Kisi-kisi Soal UTS dan UAS Elektronika Beserta Jawaban

SOAL A 1) Berikut ini yang termasuk komponen elektronika dengan jenis komponen pasif yaitu ....

Kisi-kisi Soal UTS dan UAS Sistem Terdistribusi Beserta Jawaban

SOAL A 1. Berikut ini yang merupakan karakteristik dari definisi sistem terdistribusi adalah ....

Remove Bios Password and Harddissk (HDD) Laptop

I think to remove the bios password on an average PC is already can, although without having to memorize the password. the system jumpers or removing battery bios. ever see a supervisor, admin, system, HDD, bios, setup password?

Memperbaiki Kick Starter Motor Matic

Motor Matic is a motor that is the easiest to use and most in our homeland. please note that the motor also takes care of very sensitive, just like a computer that also takes care of sensitive anyway.

Gejala Kerusakan Mesin Air Submersible Metabo

Mesin Air Submersible atau yang sering disebut kebanyakan orang (satelit) ini sangat bagus, dengan sistemnya yang canggih dan fleksible. tipe mesin yang berbasis kerja di dalam tanah dan hanya menggunakan satu pipa ini, sangat berguna untuk anda yang memiliki banyak lumpur atau air kuning setelah pengeboran.

Showing posts with label Outdoor. Show all posts
Showing posts with label Outdoor. Show all posts

05 June 2013

Solo Touring Dengan Byson :)

Maaf yee, untuk nulis artikel yang beda & gak ada hubungannya sama kontent yang biasa hadir di blog ini.

Begini ceritanya :)

Diawal bulan Juni ini pada 1 - 2 Juni kemarin, saya sempet ada "Solo Touring" dengan motor Yamaha Byson.

Start dimulai dari Bekasi dan mengambil rute, Bekasi, Cikarang, Karawang, Purwakarta,  Subang, Tangkuban Perahu, Lembang, Bukit Dago, Cimahi - Padalarang, Purwakarta, Curug, Karawang, Cikarang dan berakhir di Bekasi.

Gak tahu berapa jumlah kilometer, karena lupa tidak mencatatnya. Tapi itu merupakan perjalanan yang cukup panjang dan memiliki cerita tersendiri tentang, perbedaan cuaca, kemacetan, pemandangan, kejadian selama perjalanan dan lain-lain.

Rute Bekasi - Purwakarta, merupakan perjalanan di area yang berhawa panas dan beberapa area mengalami kemacetan karena perbaikan jalan. Memasuki Kerawang, Byson bisa berlari dengan semangat karena jalanan lebih lengang terlebih saya mengambil jalan baru tanpa memasuki Kerawang kota.

Selanjutnya, saya putuskan mengambil rute Cikampek, padahal bisa saja melalui Kosambi untuk sampai ke Purwakarta dengan waktu tempuh yang lebih singkat.

Setelah sampai Purwakarta, di perempatan Sadang, kita mengambil rute kekiri, mengikuti jalanan yang tidak begitu mulus dan saat itu padat dengan kendaraan bermotor.

Sebelum meninggalkan Purwakarta, sempat terjadi kecelakaan, dimana pengendara motor didepan saya, mengalami kecelakaan setelah menghantam body belakang sebuah mobil dan motor terlempar kekanan menghantam badan truk hingga mengakibatkan motor berantakan.

"Untungnya" si pengendara tidak mengalami luka serius. Satu hal yang bisa kita ambil hikmahnya adalah pentingnya menjaga jarak aman dan kecepatan dengan kendaraan didepan kita. :)

Setelah, terhenti cukup lama karena ikut membantu korban dan membersihkan puing-puing motor yang berserakan ditengah jalan, akhirnya perjalanan dilanjutkan menuju Subang. Sempat istirahat beberapa jam disana. Menjelang sore kita lanjutkan ke Ciater dan terus naik ke Tangkuban Perahu.

Parkir dan istirahat di pinggir jalan perkebunan teh
Jalan yang dilalui mulai penuh tikungan dan tanjakan, tapi pemandangan yang disajikan sungguh indah untuk dinikmati. Mengingatkan perjalanan di sepanjang Wonosobo - Temanggung via Kledung dan Parakan. Hingga sempet berhenti lama disebuah warung pinggir jalan, untuk sekedar menghirup udara segar dengan segelas teh manis. :) Asik banget rasanya.. hehe..

Perjalanan kita lanjutkan lagi ke Tangkuban Perahu. Lagi-lagi sempet melihat sebuah accident di depan mata yang kali ini membuatku sempat mengernyitkan dahi, lalu tersenyum.

