Kisi-kisi Soal UTS dan UAS Elektronika Beserta Jawaban

SOAL A 1) Berikut ini yang termasuk komponen elektronika dengan jenis komponen pasif yaitu ....

Kisi-kisi Soal UTS dan UAS Sistem Terdistribusi Beserta Jawaban

SOAL A 1. Berikut ini yang merupakan karakteristik dari definisi sistem terdistribusi adalah ....

Remove Bios Password and Harddissk (HDD) Laptop

I think to remove the bios password on an average PC is already can, although without having to memorize the password. the system jumpers or removing battery bios. ever see a supervisor, admin, system, HDD, bios, setup password?

Memperbaiki Kick Starter Motor Matic

Motor Matic is a motor that is the easiest to use and most in our homeland. please note that the motor also takes care of very sensitive, just like a computer that also takes care of sensitive anyway.

Gejala Kerusakan Mesin Air Submersible Metabo

Mesin Air Submersible atau yang sering disebut kebanyakan orang (satelit) ini sangat bagus, dengan sistemnya yang canggih dan fleksible. tipe mesin yang berbasis kerja di dalam tanah dan hanya menggunakan satu pipa ini, sangat berguna untuk anda yang memiliki banyak lumpur atau air kuning setelah pengeboran.

Showing posts with label Debian. Show all posts
Showing posts with label Debian. Show all posts

02 February 2020

How to make USB bootable to upgrade OS from Debian.iso

Terminal way and step in Debian or Linux
All this code will be copy from #su (super user)


root@ahroihan:~# df
Filesystem     1K-blocks      Used Available Use% Mounted on
/dev/sda1      100657584  10373212  85148144  11% /
udev               10240         0     10240   0% /dev
tmpfs             620560      8880    611680   2% /run
tmpfs            1551392       100   1551292   1% /dev/shm
tmpfs               5120         4      5116   1% /run/lock
tmpfs            1551392         0   1551392   0% /sys/fs/cgroup
tmpfs             310280         8    310272   1% /run/user/1000
/dev/sda2      102398276 101617764    780512 100% /media/ahroihan/544A14DA4A14BB26
/dev/sda3       36965372   3937392  33027980  11% /media/ahroihan/0CA23C10A23C012E
/dev/sda5       66802684  64743796   2058888  97% /media/ahroihan/3254339D54336331
/dev/sdc1       15406360         8  15406352   1% /mnt/usb-SanDisk_Cruzer_Blade_4C531001370601123524-0:0-part1

root@ahroihan:~# umount /mnt/usb-SanDisk_Cruzer_Blade_4C531001370601123524-0:0-part1

root@ahroihan:~# dmesg
......
[ 7272.919879] sd 10:0:0:0: Attached scsi generic sg2 type 0
[ 7272.923542] sd 10:0:0:0: [sdc] 30842880 512-byte logical blocks: (15.7 GB/14.7 GiB)
[ 7272.925153] sd 10:0:0:0: [sdc] Write Protect is off
[ 7272.925163] sd 10:0:0:0: [sdc] Mode Sense: 43 00 00 00
[ 7272.926152] sd 10:0:0:0: [sdc] Write cache: disabled, read cache: enabled, doesn't support DPO or FUA
[ 7272.938436]  sdc: sdc1
[ 7272.943791] sd 10:0:0:0: [sdc] Attached SCSI removable disk
[ 7357.568240] mmc0: card aaaa removed
[ 7386.689721] FAT-fs (sdc1): utf8 is not a recommended IO charset for FAT filesystems, filesystem will be case sensitive!

root@ahroihan:~# dd if=/home/ahroihan/Downloads/debian-9.5.0-i386-DVD-1.iso of=/dev/sdc1
......
7358400+0 records in
7358400+0 records out
3767500800 bytes (3.8 GB) copied, 1335.22 s, 2.8 MB/s

root@ahroihan:~#


Share:

