Kisi-kisi Soal UTS dan UAS Elektronika Beserta Jawaban

SOAL A 1) Berikut ini yang termasuk komponen elektronika dengan jenis komponen pasif yaitu ....

Kisi-kisi Soal UTS dan UAS Sistem Terdistribusi Beserta Jawaban

SOAL A 1. Berikut ini yang merupakan karakteristik dari definisi sistem terdistribusi adalah ....

Remove Bios Password and Harddissk (HDD) Laptop

I think to remove the bios password on an average PC is already can, although without having to memorize the password. the system jumpers or removing battery bios. ever see a supervisor, admin, system, HDD, bios, setup password?

Memperbaiki Kick Starter Motor Matic

Motor Matic is a motor that is the easiest to use and most in our homeland. please note that the motor also takes care of very sensitive, just like a computer that also takes care of sensitive anyway.

Gejala Kerusakan Mesin Air Submersible Metabo

Mesin Air Submersible atau yang sering disebut kebanyakan orang (satelit) ini sangat bagus, dengan sistemnya yang canggih dan fleksible. tipe mesin yang berbasis kerja di dalam tanah dan hanya menggunakan satu pipa ini, sangat berguna untuk anda yang memiliki banyak lumpur atau air kuning setelah pengeboran.

Showing posts with label Mikrotik. Show all posts
Showing posts with label Mikrotik. Show all posts

13 October 2014

Cara Memproteksi Mikrotik dari Serangan Hacker dengan Port Knocking

Proteksi dan keamanan pada router Mikrotik sangatlah penting untuk menjaga kelangsungan jaringan komputer kita. Terutama untuk menjaga router Mikrotik dari serangan hacker dan orang yang tidak bertanggunga jawab. Salah satu cara untuk memproteksi Mikrotik dari Serangan Hacker yaitu dengan menggunakan Port Knocking.

Port Knocking adalah salah satu cara untuk memproteksi router mikrotik dari hacking ataupun brute force dengan melakukan blocking pada Telnet, Mac Telnet, SSH ataupun Winbox, dan hanya membuka akses tersebut hanya untuk administrator saja. Dengan cara ini network administrator dapat melakukan perubahan setting di router secara lebih aman.

Caranya adalah dengan memblok port Telnet, Mac Telnet, SSH ataupun Winbox dan ketika admin ingin melakukan konfigurasi di mikrotik maka harus mengirimkan paket ICMP / ping dan juga port 80 / mengakses IP router di browser agar port tersebut dibuka. Jadi kita akan Mencegah Serangan Hacker dengan Firewall Mikrotik.

Berikut adalah Langkah-langkah Cara Memproteksi Mikrotik dari Serangan Hacker dengan Port Knocking :

1. Login ke Mikrotik via Winbox. Masuk ke Menu IP --> Firewall --> pada tab Filter --> Add (+) rule.

2. Pada tab General :
- Chain : input
- Protocol : icmp



3. Pada tab Action :
- Action : add src to address list
- Address List : ICMP
- Timeout : 00:01:00 (1 menit)
- Apply --> OK



4. Rule diatas berfungsi agar setiap orang yang mengirimkan paket ICMP untuk request buka port hanya valid selama 1 menit, dan nantinya IP tersebut akan masuk ke dalam Address List di Firewall mikrotik.

5. Kita tambahkan juga rule agar router meminta Anda untuk mengirimkan request dengan menggunakan port 80 atau mengakses ip router di web.

6. Tambahkan rule kedua. Pada tab General :
- Chain : input
- Protocol : tcp
- Dst. Port : 80


7. Pada tab Advanced :
- Src. Address List : ICMP


8. Pada tab Action :
- Action : add src to address list
- Address List : ICMP + HTTP
- Timeout : 00:01:00


9. Sekarang kita tambahkan rule ketiga agar Mikrotik dapat mengenali IP admin yang mengirimkan request ICMP dan mengirimkan Web request yang berfungsi untuk membuka port SSH, Telnet dan Winbox.