Sebuah sepeda motor dengan dua penumpang, menyundul motor lain didepannya disebuah turunan (dari arah Tangkuban Perahu). Keduanya sempet oleng ketengah. Itulah yang membuatku sempet waspada, jangan sampai terjadi benturan dua motor dari atas, dengan Byson yang aku bawa lari.

Syukur alhamdulillah, semua bisa mengatasi keadaan meskipun sibapak yang disundul motornya sempet jumping dan terlihat marah-marah dipinggir jalan saat kedua motor berhenti. Saya sendiri terus memacu Byson ke arah gerbang Tangkuban Perahu.

Nah, kenapa juga harus ke Tangkuban Perahu? Karena asli, saya udah pengin banget naik gunung, setelah sibuk dengan aktivitas harian. Tapi sayang belum menemukan saat yang tepat untuk bisa menikmati hutan dan gunung yang sebenarnya. :)

Setelah membayar tiket Rp.18.000, akhirnya saya parkir di jalan kearah kawah. Lagi-lagi menikmati kesegaran udara dan suasana hening yang damai sore itu.
Kawah Tangkuban Perahu
Sempet jeprat-jepret moment yang ada, meski cuma dengan kamera ponsel. Perjalanan dilanjutkan ke arah puncak melalui jalanan menanjak yang penuh belokan tajam. Wow, weru banget dah.. ciuuus


Ketika sampai diatas dan motor diparkir, akhirnya bisa menikmati pemandangan kawah. Sayangnya, saat itu pengunjung cukup ramai. Maklum weekend dan Tangkuban Perahu juga merupakan gunung yang udah jadi obyek wisata, gak seperti gunung-gunung yang biasa saya daki. :)

Narsis dulu, minta bantuan orang lain :)
Tapi okelah, no problem, karena saya cukup bisa menikmati suasana alam disana, dengan udara dingin dan kabut sore yang turun.

Setelah lama disitu, kepikiran juga untuk napak tilas rute yang dulu pernah dilalui sambil jalan kaki dari puncak Tangkuban Perahu ke arah Dago. Dan kebetulan ada target saya disana untuk jumpa kawan lama yang ternyata jadi pak RW.

Turun dari Tangkuban Perahu, Lembang, saya ambil jalur kekiri melalui Sesko AU dan Gunung Batu. Dulu lumayan sering bermalem diatas gunung batu. Disitu ada perempatan kearah Maribaya dan Cieumbulueuit, tapi saya pilih jalur lurus. Dan ternyata jalannya langsung nanjak tajam, berliku dengan turunan yang tajam juga.

Pokoknya perjalanan itu seperti naik kuda, bukan naik Byson. Gak tahu berapa lama, akhirnya sampai juga di pak RW. Ngobrol sejenak dan melanjutkan perjalanan pulang melalui Cimahi, Padalarang, Purwakarta, Curug, Kerawang, Bekasi.
Narsis lagi,  depan gate Kawah Domas
Rute Padalarang - Purwakarta memiliki jalan yang cukup lebar dan kondisi baik serta senyap. Tanpa sadar terus mengajak Byson lari kencang. Asyik banget, tapi tetap waspada. Karena saya gak mau masuk grafel lagi di sebuah tikungan setelah berlari kencang melewati kontainer. Terkejut karena tiba-tiba dari arah depan ada kepala truk yang meluncur cukup cepat :) hahaha.. dasar, mungkin supir kontainer ketawa kali ya? :) Gak nunggu berhenti atau menurunkan kaki, alhamdulillah Byson yang sempet liar bisa dikendalikan lagi & kembali naik jalan aspal. Dalam pikiran saya bilang, "ini kan bukan sirkuit balap, pantesan aja ada kendaraan dari arah berlawanan jo" hahaha...

Sisi positivenya, jangan pernah lengah dengan jalan yang "enak" untuk berpacu, karena bisa jadi ada hal-hal yang datang secara tiba-tiba.

Singkat cerita, akhirnya sampai juga ke rumah. Setelah ngajak main Byson yang masih standar, ternyata minumnya gk banyak juga. Karena untuk perjalanan tersebut masih tersisa banyak bahan bakar didalam tengkinya.

Performa rem depan dan belakang juga memuaskan, dan yang pasti motor ini asyik untuk diajak touring. Stabilitasnya bisa diandalkan.

Hehe... itulah sebuah artikel yang mungkin terlalu dipaksakan untuk naik kehalaman ini.