Instalasi & Konfigurasi Aplikasi Server - Sistem Operasi Debian


Buku Instalasi & Konfigurasi Aplikasi Server - Sistem Operasi Debian sebagai bagian dari bahan penerapan dan pengajaran sistem operasi jaringan dalam bidang ilmu komputer dan bidang keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Hadirnya buku bertujuan untuk memberi pegangan kepada siswa pada kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan, dan mahasiswa di semua program studi ilmu komputer, guru di Sekolah Menengah Kejuruan, dosen, pengelola pendidikan ilmu komputer, mahasiswa yang sedang menyusun skripsi, serta para pemerhati jaringan komputer pada umumnya. Hadirnya buku ini juga dimaksudkan sebagai jawaban untuk memenuhi permintaan yang sering muncul ke dalam email penulis akan akses dari smkalfattah.ilearning.me (ALFiL) dan sayabisa.com serta untuk melengkapi keberadaan buku-buku teks lain yang membahas materi serupa yang pada umumnya masih dalam konten yang terpisah yang sulit dipahami dan dikoleksi oleh pengajar dan peserta didik.
Dengan demikian, setiap mengakhiri pembahasan pada masing-masing bab, para pembaca diharapkan telah memperoleh pengetahuan yang dapat diterapkan dalam merancang sebuah aplikasi dalam server serta mempunyai keterampilan untuk memecahkan persoalan yang dihadapi secara mandiri.

Adapun buku ini dibagian dengan gratis dengan link berikut

Alhamdulillah, atas kekuasaan Allah, Google memberikan kepercayaan kepada saya juga untuk membagikan buku karangan saya melalui aplikasinya. Mohon kiranya saudaraku semua dapat membagikan sebagian ilmu Allah yang sedikit ini kepada yang membutuhkan ini link-nya https://play.google.com/store/books/details/Ahmad_Roihan_Instalasi_Konfigurasi_Aplikasi_Server?id=OK5oDwAAQBAJ wa bil khusus kepala SMK dan jurusan TKJ. Bismillah barokah.
Share:

18 November 2014

Cara Menambahkan Guest OS Baru di Proxmox VE 3.0

Ini merupakan kelanjutan dari artikel kemarin yang membahas mengenai langkah-langkah instalasi Proxmox VE 3.0.

Setelah kalian berhasil menginstall Proxmox di server, selanjutnya tentu kalian harus membuat server-server Guest baru di dalamnya. Karena sebenarnya server Guest inilah yang akan kalian gunakan sebagai "the real" server nantinya. Misalnya kalian ingin membuat 3 buah server Guest yang masing-masing berperan sebagai Mail Server, Active Directory, dan Webserver, dan seterusnya.

Disini saya akan memberikan contoh bagaimana cara membuat sebuah server Guest baru. Server ini nantinya akan saya isi dengan OS Ubuntu Server 12.04 LTS.

1. Loginlah sebagai user root di control panel Proxmox kemudian klik tombol Create VM di pojok kanan atas halaman control panel.


2. Isi pada kolom Name dengan hostname server baru yang ingin dibuat. Pada bagian lainnya tidak perlu diubah.


3. Karena Ubuntu 12.04 sudah menggunakan kernel 3.xx maka saya disini memilih Linux 3.xx sebagai tipe OSnya.


4. Untuk CD Installer yang akan kita gunakan untuk menginstall OS baru ini, kita masukkan saja ke CD/DVD ROM asli dari server Proxmox kita. Jadi si server guest ini akan membaca CD/DVD ROM asli dari server Proxmox kita. Pilih Use Physical CD/DVD Drive.


5. Pada bagian Harddisk tidak ada yang perlu dirubah kecuali saya memilih SATA pada tipe harddisk dan angka 1 pada jumlah harddisk. Jika kalian ingin mengcustom sendiri konfigurasi harddisk kalian, bebas-bebas saja. Selanjutnya tinggal klik Next.


6. Untuk CPU tidak ada yang perlu diubah kecuali kalian ingin mengcustomnya sendiri (seperti jumlah core, dll).


7. Selanjutnya adalah konfigurasi RAM. Kalian bisa memilih metode pengalokasian memori secara tetap atau dinamis. Disini saya memilih metode tetap dengan besarnya memori 512MB.


8. Terakhir pastikan bahwa konfigurasi jaringan kalian adalah mode bridge ke interface vmbr0. Ini bertujuan agar si server guest bisa juga berhubungan dengan jaringan nyata si server proxmox.


9. Selanjutnya akan tampil review dari seluruh konfigurasi yang telah kalian buat. Klik Finish.


10. Untuk menjalankan si server guest, kalian tinggal klik kanan > Start pada menu server guest yang telah muncul.


Pastikan bahwa muncul pesan status OK pada bagian bawah halaman proxmox.