10. Pada tab General :
- Chain : input
- Protocol : tcp
- Dst. Port : 80,22,8291



11. Pada tab Advanced :
- Src. Address List : ! ICMP + HTTP (Jangan lupa klik kotak sampai muncul tanda "!")



12. Pada tab Action
- Action : drop


13.  Setelah semua rule tersebut dibuat, susunan rule nya adalah seperti ini :


14. Sekarang kita coba uji rule Port Knocking ini. Close Winbox --> Buka Putty (SSH) --> Login ke Mikrotik via Putty. Coba juga login lagi via Winbox. Hasilnya kita tidak bisa login.


15. Agar kita bisa login, buka CMD --> ke IP address Mikrotik --> Buka web Browser --> akses IP Mikrotik melalui web browser.


16. Sekarang kita coba lagi login via Winbox maupun Putty (SSH). Hasilnya kita bisa login. Coba cek ke address list (IP --> Firewall --> tab Address List). IP kita akan terekam di address list selama 1 menit.


17. PERHATIAN INI PENTING!!! Karena IP address kita hanya terekam selama 1 menit saja di address list, maka agar kita bisa tetap login di Mikrotik, rule terakhir harus di disable dulu. Jika tidak, maka setelah 1 menit winbox akan disconnect.




18. Setelah kita selesai mengkonfigurasi Mikrotik, sebelum log off Winbox jangan lupa kita aktifkan (enable) lagi rule ketiga agar proteksi Port Knocking dapat berjalan kembali.

Demikian Tutorial Mikrotik Indonesia tentang Cara Memproteksi Mikrotik dari Serangan Hacker dengan Port Knocking. Silakan dicoba dan diterapkan di Mikrotik masing-masing untuk mencegah Hacking Mikrotik.

Sumber :
http://mediabisnisonline.com/lindungi-router-mikrotik-anda-dari-hacker-dengan-port-knocking/
Share:

31 August 2014

Membangun OpenVPN Server dan OpenVPN Client dengan Mikrotik

Postingan satu-satunya di bulan agustus yang bertepatan pada tanggal terakhir ini, saya akan berbagi mengenai cara instalasi OpenVPN Server maupun OpenVPN Client dengan Mikrotik.

Inti dari tulisan ini adalah saya ingin menghubungkan dua buah jaringan lokal yang berada di kantor pusat dan kantor cabang agar bisa saling terkoneksi melalui jaringan internet. Kira-kira berikut adalah gambaran topologinya :


Skema ip addressnya akan saya samakan persis dengan gambar tersebut, apabila kalian ingin menggunakan ip address yang lain silahkan disesuaikan.

Prasyarat

1. Untuk dapat mengikuti artikel ini kalian diwajibkan sudah mengerti cara konfigurasi dasar mikrotik agar siap digunakan, baik dari konfigurasi ip address, hostname, gateway, dan yang lainnya. Selain itu kalian juga diwajibkan mengerti cara-cara pengoperasian mikrotik seperti cara meremote via winbox, cara memindahkan file ke mikrotik, dll.
2. Wajib mengerti konsep dasar TCP/IP dan jaringan. Sehingga kalian sudah tidak bingung lagi ketika muncul istilah-istilah seperti IP, subnet, gateway, routing statik, dll.
3. Wajib bisa menginstall linux dan sedikit pengoperasian dasar linux, khususnya Ubuntu atau Debian. Karena kita akan membutuhkan sedikit jasa dari Linux untuk membuat sertifikat yang diperlukan untuk membangun OpenVPN Server ini. Selain itu silahkan baca juga cara mengirim file dari Linux melalui SSH atau FTP, karena kita nanti perlu memindahkan file dari server Linux kita ke Mikrotik.

Jika kalian merasa sudah siap dengan prasyaratnya, maka mari kita mulai.

Pembuatan Sertifikat

1. Pertama-tama kita harus membuat sertifikat agar VPN Server kita dapat dikenali klien sebagai VPN Server yang asli. Intinya untuk pengamanan dan peng-enkripsian jalur komunikasi antara VPN Server dan VPN Klien nantinya. Berhubung mikrotik tidak memiliki fitur untuk membuat sertifikat, maka kita memerlukan jasa Linux Ubuntu untuk membuat sertifikatnya.

