Kisi-kisi Soal UTS dan UAS Elektronika Beserta Jawaban

SOAL A 1) Berikut ini yang termasuk komponen elektronika dengan jenis komponen pasif yaitu ....

Kisi-kisi Soal UTS dan UAS Sistem Terdistribusi Beserta Jawaban

SOAL A 1. Berikut ini yang merupakan karakteristik dari definisi sistem terdistribusi adalah ....

Remove Bios Password and Harddissk (HDD) Laptop

I think to remove the bios password on an average PC is already can, although without having to memorize the password. the system jumpers or removing battery bios. ever see a supervisor, admin, system, HDD, bios, setup password?

Memperbaiki Kick Starter Motor Matic

Motor Matic is a motor that is the easiest to use and most in our homeland. please note that the motor also takes care of very sensitive, just like a computer that also takes care of sensitive anyway.

Gejala Kerusakan Mesin Air Submersible Metabo

Mesin Air Submersible atau yang sering disebut kebanyakan orang (satelit) ini sangat bagus, dengan sistemnya yang canggih dan fleksible. tipe mesin yang berbasis kerja di dalam tanah dan hanya menggunakan satu pipa ini, sangat berguna untuk anda yang memiliki banyak lumpur atau air kuning setelah pengeboran.

Showing posts with label Tajwid. Show all posts
Showing posts with label Tajwid. Show all posts

26 June 2016

Hukum Mad Dalam Membaca AL-Qur'an

Bacaan Mad sebenarnya terbagi menjadi dua bagian yaitu Mad Thobi`i dan Mad Far`i.
Mad Far`i juga terbagi lagi menjadi empat belas macam. Oke langsung saja kita bahas satu persatu hukum bacaan Mad ini beserta contoh bacaannya agar anda lebih faham.

Berikut 15 Macam hukum Bacaan Mad Beserta Contohnya :

1. Mad Thabi’i ( مَدْ طَبِيعِي )

Ketika ada huruf alif ( ا ) letaknya sesudah huruf fathah atau ya’ sukun ( ي ) sesudah kasrah ( ―ِ ) atau wau ( و ) sesudah dhammah ( ―ُ ) maka dihukumi mad thabi’i . Mad artinya panjang , thabi’i artinya : biasa.
Cara kita membacanya harus panjang sampai dua harakat atau disebut satu alif contoh :
كتَا بٌ - يَقُوْلُ – سمِيْعٌ

2. Mad Wajib Muttashil ( مَدْوَاجِبْ مُتَّصِلْ )

Ketika ada huruf mad thabi’i bertemu dgn hamzah ( ء ) di dalam suatu kalimat atau kata. Cara kita membaca ini wajib panjang, panjangnya sekitar 5 harakat atau 2 setengah kali mad thabi’i ( dua setengah alif ).
Contoh :
سَوَآءٌ - جَآءَ - جِيْءَ

3. Mad Jaiz Munfashil ( مَدْجَائِزمُنْفَصِلْ)

Ketika ada huruf mad thabi’i bertemu dgn hamzah (ء ) akan tetapi hamzah itu pada lain kalimat . Jaiz artinya : boleh . Munfashil artinya terpisah .
Cara kita membaca ini boleh seperti mad wajib muttashil, dan boleh seperti mad thobi’i saja .
Contoh :
وَﻻَأنْتُمْ بِمَا أُنْزِلَ

4. Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi ( مَدْﻻَزِمْ مُثَقَّلْ كِلْمِي )

Ketika ada huruf mad thabi’i bertemu dgn tasyid di dalam satu perkataan, maka cara kita membacanya harus panjang selama 3 kali Mad Thabi’i atau 6 harakat.
Contoh :
وَﻻَالضَّآلِّينَ - اَلصّاخَةُ

5. Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi ( مَدْﻻَزِمْ مُخَفَّف كِلْمِي )

Ketika ada huruf mad thobi’I bertemu dgn huruf mati (sukun), maka cara kita membaca ini sepanjang 6 harakat .
Contoh :
آﻻَن

6. Mad Layyin ( مَدْ لَين )

Ketika  ada huruf wau sukun ( و ) atau ya’ sukun ( ي ) sedangkan huruf sebelumnya yaitu berharakat fathah, maka cara kita membacanya sekedar lunak dan lemas .
Contoh :
رَيْبٌ - خَوْفٌ