Catatan : Jika terjadi error : No accelerator found! pada saat menjalankan server guest, maka kalian perlu mendisable fitur KVM hardware virtualization dengan cara mengklik 2 kali pada menu server guest, lalu pada tab option kalian klik dua kali lagi menu KVM hardware virtualization. Hilangkan centangnya.


11. Untuk melihat tampilan dari server guest yang telah kalian jalankan, kalian bisa mengklik kanan > Console pada menu server guest yang sudah dibuat. Selanjutnya kalian tinggal menginstall si server guest seperti instalasi Ubuntu Server pada komputer asli pada umumnya.



Catatan : Untuk melihat tampilan melalui console, pastikan bahwa browser yang kalian pakai sudah mempunyai plugin java player. Kalian bisa install terlebih dahulu plugin tersebut. Untuk Ubuntu, kalian bisa melihat artikel saya yang ini :  Install Java Plugin di Firefox Ubuntu

Semoga bermanfaat :)
Share:

15 November 2014

Langkah-Langkah Instalasi Proxmox VE 3.0

Proxmox mulai populer belakangan ini. Dengan maraknya konsep cloud computing, maka sudah sepatutnya kita juga mencoba OS yang satu ini. Proxmox merupakan distro Linux berbasis Debian yang bertujuan untuk dapat menjalankan berbagai macam virtual OS didalamnya. Konsepnya sih semacam aplikasi Virtualbox atau VMWare. Namun jika kalian ingin mengetahui apa itu Proxmox secara lebih jelas, silahkan langsung merujuk ke situs resminya di www.proxmox.com.

Mari kita mulai saja proses penginstalasian Proxmox.

Spesifikasi Komputer

Intel Core i3
RAM 4GB
HDD 80GB

Catatan : Proxmox hanya bisa diinstall di komputer yang berasitektur 64 bit.

Persiapan

1. Download terlebih dahulu installer Proxmox melalui situs resminya : https://www.proxmox.com/downloads. Pilihlah yang Proxmox VE ISO Installer.
2. Setelah terdownload, silahkan burn iso tersebut kedalam CD/DVD.

Tahap Instalasi

1. Booting lah komputer kalian melalui CD Installer Proxmox yang sudah kalian miliki. Jika berhasil maka kalian akan mendapati tampilan seperti berikut :


Tekan Enter.

2. Pilih I Agree pada tampilan persetujuan lisensi.


3. Disini kalian akan diperingatkan bahwa seluruh harddisk kalian akan di bantai untuk proxmox. Jadi jangan pernah mempraktekkan instalasi Proxmox di komputer yang memang masih banyak data penting di Harddisknya. Jika sudah siap, pilih Next.



 4. Selanjutnya isilah bagian negara dan zona waktu, jika sudah klik Next.


5. Isikan password beserta email untuk akun root (administrator) dari Proxmox. Password minimal harus 8 karakter dengan gabungan huruf, simbol, dan angka. Klik Next.


6. Disini isikan dengan konfigurasi jaringan yang kalian inginkan sesuai dengan topologi jaringan yang kalian miliki. Untuk Hostname itu bebas saja diisi dengan gabungan nama hostname.dan.domain.


7. Kemudian silahkan tunggu hingga proses instalasi selesai.


8. Jika sudah, maka kalian akan mendapati halaman seperti berikut. Klik Reboot untuk merestart komputer kalian.


Sampai sini proses penginstalasian telah selesai. Untuk mengakses control panel dari Proxmox yang berbasis web, kalian tinggal arahkan melalui browser ke alamat server Proxmox dengan port 8006, yaitu https://192.168.0.16:8806. Gantilah 192.168.0.16 dengan ip server kalian masing-masing.

Catatan : Jika muncul peringatan bahwa alamat yang akan kalian kunjungi berbahaya, abaikan saja. Pilih I Understand the Risk kemudian Confirm Security Exception jika kalian menggunakan Mozilla Firefox.

Jika berhasil, kalian akan diminta untuk memasukkan username dan password. Isikan username dengan root, sedangkan passwordnya adalah password yang sudah kalian buat pada saat instalasi.