Silahkan kalian install Linux Ubuntu atau Debian (saya menggunakan Ubuntu Server 12.04 LTS), kemudian konfigurasikan jaringan dan repositorinya agar sudah siap untuk dapat menginstall aplikasi. Jika sudah, install aplikasi Openvpn :

$ sudo apt-get install openvpn

2. Kemudian kopi contoh konfigurasi openvpn yang berada di direktori /usr/share/doc/openvpn/examples/ ke direktori tempat openvpn. Caranya seperti ini :

$ sudo -i
# cp -R /usr/share/doc/openvpn/examples/easy-rsa/2.0 /etc/openvpn
# cp /usr/share/doc/openvpn/examples/sample-config-files/server.conf.gz /etc/openvpn


Setelah itu pindahlah ke direktori /etc/openvpn/2.0 dengan mengetikkan perintah berikut :

# cd /etc/openvpn/2.0/

Edit file vars untuk mengganti identitas yang diperlukan openvpn saat membuat file-file sertifikat nantinya :

# nano vars

Pada baris paling bawah, gantilah beberapa informasi sehubungan dengan identitas perusahaan atau organisasi kalian. Edit seperti yang sudah saya tuliskan dibawah, sisanya biarkan saja :

# These are the default values for fields
# which will be placed in the certificate.
# Don't leave any of these fields blank.
export KEY_COUNTRY="ID"
export KEY_PROVINCE="JB"
export KEY_CITY="Bandung"
export KEY_ORG="Cilsy"
export KEY_EMAIL="admin@linuxsupports.com"

export KEY_EMAIL=admin@linuxsupports.com


Simpan dan tutup file tersebut. Sekarang kita akan membuat file-file sertifikatnya. Eksekusi perintah dibawah ini secara berurutan :

# source vars
# ./clean-all
# ./build-dh
# ./pkitool --initca
# ./pkitool --server server
# ./pkitool client


Apabila pada saat mengeksekusi perintah source vars diatas terdapat pesan error semacam "openssl not found", silahkan eksekusi perintah berikut :

# mv openssl-1.0.0.cnf openssl.cnf

Setelah itu baru eksekusi ulang perintah source vars.

3. Langkah berikutnya kalian tinggal memindahkan file server.crt dan server.key yang berada di direktori /etc/openvpn/2.0/keys ke komputer kalian, baru setelah itu kalian pindahkan lagi ke mikrotik.

Untuk memindahkan dari server Linux ke komputer saya, saya menggunakan teknik SCP. Silahkan kalian cari mengenai cara mengirim file di Linux menggunakan SCP. Bisa menggunakan SCP langsung atau WinSCP jika di Windows.


Setelah kedua file tersebut saya pindahkan ke komputer saya, saya pindahkan lagi file-file itu ke Mikrotik. Saya menggunakan teknik dari Filezilla. Silahkan kalian gunakan cara kalian masing-masing untuk mengirim file dari komputer ke Mikrotik.


Sampai sini tahap pembuatan file sertifikat untuk keperluan OpenVPN Server telah selesai.

Konfigurasi OpenVPN Server

1. Pertama-tama kita harus mengimport sertifikat dan key yang sudah kita masukkan ke mikrotik. Akses Mikrotik kalian via winbox, kemudian buka New Terminal, lalu ketikkan perintah berikut :

/certificate import file-name=server.crt
/certificate import file-name=server.key


Jika diminta memasukkan passphrase, masukkan saja 1234.

2. Selanjutnya untuk membangun sebuah jaringan VPN seperti ini, kita perlu membuat subnet jaringan virtual baru agar memudahkan kita dalam memonitor jaringan VPN kita ini nantinya. Maksudnya seperti apa? Coba perhatikan gambar dibawah :

Disitu terlihat kita menambahkan sebuah ip baru pada tiap-tiap router, yaitu 10.0.0.1 dan 10.0.0.2. Tujuannya seperti yang sudah saya katakan, agar memudahkan kita dalam memonitor jaringan VPN kita. Nantinya ketika jaringan VPN kita ini sudah terkoneksi, maka yang terbaca adalah kedua ip baru tersebut. Dan kedua ip tersebut harus berada dalam satu subnet. Dalam kasus ini maka mereka tergabung dalam subnet 10.0.0.0/24.