Tapi moga-moga gak ada yang protes. :)


Share:

30 October 2009

Tips Saat Tersesat


Sering atau suka beraktifitas di alam terbuka? Menjelajah hutan, naik turun bukit dan gunung, menyeberang sungai dan rawa serta aktifitas outdoor lainnya. Ada kalanya kita tanpa sadar terbawa pada satu keadaan yang kita sendiri loosing control untuk mengetahui sebelumnya. Apa saja sih hal2 apa yang umumnya bisa membuat kita tersesat di alam ?
  1. Kelelahan Fisik dan mental, fisik yang lemah umumnya akan berpengaruh pada kontrol diri kita yang mana hal itu bisa membuat kita sekedar mengikuti langkah kaki tanpa banyak berpikir kemana sebenarnya kaki kita sedang melangkah.

  2. Tidak mengenal medan yang kita masuki.

  3. Adanya gejala alam. Satu contoh dari hal ini adalah adanya badai, hujan atau turunnya kabut yang menghalangi pandangan kita, memaksa kita mencari tempat perlindungan atau bahkan membuat kepanikan pada diri kita dalam menghadapi fenomena alam ini.

  4. Minimnya peralatan dan ilmu navigasi.Hal ini sebenarnya salah satu faaktor yang menentukan juga agar kita bisa mengetahui posisi kita.Umumnya yang harus kita miliki adalah peta dan kompas serta ilmu penggunaannya ( navigasi ).

Saat kita telah menyadari bahwa kita tersesat, apa yang harus kita lakukan ?

  1. Jangan panik. Dalam situasi seperti ini kita harus bisa mengendalikan diri dn pikiran kita untuk bisa berfikir jernih, menghindari kepanikan.Umumnya jam terbang kita akan menentukan tingkat kemampuan kita dalam menghadapi situasi seperti ini.

  2. Lebih baik berhenti dulu, istirahat, minum air dan kalau diperlukan makanlah perbekalan yang kita bawa. Kalau kita pernah melakukan di medan yang sama, umumnya kita bisa menghitung sejauhm ana kita tersesat, sehingga kita pun akan (mungkin) bisa memperkirakan jauhnya ke jalur semua berdasar lamanya waktu kita sampai posisi terakhir saat kita kehilangan jejak.

  3. Buatlah tanda yang mudah untuk dilihat. Hal ini bisa saja bermanfaat ketika adanya tim pencari, karena dengan memasang tanda tersebut diharapkan mereka dapat mengetahui dan memperkirakan kemana / dimana posisi kita selanjutnya. Misal dengan mengikat batang-batang / ranting pohon menyusun tumpukan batu atau kayu, atau bisa juga meninggalkan sebagian peralatan kita.

  4. Cobalah untuk mencari jalur yang seharusnya kita lalui dengan meninggalkan tanda-tanda tertentu yang mudah kita ingat.

  5. Kalau kita tersesat pada sore atau menjelang malam, ada baiknya kita beristirahat sampai pagi hari. Hal ini bisa kita lakukan kalau kita memang merasa tidak mengenal daerah itu atau belum pernah melakukan perjalanan kesana. Dengan istirahat yang cukup diharapkan fisik dan mental kita juga lebih kuat untuk melanjutkan perjalanan serta mencari jalur yang sebenarnya.

Yang perlu kita ingat saat tersesat dan umumnya dapat kita praktekkan dari hal diatas adalah istilah STOP. Ya Stop.

Santai, duduk/ seating, hilangkan risau dan rasa panik.

Thinking, berfikirlah secara jernih akan situasi yang tengah kita hadapi.

Observasi medan, lakukanlah observasi atau pengamatan medan dimana posisi kita berada sambil menentukan arah yang seharusnya kita ambil supaya bisa menemukan jalur yang tepat. Bisa juga kita memberi tanda-tanda tertentu yang mudah dilihat dan dipahami.

Planing, buat rencana selanjutnya untuk bisa keluar dari situasi yang sedang dihadapi.



*Perlu di ingat :

Saat fisik dan mental kita lemah, kadang dengan mudah kita dihadapkan dengan hal-hal aneh, seperti ada yang memanggil-manggil kita, mendengar suara motor, orang bernyanyi atau hal-hal aheng lainnya meski kita berada di tengah hutan. Janganlah kita lepas kendali. Tetap ingatlah dimana kita sedang berada. Gunakan akal sehat. Hal seperti itu umumnya timbul disaat petang atau malam hari.



Share:

Blog Archive