Semoga bermanfaat :)
Share:

18 March 2014

Cara Memperbolehkan/Mengaktifkan Directory Indexing Apache Webserver di Ubuntu 12.04 Server LTS

Akhir-akhir ini saya baru dapat kerjaan buat ngoprek webserver Apache lagi. Setelah konfigurasi sana-sini, ternyata ada sebuah masalah yang muncul. Yaitu ketika si webserver tidak mau menampilkan daftar isi direktori pada web browser dengan menampilkan pesan error permission denied. Anehnya, ketika di direktori tersebut saya beri satu buah file index.html, ternyata file tersebut dapat tampil dengan baik. Berarti dari sini ketahuan bahwa masalahnya bukan terdapat pada file permission ataupun ownershipnya, karena buktinya file index.html dapat terbaca dengan baik.

Setelah melakukan trial and error selama beberapa hari, akhirnya saya mendapatkan solusinya. Caranya adalah sebagai berikut :

1. Anggap saja kalau direktori yang ingin saya perbolehkan ditampilkan isinya oleh apache berada di /home/sharing, maka edit dulu file /etc/apache2/apache2.conf :

# vim /etc/apache2/apache2.conf

Lalu tambahkan di baris paling bawah, script berikut :

<Directory /home/sharing>
Options Indexes FollowSymLinks
</Directory>


nb : sesuaikan letak /home/sharing dengan letak direktori milik kalian.

2. Setelah itu kalian juga perlu membuat sebuah file .htaccess didalam direktori /home/sharing. Perintahnya adalah sebagai berikut :

# vim /home/sharing

Tambahkan script berikut ini :

Options +Indexes

3. Terakhir restartlah service apache kalian :

# service apache2 restart

4. Dan, walaa! Direktori kalian pun kini sudah boleh diakses.


Semoga bermanfaat :)

SUMBER
Share:

11 April 2013

Cara Men-disable Login Root SSH di Debian/Ubuntu


SSH merupakan salah satu unsur yang sangat vital dalam sebuah Server. Semua aktifitas penting yang harus dilakukan secara remote, kebanyakan dilakukan via SSH. Demikian pentingnya SSH, maka keamanannya pun harus kita pentingkan. Ada banyak cara untuk meningkatkan keamanan dari SSH, dan salah satunya adalah dengan men-disable login dari user root. Jadi nanti user yang boleh login hanyalah user-user biasa yang sudah diberi akses. Lalu bagaimana jika kalian ingin melakukan aktifitas yang berhubungan dengan sistem? Tinggal beri saja salah satu user akses sudo, beres kan?

Baiklah, langsung saja ya. Berikut adalah Cara Men-disable Login Root SSH di Debian/Ubuntu :

1. Edit file /etc/ssh/sshd_config :

# nano /etc/ssh/sshd_config

2. Carilah baris PermitRootLogin yes kemudian gantilah menjadi PermitRootLogin no. Jika tidak ada barisnya, tambahkan saja dibawahnya. Jika sudah simpan dan tutuplah file tersebut.

3. Terakhir restartlah service dari SSH servernya :

# service ssh restart

4. Sekarang coba kalian login menggunakan user root, pasti nanti akan muncul pesan error permission denied walaupun kalian telah memasukkan username dan password root yang benar.

Semoga bermanfaat :)
Share:

10 April 2013

Konfigurasi Routing Statik di Debian/Ubuntu

 

Saya baru dapat ilmu baru nih kawan-kawan. Masih mengenai dunia jaringan di Linux sih, yaitu tentang cara konfigurasi routing statik di Debian/Ubuntu. Dulu, saya kira perintah routing di Debian/Ubuntu itu hanyalah perintah routing NAT saja. Mau topologinya seperti apa dan bagaimana, pokoknya cuma pakai NAT saja. Tapi ternyata tidak seperti itu. Kita bisa menggunakan konfigurasi routing statik untuk melengkapi konfigurasi routing NAT. Jadi sebenarnya, routing NAT itu hanya digunakan sekali saja, dan sisa router yang lain jangan menggunakan routing NAT lagi, tapi cukup dengan konfigurasi routing statik. Coba perhatikan skema dibawah ini :


internet ----- Router 1 ----- Router 2 ------ Client


Jika kalian membangun topologi jaringan yang seperti ini, maka routing NAT hanya terjadi pada Router 1. Sedangkan di Router 2 tinggal menggunakan routing statik saja dengan tujuan agar Client bisa mencapai Router 1. Sudah bisa menangkap?