Sekilas pada topologi diatas memang terlihat tidak perlu, karena ether1 dari kedua router saya memang sudah satu subnet, 192.168.0.13 dan 192.168.0.14 sudah tergabung dalam subnet 192.168.0.0/24. Tapi jika di dunia nyata, ip publik tidak akan satu subnet seperti itu. Bisa jadi ether1 pada KPusat adalah 118.97.87.0.1 sedangkan ether1 pada KCabang-1 adalah 184.25.22.11. Nah, makanya untuk menggabungkan kedua ip publik yang berbeda jauh ini kita perlu membuat ip virtual yang seolah-olah kedua router kita terhubung dalam satu subnet.

Untuk membuatnya, arahkan ke menu PPP > Secrets > +

Name : ovpn-KCabang1 #diisi dengan username yang akan digunakan oleh klien untuk koneksi ke VPN Server ini nantinya. Bebas.
Password : passovpn #diisi dengna password yang akan digunakan oleh klien. Bebas.
Local address : 10.0.0.1 #ip virtual yang digunakan oleh KPusat.
Remote address : 10.0.0.2 #ip virtual yang digunakan oleh KCabang-1
Routes : 192.168.11.0/24 10.0.0.2 #mengarahkan jaringan lokal KPusat yang ingin menuju jaringan lokal KCabang-1, harus melewati 10.0.0.2 (ip virtual KCabang-1


Jika sudah klik OK.

3. Terakhir aktifkan interface OVPN Server melalui PPP > Interface > OVPN Server

Enabled : Centang #Untuk mengaktifkan interface OVPN Server
Mode : Ethernet
Certificate : cert1 #pilih sertifikat yang sudah kita import diawal.
Require Client Certificate : Jangan dicentang

Silahkan disesuaikan dengan gambar milik saya ini :



Jika sudah klik OK.

Konfigurasi OpenVPN Client

1. Untuk konfigurasi dari sisi KCabang-1 sebagai OpenVPN Client caranya cukup mudah. Kalian tinggal menambahkan interface OVPN Client untuk mengkoneksikan KCabang-1 ke KPusat.

Arahkan ke menu Interface + > OVPN Client

Connect To : 192.168.0.13 #diisi dengan ip publik asli dari KPusat/OVPN Server
Mode : ethernet
User : ovpn-KCabang1 #samakan dengan Name pada saat membuat PPP Secret pada KPusat
Password : passovpn #samakan dengan Password pada saat membuat PPP Secret pada KPusat



Jika sudah klik Apply. Pastikan Status sudah menunjukkan connected pada sisi kanan bawah sebelum mengklik OK.


2. Selanjutnya kalian perlu menambahkan tabel routing secara manual agar jaringan lokal pada KCabang-1 bisa terhubung dengan jaringan lokal pada KPusat. Masuk ke IP > Routes > + :

Dst. Address : 192.168.10.0/24 #diisi dengan subnet jaringan lokal KPusat
Gateway : 10.0.0.1 #diisi dengan ip virtual KPusat. Karena jika kita ingin menuju 192.168.10.0/24 harus melewati 10.0.0.1.

Jika sudah klik OK.


Sampai tahap ini, proses pengkonfigurasian OpenVPN Server dan OpenVPN Client telah selesai.

Pengetesan

Untuk memastikan bahwa benar kedua jaringan lokal pada KPusat dan KCabang-1 sudah terkoneksi, maka kalian bisa mencoba melakukan ping dari jaringan 192.168.10.0/24 ke jaringan 192.168.11.0/24 maupun sebaliknya.

Contoh, saya melakukan ping dari klien KCabang-1 ber-ip 192.168.11.2 ke klien KPusat yang ber-ip 192.168.10.100 :


Kemudian saya coba traceroute ke 192.168.10.100 dan terlihat bahwa saya melewati ip 10.0.0.1 :


Silahkan dicoba sendiri untuk kebalikannya, yaitu dari KPusat ke KCabang-1.

Semoga bermanfaat :)

SUMBER
Share:

15 July 2014

Cara Memasukkan User Kedalam Profile di User Manager Mikrotik RB750

Pada artikel sebelumnya kita telah mengetahui cara membuat profile di User Manager. Artikel tersebut dapat kalian baca disini.

Lalu sekarang bagaimana caranya memasukkan user-user yang kita buat kedalam profile tersebut?