7. Mad ‘Aridl Lissukun ( مَدْ عارِضْ لِلسُّكوُنِ )

ketika ada huruf waqaf atau tempat pemberhentian membaca sedang sebelum waqaf itu ada Mad Thobi’i atau Mad Lein, maka cara membacanya ada 3 macam :

a. Yang lebih utama dibaca panjang seperti mad wajib muttashil ( 6 harakat ).
b. Yang pertengahan dibaca empat harakat ya’ni du kali mad thobi’i..
c. Yang pendek ya’ni boleh hanya dibaca seperti mad thobi’i biasa .
Contoh :
بَصِيْرٌ خَالِدُوْنَ والنَّاسِ سَمِيْعٌ

8. Mad Shilah Qashirah ( مَدْ صِلَة قَصِيْرَة )

Ketika ada Huruf haa dhamir ( ﻪ ) sedangkan sebelum haa tadi ada huruf hidup (berharakat), maka cara membacanya harus panjang seperti mad thobi’i.
Contoh :
اِنَّهُ كَانَ ﻻَشَرِيْك لَهُ

9. Mad Shilah Thawilah ( مَدْ صِلَة طَََوِيْلَة )

Ketika ada Mad Qashirah bertemu dgn hamzah ( ء ), maka membacanya seperti Mad Jaiz Munfashil .
Contoh :
عِنْدَهُ اِﻻَّبِاذْنِه لَهُ اَخْلَدَهُ

10. Mad ‘ Iwadl ( مَدْ عِوَض )

ketika ada huruf fathahtanwin yang jatuh pada waqaf (pemberhentian) pada akhir kalimat, maka cara membacanya seperti mad thobi’i.
Contoh mad Iwadl :
سَميْعًا بَصيْرًا عَلِِيْمًا حَكِيمًا

11. Mad Badal ( مَدْ بَدَلْ )

ketika ada huruf hamzah ( ) bertemu dengan Mad , maka cara kita membacanya seperti Mad Thobi’i.
Contoh hukum bacaan mad badal :
آدَمَ إيْماَنٌ
Badal artinya ganti. Karena yang sebenarnya huruf mad yang ada tadi asalnya hamzah yang jatuh sukun kemudian diganti menjadi ya atau alif atau wau .
آدَمَ asalnya أَأْدَمَ
ٳِِيْمَان asalnya ٳِِئْمَانٌ

12. Mad Lazim Harfi Musyabba’ ( مَدْ لازِمْ حَرْفِ مُشَبَّع )

Yaitu apabila pada permulaan surat dari Al-Qur’an terdapat salah satu atau lebih Dari antara huruf yang delapan, yaitu
ن - ق – ص – ع – س – ل – ك – م , cara membacanya seperti
Mad Lazim yaitu 6 harakat .
Contoh hukum bacaanmad lazim harfi musyabba’ :
آلم - ن - يس

13. Mad Lazim Harfi Mukhaffaf ( مَدْ لازِم حَرفِ مُخَفَّف )

Yaitu apabila ada permulaan surat dari Al-Qur’an ada terdapat salah satu atau lebih dari antara huruf yang lima yaitu :
ح – ي – ط - ﻫ - ر
Cara bacanya seperti mad thobi’i Contoh :
حم - الم

14. Mad Tamkin ( مَدْ تَمْكِيْن ) Yaitu :

Ketika ada huruf ya’ sukun ( يْ ) yang didahului dengan ya’ yang bertasydid dan harakatnya kasra, dan cara membacanya panjang 1 alif (2 harakat).
Contoh hukum bacaan mad tamkien :
النَبِيّيْنَ - حُييِّيْتُمْ

15. Mad Farq ( مَدْ فَرْق )

Yaitu bertemunya dua hamzah yang satu hamzah istifham dan yang kedua hamzah washol pada lam alif ma’rifat, cara membacanya sepanjang 6 harakat .
Contoh hukum bacaan Mad farq :
قُلْ ءٰاﷲُ اذِنَ لَكُمْ - ءٰٰاﷲُخَيْرٌاَمّايُشْرِكُون - قُلْ ءٰٰالذَّكَرََيْنِ



http://kumpulantajwid.blogspot.com/
Share:

25 June 2016

Waqaf dan Washol Dalam Membaca AL-Qur'an

Waqaf artinya: sebaiknya berhenti

1. وقف لا زم Waqaf Lazim (م) 

Waqaf Lazim tandanya م. Apabila terdapat tanda waqaf lazim, maka cara membacanya adalah harus berhenti.