Lebih baik kita langsung praktekkan saja ya. Sebelumnya kalian harus mengetahui terlebih dahulu rumus dari routing statik, dimana sebagai berikut :

# route add -net network_tujuan netmask netmask_network_tujuan gw ip_gateway

Contoh :

# route add -net 172.16.1.0 netmask 255.255.255.0 gw 192.168.1.1

Supaya lebih paham coba perhatikan skema dibawah :


inet(gw:10.42.0.1/24)---(eth0:10.42.0.2/24)Router1(eth1:172.16.100.1/24)---(eth0:172.16.100.2/24)Router2(eth1:192.168.1.1/24)---(192.168.1.2)Client

Keterangan :

Router 1 :
a. eth0 : 10.42.0.2/24
b. eth1 : 172.16.100.1/24

Router 2 :
a. eth0 : 172.16.100.2/24
b. eth1 : 192.168.1.1/24

Client : 192.168.1.2/24

Maka routing statiknya adalah seperti ini :

Router 1 :

# route add -net 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 gw 172.16.100.2

Penjelasan : Dari Router 1 ingin menuju alamat jaringan 192.168.1.0 dengan netmask 255.255.255.0 harus melewati gateway 172.16.100.2 milik Router 2.

Router 2 :

# route add -net 10.42.0.0 netmask 255.255.255.0 gw 172.16.100.1

Penjelasan : Dari Router 2 ingin menuju alamat jaringan 10.42.0.0 dengan netmask 255.255.255.0 harus melewati gateway 172.16.100.1 milik Router 1.

Sekarang cobalah tes, apakah client sudah bisa berinternet?

Catatan : Jika di Ubuntu 12.04 keatas script-script tersebut tidak berjalan, kalian bisa menggunakan perintah ini :

# ip route add 10.42.0.0/24 via 172.16.100.1

Konsepnya sama saja, yaitu ingin menuju subnet jaringan mana, melalui mana. Hanya berbeda di scriptnya saja.

Semoga bermanfaat :)
Share:

09 April 2013

Cara Mounting Remote Direktori Sharing ke Folder Lokal di Debian/Ubuntu


Dunia Linux memang penuh warna. Begitulah kalau menurut saya. Beragam oprekan dapat kita lakukan sesuka hati kita. Salah satu contohnya adalah trik yang satu ini. Kita dapat menempelkan/mounting direktori yang telah di sharing pada komputer remote, ke dalam folder lokal di komputer kita. Jadi seolah-olah direktori yang di sharing tersebut memang milik kita sendiri.

Bagaimanakah caranya? Simak langkah-langkah Cara Menempelkan Remote Direktori Sharing ke Folder Lokal di Debian/Ubuntu berikut ini :

1. Pertama-tama kalian perlu menginstall aplikasi bernama smbfs :

# apt-get install smbfs

2. Setelah terinstall, buatlah direktori lokal di komputer kalian untuk tempat penempelan/mountingnya.

# mkdir /mnt/test

3. Disini saya sudah mensharing salah satu folder dengan nama sharing Software di komputer yang ber-ip address 172.16.1.4, dan user yang memiliki hak akses kedalamnya adalah user bernama guest. Kalian tinggal sesuaikan saja dengan kondisi kalian masing-masing. Oiya, sebelumnya berikut ini adalah rumus yang bisa digunakan :

# mount -t smbfs //ipkomputerremote/namasharing /direktorilokal -o username=namauser,password=password

Maka perintah yang saya gunakan adalah seperti ini :

# mount -t smbfs //172.16.1.4/Software /mnt/test -o username=guest,password=guest

4. Jika tidak muncul pesan error apapun, cobalah cek apakah memang benar direktori sharing tersebut sudah menempel di direktori lokal kalian :

# ls -l /mnt/test

Semoga bermanfaat :)

SUMBER 1
SUMBER 2
Share:

13 March 2013

Install Darwin Streaming Server di Debian 6 Squeeze


Belakangan ini, enggak tau kenapa lagi seneng-senengnya ngoprek debian lagi. Kali ini giliran saya untuk menjajal menginstall sebuah Streaming Server di Debian saya.

Apa itu Streaming Server? Streaming adalah sebuah jenis layanan yang langsung mengolah data yang diterima tanpa menunggu seluruh data selesai dikirim . layanan yang bersifat streaming ini adalah layanan audio dan video. Data audio dan video biasanya berukuran sangat besar, untuk menampilkan video selama 1 menit ,ukuran filenya dapat mencapai 1 Mbyte, karena mengambil data seperti itu dapat memerluka nwaktu yang lebih lama daripada memainkannya,maka digunakan layanan yang bersifat streaming.

