang lengkap sesuai dengan aturan yang
berlaku. Dan ini tidak bisa dimanipulasi atau disuap dengan memasukkan
sembarang kode, hehe.. just kidding Jo..). Kemudian masukkan beberapa
baris berikut ini kedalamnya di bagian bawah :

Untuk Ubuntu 9.10 dengan alias Karmic Koala ( karmic )
masukkan dua baris berikut



deb-src http://ppa.launchpad.net/chromium-daily/ppa/ubuntu karmic main





Untuk Ubuntu 9.04 ( Jaunty ) :



deb-src http://ppa.launchpad.net/chromium-daily/ppa/ubuntu jaunty main




Untuk Ubuntu 8.10 ( Intrepid ) :



deb-src http://ppa.launchpad.net/chromium-daily/ppa/ubuntu intrepid main



Setelah beres memasukkan dua baris kode sesuai dengan Ubuntu yang kita gunakan, maka selanjutnya adalah menyimpan file /etc/apt/sources.list tersebut.
Oia.. biar enak, gunakanlah jurus copas, lebih cepat dan mantab!!!

Nah Jo... setelah menyimpan file tersebut dan keluar dari editor
favorit kita, maka langkah selanjutnya yaitu memasukkan kode GPG key
dengan perintah :



sudo apt-key adv --recv-keys --keyserver
keyserver.ubuntu.com  0xfbef0d696de1c72ba5a835fe5a9bf3bb4e5e17b5



Dan Apdet source list kita dengan perintah standar lalu tunggu sampai prosesi updet nya kelar


sudo apt-get update



Finally, install chromium dengan perintah berikut :


sudo apt-get install chromium-browser






Nah, kan beres tuh install nya, sekarang giliran menjalankan chromium nya gimana? Oia ya... gini Jo...

Pilih Applications, Internet, Chromium Web Browser , dus... saat pertama kali kita jalankan maka akan muncul tampilan / konfirmasi yang menanyakan apakah akan menjadikan chromium sebagai web browser default?



Nah yang ini, isi sesuai selera kita, tinggal ngasih tanda centang alias check list aja dan akan mengimport setingan dari browser sebelumnya. Aapabila firefox / mungkin web browser default lainnya sedang runing, kita akan diminta untuk menutupnya terlebih dahulu.



Ya ikutin aja apa maunya.




Share:

Blog Archive