2. وقف مطلق Waqaf Mutlaq (ط)

Apabila terdapat tanda waqaf Mutlaq, maka lebih utama diwaqafkan atau berhenti pada tanda waqaf tersebut.

3. وقف جا ئز Waqaf Jaiz (ج)

Apabila terdapat tanda waqaf jaiz, maka cara membacanya boleh berhenti dan boleh dilanjutkan dengan kata berikutnya.

4. قف / الوقف Waqaf Mustahab (قيف)

Apabila pada ayat Al Qur'an terdapat tanda waqaf ini, diutamakan berhenti pada kata yang terdapat tanda tersebut.

5. الوقف اولى Waqaf Waqfu Ula (قلى)

Apabila terdapat tanda waqaf ini, diutamakan berhenti pada kata yang terdapat tanda tersebut.

6. معا نقه Waqaf Mu'anaqah (. ۛ.  . ۛ.)

Apabila terdapat tanda waqaf ini, harus berhenti di salah satu dari kedua kelompok titik tiga tersebut, boleh pada yang pertama atau yang kedua.

7. Saktah (سكته)

Apabila terdapat tanda ini, harus berhenti dan diam sejenak tanpa mengambil nafas baru pada kata yang terdapat tanda tersebut. Saktah adalah diam sejenak biar putus & pisah suaranya dengan tanpa berganti nafas.
Di dalam Al-Qur’an Saktah hanya ada 4 tempat, yaitu:
Di dalam surah Al-Muthaffifin, ayat 14.
Di dalam surah Al-Qiyamah, ayat 27.
Di dalam surah Yaasiin, ayat 52.
Di dalam surah Al-Kahfi, ayat 1.


Washol artinya: sebaiknya terus

1. الوقف ممنوع Waqaf Laa Washal (لا)

Apabila terdapat tanda waqaf ini, jangan berhenti dan sebaiknya terus.

2. الوصل اولى Waqaf Waslu Ula (صلى)

Apabila terdapat tanda waqaf ini, cara membacanya adalah lebih utama dilanjutkan dengan kata berikutnya.

3. مجوز الوقف Waqaf Mujawwaz (ز)

Apabila terdapat tanda waqaf ini, diutamakan terus pada kata yang terdapat tanda tersebut, tetapi boleh juga waqof.

4. مر خص الوقف Waqaf Murakhas (ص)

Apabila terdapat tanda waqaf ini, boleh berhenti pada kata yang terdapat tanda tersebut karena darurat yang disebabkan oleh panjangnya ayat atau kehabisan nafas, tetapi diutamakan waslah/terus.

5. قيل هو وقف Waqaf Qobih (ق)

Apabila terdapat tanda waqaf ini, diutamakan terus pada kata yang terdapat tanda tersebut.

http://kumpulantajwid.blogspot.com/
Share:

23 June 2016

Huruf Syamsiyah dan Huruf Qamariyah Dalam Membaca AL-Qur'an

Huruf Syamsiyah dan Qamariyah jumlahnya sama yaitu masing-masing ada 14 huruf.

1. Huruf Syamsiyah

Apabila ada  ال bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah yang berjumlah 14, yaitu:
 ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ل ن

Contoh:


 وَالتِّيْنِ         اَلدُّ نْيَا         وَالشَّمْسِ           النِّعْمَةِ


2. Huruf Qamariyah

Apabila ada ال   bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah yang berjumlah 14, yaitu:
 ب ج ح خ ع غ ف ق ك م و ﻫ ء ي

Contoh:

 اَلْجُمُعَةُ           اَلْخَيْرُ           اَلْفِيْلُ            اَلْكَبِيْرُ


http://kumpulantajwid.blogspot.com/
Share:

22 June 2016

Hukum Ro Dalam Membaca AL-Qur'an

Hukum Ro terdapat dua bagian, yaitu:

1. Ro yang dibaca Tafkhim

Ciri-ciri:
1.Ro fathah, Ro fathah tanwin.
2.Ro dhummah, Ro dhummah tanwin.
3.Ro sukun didahului fathah atau dhummah.
4.Ro sukun didahului kasrah ada hamzah washal.
5.Ro sukun didahului kasrah bertemu huruf isti’la’.
Contoh:


 a)            رَ- رًا        رَبَّنَا                  خَيْرًا 

b)           رُ- رٌ          رُوَيْدًا                كَبِيْرٌ 

c)           _ُ  _ْ         اَرْ سَلَ              قُرْ ا نٌ_َ  

d)           ا رْ        اَ مِرْ تَا بُوْا         اِ رْ جِعُوْا_ِ  

e)           رْ – خ ص ض ط ظ غ ق      مِرْ صَا دٌ         قِرْ طَا سٌ_ِ 


2. Ro yang dibaca Tarqiq

Ciri-ciri:
 a)      Ro kasrah, Ro kasrah tanwin.
 b)      Ro sukun didahului kasrah.
 c)      Ro hidup didahului Ya dibaca waqaf.
 Contoh:

 a)      رِ- رٍ         رِجْسٌ            خُسْرٍ 

b)       رْ         فِرْ عَوْ نَ        فَكَبِّرْ_ِ  c)      ي  ُِ ر ٌٍ    خَيْرٌ              بَصِيْرٍ_َِ 


http://kumpulantajwid.blogspot.com/
Share:

Idzhar Wajib Dalam Membaca AL-Qur'an

Dinamakan Idzhar Wajib apabila terdapat huruf Nun sukun atau Tanwin bertemu huruf 
YA atau WAWU dalam satu kalimat (biasanya berada dalam tengah kalimat). 
Cara membacanya: terang atau jelas. 
Di dalam Al-Qur’an bacaan Idzhar Wajib ini hanya ada 4, yaitu:

اَلدُّ نْيَا              بُنْيَانٌ

                 صِنْوَانٌ              قِنْوَانٌ



Share:

Hukum Mim Sukun (mati) Dalam Membaca AL-Qur'an

Hukum Mim sukun 
مْ

dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

1. Idghom Mitslain (Idghom Mimi)

Artinya: apabila ada Mim sukun bertemu dengan Mim dengan harakat (  مَ , مِ , مُ ). Dinamakan Mitslain karena terjadinya pertemuan dua huruf yang makhraj dan sifatnya sama persis (identik), tapi “dikhususkan” hanya untuk huruf Mim Sukun bertemu Mim Berharakat.  Selain dari huruf Mim tersebut, maka yang berlaku untuk pertemuan 2 huruf yang sama (Sukun dan Berharakat) adalah Hukum Idgham Mutamasilain dan Hukum Mad Tamkin.
Contoh:

كُنْتُمْ مُسْلِمِيْنَ ( مْ – م )

2. Ikhfa Syafawi

Artinya: apabila ada Mim sukun bertemu dengan Ba’
 Contoh:

 تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ ( مْ – ب )

3. Idzhar Syafawi

Artinya: apabila ada Mim sukun bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah selain Mim dan Ba’
 Contoh:

 هُمْ نَا ئِمُوْنَ ( مْ – ن )                   اَمْ لَمْ تُنْدِ رْ هُمْ ( مْ – ت )



http://kumpulantajwid.blogspot.com/
Share:

Hukum Bacaan Ghunnah Musyaddadah Dalam Membaca AL-Qur'an

Ghunnah memiliki arti mendengung. Musyaddadah artinya bertasydid
Hal menunjukkan bahwa setiap ada huruf Hijaiyah yaitu Nun atau Mim yang bertasydid
ّ  = نّ  مّ




maka hukum bacaannya dinamakan Ghunnah jadi harus mendengung.
Contoh:


اِ نَّ        innna

ثُمَّ         Tsummma

اِ نَّمَا       فَلَمَّا


http://kumpulantajwid.blogspot.com/
Share:

21 June 2016

Hukum Lafadz Allah Dalam Membaca AL-Qur'an

Hukum lafadz Allah dibagi dua bagian, yaitu:

1. Dibaca Tafkhim

Tafkhim menurut bahasa, berarti menebalkan. Menurut istilah tajwid, gambaran tentang tebalnya bunyi huruf, seakan-akan bunyi tersebut bagaikan memenuhi semua rongga mulut. Dibaca Tafkhim apabila sebelum lafadz Allah didahului harakat fathah atau dhommah.
Contoh:

 وَاللهُ           نَصْرُ اللهِ


2. Dibaca Tarqiq

Tarqiq adalah lawan Tafkhim yaitu menipiskan suara. Dibaca Tarqiq apabila sebelum lafadz Allah didahului harakat kasroh.
Contoh:

 بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمنِ ا لرَّ حِيْمِ


http://kumpulantajwid.blogspot.com/
Share:

Hukum Idghom Dalam Membaca AL-Qur'an

Hukum Idghom dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

1. Idghom Mutamatsilain

melebur dua huruf yang sama atau dengan kata lain yaitu pertemuan dua huruf yang sama sifat dan makhrajnya (tempat keluarnya). Seperti huruf:

dal bertemu dal     دْ + د

ba bertemu ba     بْ + ب

Contoh:

قَدْ دَخَلُوْا = قَدَّخَلُوْااِضْرِبْ بِعَصَاكَ = اِضْرِبِّعَصَاكَ اِضْرِ بْ بِعَصَا كَ ( بْ – بِ )


2. Idghom Mutajanisain

yang sejenis dengan kata lain adalah pertemuan dua huruf yang sama makhrajnya tetapi tidak sama sifatnya seperti 
TA sukun bertemu THA       تْ - ط
THA sukun bertemu TA       طْ - ت
TA sukun bertemu DAL       تْ - د
DAL sukun bertemu TA       دْ - ت
LAM sukun bertemu RA       لْ - ر
DZAL sukun bertemu ZHO  ذْ - ظ
Contoh:

(تْ - ط )   قَالَتْ طَا ئِفَة ٌ         ( طْ - ت )  لَئِنْ بَسَطْتَ

           ( تْ - د )  اَثْقَلَتْ دَ عَوَا( دْ - ت )   قَدْ تَبَيَّنَ  

( لْ - ر )  قُلْ رَبِّ                  ( ذْ - ظ )   اِذْ ظَلَمُوْا


3. Idghom Mutaqorribain

yang hampir maksudnya adalah pertemuan dua huruf yang berhampiran sifat dan makhrajnya seperti
BA bertemu MIM                بْ- م
QAF bertemu KAF            قْ- ك
TSA bertemu DZAL          ثْ- ذ
Contoh:

 ( ثْ- ذ )  يَلْهَثْ ذ لِكَ          dibaca  يَلْهَذَّلِكَ

          ( قْ- ك )  اَلَمْ نَخْلُقْكُمْ dibaca   أَلمَ ْنَخْلُكُّمْ

            ( بْ- م ) ارْ كَبْ مَعَنَاdibaca  اِرْكَمَّعَنَا



Share:

20 June 2016

Hukum Qalqalah Dalam Membaca AL-Qur'an

Secara bahasa Qalqalah artinya gerak, getaran suara, memantul. Sedangkan Qalqalah secara istilah adalah membunyikan dengan suara yang berlebih dari makhraj hurufnya. Huruf Qalqalah ada lima, yaitu:
 ق ط ب ج د   biasa disingkat dengan bunyi   قَطْبُ جَدٍّ
atau bisa juga disebut dengan BA JU DI TO KO 

Contoh:
 ق- يَقْرَأُ          ط- يَطْهَرُ           ب- يَبْخَلُ
           ج- يَجْعَلُ           د- يَدْ خُلُ

Qalqalah dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

1. Qalqalah Sughra

Huruf Qalqalah yang matinya atau sukun pada kata asalnya (Biasanya terletak di tengah-tengah kata).
Contoh:
يَبْخَلُ             يَقْرَأُ

2. Qalqalah Kubra

Huruf Qalqalah yang matinya karena dihentikan atau diwaqafkan dan berada pada akhir kata..
Contoh:

خَلَقَdibaca خَلَقْ         Kholaqqq

 اَحَدٌ dibaca اَحَدْ         Ahaddd


http://kumpulantajwid.blogspot.com/
Share:

Hukum Nun Sukun (mati) atau Tanwin Bertemu Huruf Hijaiyah Dalam Membaca AL-Qur'an


Nun sukun atau Tanwin

 نْ / ً  ٍ  ٌ 

Hukum yang paling dasar ini merupakan hukum yang paling awal diajarkan dalam ilmu Tajwid. Adapun hukum Nun sukun atau Tanwin dibagi menjadi 4 macam, yaitu:


1. Idzhar Halqi


Idzhar berarti jelas atau terang tanpa adanya dengungan ataupun samar-samar. Apabila ada Nun sukun atau Tanwin bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah yang berjumlah 6 huruf maka hukum bacanya harus jelas atau terang. 6 huruf tersebut adalah:



أ ح خ ع غ ﻫ 


Contoh:

Kufuwan Ahad       كُفُوًا اَحَدٌ ( _ً – ا)

Min Haitsu     مِنْ حَيْثُ ( نْ – ح )

       مَنْ خَفَّتْ ( نْ – خ ) خُلُقٍ عَظِيْمٍ ( ٍ – ع )

    قَوْ مًا غَيْرَ كُمْ ( _ً -غ)     لَكُمُ اْلاَ نْهَا َر ( نْ – ﻫ )



2. Idghom

Idghom dalam hukum Nun sukun atau Tanwin dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:
a. Idghom Bighunnah yang berarti memasukkan dengan mendengung. Apabila ada Nun sukun atau Tanwin bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah yang berjumlah 4 huruf maka dibacanya harus dimasukkan dengan huruf 4 tersebut dengan mendengung. 4 huruf tersebut adalah:

ن م وي

Contoh:

Mayyaqulu          مَنْ يَّقُوْلُ ( نْ- ي )

 Falannaziidakum      فَلَنْ نَّزِيْدَكُمْ ( نْ- ن )

فَتْحًا مُّبِيْنًا ( _ً  – م)           مِنْ وَّرَائِهِمْ ( نْ- و )


b. Idghom Bilaghunnah yang berarti memasukkan dengan tanpa mendengung.
Apabila ada Nun sukun atau Tanwin bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah yang berjumlah 2 huruf maka dibacanya harus dimasukkan dengan huruf 2 tersebut dengan tanpa mendengung. 2 huruf tersebut adalah:

ل ر


Contoh:

            Milladunka                 مِنْ لَّدُ نْكَ ( نْ- ل )

    Ghofururrohiim             غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ( _ٌ – ر)



3. Iqlab


Iqlab berarti Menukar atau membalikkan. Apabila ada Nun sukun atau Tanwin bertemu dengan hanya satu huruf hijaiyah maka dibacanya ditukar dengan mim. Huruf tersebut adalah:

ب


 Contoh:

       MamBakhila       مَنْ بَخِلَ ( نْ – ب)

             AwaanumBaina    عَوَا نٌ بَيْنَ ( _ٌ – ب)



4. Ikhfa

Ikhfa berarti samar-samar. Apabila ada Nun sukun atau Tanwin bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah yang berjumlah 15 huruf  maka dibacanya menjadi samar. 15 huruf tersebut adalah:

 ت ث ج د ذ ز س ش ص ض ط ظ ف ق ك


 Contoh:

            Mingtahtihaa        مِنْ تَحْتِهَا ( نْ – ت)

       Maa angtsajaaja      مَاءً ثَجَا جًا ( _ً – ث)

    Angjainaakum        اَنْجَيْنَا كُمْ ( نْ – ج )

 قِنْوَانٌ دَانِيَةٍ ( _ٌ – د)         مَنْ ذَالَّذِ يْ ( نْ – ذ)            يَوْمَئِذٍ زُرْقًا ( ٍ – ز )

اِنَّ اْلاِ نْسَا نَ ( نْ – س )    عَذَا بٌ شَدِ يْدٌ ( _ٌ – ش)   قَوْ مًا صَا لِحِيْنَ ( _ً – ص)

مُسْفِرَ ةٌ ضَا حِكَةٌ ( _ٌ – ض)    وَمَا يَنْطِقُ ( نْ – ط)        عَنْ ظُهُوْرِهِمْ ( نْ – ظ)