Lalu apa itu Darwin Streaming Server? Darwin streaming server adalah program open source keluaran Apple yang bisa bekerja di segala distribusi (Red Hat 9.0, Debian, Suse 9.1,and Fedora Core 3). DSS dapat menghandle MP3, Quicktime, dan MPEG4.

Untuk menginstallnya di Debian 6 Squeeze, lakukan langkah-langkah berikut :

1. Pastikan Debian kalian terhubung ke internet. Karena aplikasi yang dibutuhkan, hampir seluruhnya mengambil dari internet.

2. Setelah itu buatlah file bernama apa saja terserah kalian dengan ekstensi .sh. Contoh disini saya menggunakan file bernama installdarwin.sh.

# nano installdarwin.sh

Didalam file tersebut, kalian kopikan skrip ini :

#!/bin/bash
apt-get install build-essential wget unzip
addgroup --system qtss
adduser --system --no-create-home --ingroup qtss qtss
mkdir /usr/local/src/DSS
cd /usr/local/src/DSS
wget http://static.macosforge.org/dss/downloads/DarwinStreamingSrvr6.0.3-Source.tar
wget http://www.brian-shaffer.com/dls/Darwin_6.0.3_patches.zip
tar -xvf DarwinStreamingSrvr6.0.3-Source.tar
unzip Darwin_6.0.3_patches.zip
patch -p0 < Patches/dss-6.0.3.patch
patch -p0 < Patches/dss-hh-20080728-1.patch
cd DarwinStreamingSrvr6.0.3-Source
./Buildit
mv Install Install.orig
cp ../Patches/Install .
chmod 755 Install
./Install


Simpan dan tutuplah file tersebut.

3. Selanjutnya jalankan filenya dengan perintah ini :

# sh installdarwin.sh

Proses instalasi akan berjalan cukup lama tergantung dari kecepatan internet kalian masing-masing.

4. Lalu pada akhir proses instalasi, kalian akan diminta memasukkan username dan password untuk akun Admin DSS. Isi bebas terserah kalian.





5. Setelah instalasi selesai, sekarang akseslah melalui browser ke alamat http://ip_darwin_server:1220. Contoh disini saya menggunakan ip 172.16.100.1 sehingga menjadi seperti ini http://172.16.100.1:1220. Silahkan kalian login dengan menggunakan akun admin yang telah kalian buat sebelumnya.



6. Setelah login, kalian akan diminta untuk memasukkan password untuk akun broadcaster, yang tugasnya untuk melakukan broadcasting video nanti.



7. Disini kalian diminta untuk menggunakan metode SSL atau tidak ketika nanti kalian mengakses halaman admin. Berhubung webserver saya masih belum support dengan https, maka disini opsinya tidak saya centang.



8. Di tahap ini, kalian akan ditanya dimana kalian akan meletakkan file-file streaming. Saya biarkan saja pada pilihan default.



9. Yang terakhir adalah opsi untuk menggunakan port 80 ketika sedang melakukan streaming. Centang saja, lalu klik Finish.



10. Berikut adalah tampilan halaman utama dari halaman admin DSS.



11. Untuk mengetesnya, kalian dapat menggunakan aplikasi VLC. Bukalah VLC kalian, lalu tekan CTRL + N, dan isikan alamat berikut pada jendela yang terbuka :

rtsp://172.16.100.1:554/sample_h264_1mbit.mp4



nb : yang saya tandai merah, kalian ganti dengan IP Server kalian masing-masing.

Jika berhasil maka akan muncul video Quicktime seperti ini :



Sampai sini Instalasi Darwin Streaming Server di Debian 6 Squeeze telah selesai.

Semoga bermanfaat :)

SUMBER
Share:

11 March 2013

Cara Instal SparkWeb dengan Openfire di Debian 6 Squeeze


Jika kemarin kalian sudah membaca postingan saya tentang cara membuat sebuah Chat Server dengan menggunakan Openfire, pasti ada diantara salah satu dari kalian yang bertanya seperti ini, "Lalu kalau mau chatingnya gimana ?". Jika iya, maka pada postingan kali inilah jawabannya.

Pada awalnya saya juga sempat bingung, kok cuma ada halaman adminnya saja, mana halaman buat chattingnya? Setelah mencari-cari di internet, barulah saya tau kalau ternyata Openfire itu hanyalah server Chattingnya saja. Sedangkan Chatting kliennya kita harus menggunakan aplikasi lain. Saya cari-cari lagi, ternyata untuk aplikasi Chatting ini kita bisa menggunakan 2 alternatif. Yaitu SparkWeb yang berbasis Web, dan Pidgin yang berbasis Desktop. Dengan menggunakan aplikasi Chatting klien inilah nanti kita baru bisa melakukan chatting antar sesama user.

Bagaimanakah cara instal SparkWeb di Debian 6 Squeeze? Baca terus postingan ini ya.

1. Pertama-tama, kalian harus mendownload terlebih dahulu SparkWebnya :

# wget http://www.igniterealtime.org/downloadServlet?filename=sparkweb/sparkweb_0_9_0.tar.gz

2. Berhubung nama file sparkwebnya jadi aneh setelah didownload, biar enak lebih baik kalian rename saja filenya :

# mv downloadServlet\?filename\=sparkweb%2Fsparkweb_0_9_0.tar.gz sparkweb.tar.gz

3. Jika sudah, sekarang ekstraklah file tersebut :

# tar -xvf sparkweb.tar.gz

4. Setelah itu pindahkan direktori sparkweb hasil ekstraksi tadi ke dalam direktori /var/www/ :

# mv sparkweb /var/www/sparkweb

5. Kemudian ganti kepemilikan direktori sparkweb tersebut menjadi milik root dan grup www-data :

# chown -R root.www-data /var/www/sparkweb

6. Selanjutnya, masuklah kedalam direktori /var/www/sparkweb :

# cd /var/www/sparkweb

7. Disini ada satu file yang perlu kalian konfigurasi, yaitu file SparkWeb.html :

# nano SparkWeb.html

Tekan CTRL + W dan cari kata kunci server maka kalian akan menemukan baris server: "igniterealtime.org", :



Gantilah bagian igniterealtime.org menjadi nama hostname/domain/ip address dari debian yang menjalankan openfire milik kalian. Misalnya disini saya menggantinya menjadi server.belajar.cilsy sesuai dengan hostname milik debian saya.



Jika sudah, simpan dan tutuplah file tersebut.

8. Setelah itu kopilah file SparkWeb.html ke file index.html dengan perintah ini :

# cp SparkWeb.html index.html

9. Sekarang cobalah akses alamat http://ipdebian/sparkweb melalui web browser dari klien. Contoh : http://172.16.100.1/sparkweb



Cobalah login dengan salah satu user yang telah kalian buat sebelumnya.



Selamat berchatting ria!

Semoga bermanfaat :)

SUMBER
Share:

10 March 2013

Cara Instal Openfire Chat Server di Debian 6 Squeeze


Udah lama enggak otak-atik debian karena rutinitas yang tiada henti, akhirnya sekarang punya waktu juga. Iseng-iseng saya lagi nyobain buat instal Server Chatting di Debian 6 Squeeze nih. Ada yang sudah pernah coba belum? Kalo belum, saya jelaskan sedikit ya tentang apa itu Openfire.

Openfire adalah aplikasi instant messaging berbasis opensource yang dibangun menggunakan protokol XMPP dan tersedia untuk berbagai macam platform.

Untuk menginstallnya di Debian 6 Squeeze, ikuti langkah-langkah yang saya jabarkan dibawah ini ya.

1. Sebelum memulai instalasi dan konfigurasi Openfire, pertama kalian harus mengetahui terlebih dahulu apa nama hostname Debian kalian, karena Hostname ini akan dibutuhkan saat konfigurasi Openfire nanti. Eksekusi perintah ini untuk melihat hostname di Debian :

# hostname

Catatlah nama hostname kalian masing-masing yang muncul.



2. Setelah itu kalian juga perlu untuk menginstall paket sun-java6-jre, karena Openfire membutuhkan java untuk dapat berfungsi dengan baik. Pertama-tama edit file /etc/apt/sources.list untuk menambahkan repository java :

# nano /etc/apt/sources.list

Dibaris paling bawah file tersebut tambahkan baris berikut :

deb http://ftp.us.debian.org/debian/ squeeze main non-free

Simpan dan tutuplah file tersebut, kemudian lakukan update dengan mengetikkan perintah ini :

# apt-get update

3. Jika sudah di update, sekarang installah paket javanya :

# apt-get install sun-java6-jre

Jika ada muncul seperti ini, pilih OK.