 عُمْيٌ فَهُمْ ( _ٌ – ف)       رِزْقًا قَا لُوْا ( _ً – ق)      مَنْ كَا نَ يَرْجُوْا ( نْ – ك)


semoga dapat membantu dalam membaca AL Qur'an



=================================================================

Nun sukun or Tanwin

 نْ / ً  ٍ  ٌ 


The most basic law this is the earliest law taught in science of Recitation. As for the legal Nun sukun or Tanwin is divided into 4 kinds, namely:

1. Idzhar Halqi


Idzhar means clear or light without any buzz or vague. If there is a Nun sukun or Tanwin met with one of the letters Alif that add up to 6 letters then the law should be clear or light reading. 6 letters are:

أ ح خ ع غ ﻫ 

Example:

Kufuwan Ahad       كُفُوًا اَحَدٌ ( _ً – ا)

Min Haitsu     مِنْ حَيْثُ ( نْ – ح )

       مَنْ خَفَّتْ ( نْ – خ ) خُلُقٍ عَظِيْمٍ ( ٍ – ع )

    قَوْ مًا غَيْرَ كُمْ ( _ً -غ)     لَكُمُ اْلاَ نْهَا َر ( نْ – ﻫ )



2. Idghom

Idghom in law Nun sukun or Tanwin is divided into 2 parts, namely:
a. Idghom Bighunnah which means entering with buzzing. If there is a Nun sukun or Tanwin met with one of the letters Alif totalling 4 letter then he should be included with the 4 letters with buzzing. 4 letters are:

ن م وي

Example:

Mayyaqulu          مَنْ يَّقُوْلُ ( نْ- ي )

 Falannaziidakum      فَلَنْ نَّزِيْدَكُمْ ( نْ- ن )

فَتْحًا مُّبِيْنًا ( _ً  – م)           مِنْ وَّرَائِهِمْ ( نْ- و )


b. Idghom Bilaghunnah which means entering with no buzzing.
If there is a Nun sukun or Tanwin met with one of the letters Alif of 2 letters then he should be included with the letter 2 with without buzzing. 2 letters are:

ل ر


Example:

            Milladunka                 مِنْ لَّدُ نْكَ ( نْ- ل )

    Ghofururrohiim             غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ( _ٌ – ر)



3. Iqlab


Iqlab means altered or reversed. If there is a Nun sukun or Tanwin met with only one letter Alif then she exchanged with mim. Those letters are:

ب


 Example:

       MamBakhila       مَنْ بَخِلَ ( نْ – ب)

             AwaanumBaina    عَوَا نٌ بَيْنَ ( _ٌ – ب)



4. Ikhfa

Ikhfa means is vague. If there is a Nun sukun or Tanwin met with one of the letters Alif that add up to 15 letters then he becomes vague. 15 letters are:

 ت ث ج د ذ ز س ش ص ض ط ظ ف ق ك


 Example:

            Mingtahtihaa        مِنْ تَحْتِهَا ( نْ – ت)

       Maa angtsajaaja      مَاءً ثَجَا جًا ( _ً – ث)

    Angjainaakum        اَنْجَيْنَا كُمْ ( نْ – ج )

 قِنْوَانٌ دَانِيَةٍ ( _ٌ – د)         مَنْ ذَالَّذِ يْ ( نْ – ذ)            يَوْمَئِذٍ زُرْقًا ( ٍ – ز )

اِنَّ اْلاِ نْسَا نَ ( نْ – س )    عَذَا بٌ شَدِ يْدٌ ( _ٌ – ش)   قَوْ مًا صَا لِحِيْنَ ( _ً – ص)

مُسْفِرَ ةٌ ضَا حِكَةٌ ( _ٌ – ض)    وَمَا يَنْطِقُ ( نْ – ط)        عَنْ ظُهُوْرِهِمْ ( نْ – ظ)

 عُمْيٌ فَهُمْ ( _ٌ – ف)       رِزْقًا قَا لُوْا ( _ً – ق)      مَنْ كَا نَ يَرْجُوْا ( نْ – ك)



may be helpful in reading AL Qur'an
http://kumpulantajwid.blogspot.com/
Share:

Blog Archive