Kemudian pilih Yes, jika muncul pertanyaan untuk menerima Lisensi dari java.



4. Langkah selanjutnya adalah, kalian harus mendownload paket openfirenya di website openfire :

# wget http://www.igniterealtime.org/downloadServlet?filename=openfire/openfire_3.6.4_all.deb

5. Jika sudah terdownload, sekarang installah Openfirenya :

# dpkg -i *openfire*.deb

Pastikan tidak ada pesan error yang muncul ya!

6. Setelah openfire terinstall, sekarang kalian harus membuat database untuk openfirenya terlebih dahulu. Saya menggunakan database Mysql disini :

Ketentuan :
Nama database : openfire
Nama User : openfireuser
Password User : openfirepw

Ikuti langkah-langkah yang saya sudah tandai merah :

root@server:~# mysql -u root -p
Enter password:
Welcome to the MySQL monitor. Commands end with ; or \g.
Your MySQL connection id is 56
Server version: 5.1.49-3 (Debian)

Copyright (c) 2000, 2010, Oracle and/or its affiliates. All rights reserved.
This software comes with ABSOLUTELY NO WARRANTY. This is free software,
and you are welcome to modify and redistribute it under the GPL v2 license

Type 'help;' or '\h' for help. Type '\c' to clear the current input statement.

mysql> CREATE DATABASE openfire;
Query OK, 1 row affected (0.05 sec)

mysql> CREATE USER openfireuser;
Query OK, 0 rows affected (0.13 sec)

mysql> SET PASSWORD FOR openfireuser = PASSWORD("openfirepw");
Query OK, 0 rows affected (0.03 sec)

mysql> GRANT ALL PRIVILEGES ON openfire.* TO openfireuser@localhost IDENTIFIED BY 'openfirepw';
Query OK, 0 rows affected (0.00 sec)

mysql> FLUSH PRIVILEGES;
Query OK, 0 rows affected (0.05 sec)

mysql> quit
Bye
root@server:~#


7. Selanjutnya, bukalah browser dari komputer klien lalu arahkan ke alamat http://ipdebian:9090. Misalnya disini saya menggunakan http://172.16.100.1:9090. Jika berhasil, maka akan muncul tampilan awal instalasi openfire seperti berikut. Pilih bahasa yang kalian inginkan, kemudian klik Continue.



8. Pada bagian Domain, isilah dengan nama Hostname yang telah kalian catat di awal tadi. Klik Continue.



9. Disini pilihlah opsi Standard Database Connection.



10. Kemudian di halaman konfigurasi database ini, ada beberapa hal yang harus kalian edit.
  • Pada bagian Database driver presets, gantilah menjadi Mysql.
  • Biarkan apa adanya pada bagian JDBC Driver Class.
  • Pada bagian Database URL, gantilah bagian Hostname menjadi localhost, dan bagian database name menjadi nama database kalian. Disini saya memasukkannya menjadi openfire.
  • Kemudian pada bagian Username dan Password masukkan Username dan Password yang telah kalian buat sebelumnya di Mysql.


 11. Selanjutnya pilih saja Default pada tahap Profile Settings. Klik Continue jika sudah.

 

12. Lalu kalian akan masuk ke tahap konfigurasi akun Admin. Isikan Email dan Password yang kalian kehendaki untuk dapat digunakan sebagai login admin nanti.

 

 13. Setelah itu akan muncul pemberitahuan bahwa instalasi telah berhasil seperti ini.

 

14. Klik pada bagian Login to Admin Console untuk masuk ke halaman administrator. Isikan Username dan Password admin yang telah kalian isi pada tahap konfigurasi akun Admin sebelumnya.

 

 Berikut adalah tampilan halaman Admin jika kalian berhasil login :

 

Sampai sini instalasi Openfire sebagai Chat Server di Debian 6 Squeeze telah berhasil. Untuk koneksi chatting antar sesama user yang telah kalian buat di halaman administrator Openfire, kalian dapat menggunakan SparkWeb (berbasis Web) atau Pidgin (berbasis Desktop).

Catatan : Jika kalian gagal login ke akun admin, bisa kalian coba lakukan langkah-langkah berikut : 
1. Restart service openfirenya. Jika masih gagal, 
2. Restart komputer. Jika masih gagal, 
3. Coba cari solusinya dari halaman-halaman berikut

Semoga bermanfaat :)

SUMBER 1
SUMBER 2
Share:

Blog Archive