Caranya sangat mudah. Kalian tinggal arahkan ke menu Users > Add > One. Lalu isikan kolom-kolom yang tersedia seperti berikut :

Username : rizal (isi dengan username yang diinginkan)
Password : 123 (isi dengan password yang diinginkan)
Assign Profile : VIP (pilih profil yang ingin diberikan)

Jika sudah klik Add, dan user baru pun jadi.


Lalu bagaimana caranya jika saya sudah mempunyai sebuah user, dan saya ingin memasukkan user tersebut kedalam profil? 

Caranya sangat mirip dengan cara menambahkan user baru kedalam profil tadi. Bedanya, kalian tidak perlu lagi mengklik menu Add > One. Kalian cukup mengklik saja user yang ingin kalian edit, lalu akan muncul jendela yang sama dengan pada saat kalian membuat user baru.


Selanjutnya tinggal kalian pilih saja profilnya pada Assign Profile dan klik Add.


Yang terakhir, bagaimana jika saya ingin menambahkan beberapa user sekaligus tetapi juga langsung otomatis memasukkannya kedalam profil yang sudah saya buat?

Kalau kasus seperti itu, caranya juga hampir sama. Arahkan ke menu Users > Add > Batch. Kemudian isikan kolom-kolomnya seperti ini :

Number of users : 2 (isi dengan berapa jumlah user yang ingin dibuat)
Username prefix : kosong (isi apabila kalian ingin menambahkan kata tertentu pada tiap user yang dibuat)
Username length : 6 (sesuaikan dengan panjang username yang ingin dibuat)
Pwd same as login : tidak dicentang (centang apabila kalian ingin passwordnya sama dengan username)
Password length : 6 (sesuaikan dengan panjang password yang ingin dibuat)
Assign profile : VIP (pilih profile yang ingin diberikan)

Jika sudah klik Add


Semoga bermanfaat :)
Share:

14 July 2014

Cara Membuat Berbagai Macam Profile di User Manager Mikrotik RB750 Bagian 1

Jika kalian belum menginstall User Manager di Mikrotik RB750, silahkan baca artikel ini terlebih dahulu. Jika kalian belum mengaktifkan User Manager di Mikrotik RB750, silahkan baca artikel ini terlebih dahulu.

Profiles pada User Manager adalah fitur untuk mengelompokkan berbagai macam aturan dalam satu buah profil tertentu. Misalnya, kalian ingin membuat aturan bahwa ada paket internet bernama Paket Unlimited dimana paket ini tidak memiliki batasan kuota maupun kecepatan. Harga paket ini adalah Rp. 100.000/bulan. Nah, aturan-aturan tersebut dapat kita kelompokkan dalam satu buah profil baru misalnya kita beri nama PaketUnlimited. Nantinya, saat kita membuat user-user, kita tinggal masukkan user-user tersebut kedalam profil yang sudah kita buat. Dengan begitu kita tidak perlu melakukan pembuatan aturan-aturan secara manual lagi pada tiap-tiap user.

Pada artikel bagian ini dan bagian-bagian selanjutnya, saya akan memberikan beberapa contoh skenario pembuatan profile internet Hotspot dengan User Manager di Mikrotik RB750. Semoga dengan adanya artikel saya ini, dapat lebih memudahkan kalian dalam memahami cara kerja profile pada User Manager di Mikrotik.

Skenario 1

Kita ingin membuat sebuah paket internet bernama VIP dimana paket ini tidak memiliki batasan kuota maupun kecepatan. Masa berlaku paket ini adalah 1 bulan, dan pelanggan harus membayar Rp. 100.000 perbulan untuk dapat berlangganan paket ini.

Dengan skenario diatas, maka kita dapat menjabarkan kriterianya adalah sebagai berikut :

Nama profil : VIP
Kuota : Unlimited
Kecepatan : Unlimited
Waktu pakai : 1 bulan/30 hari
Harga : Rp. 100.000

Cara membuat :

1. Loginlah terlebih dahulu kedalam User Manager, kemudian akses menu Profiles > Profiles > +

Kemudian isikan kriteria-kriteria yang diinginkan pada tiap-tiap kolom :

Name : VIP (isikan nama profil yang diinginkan)
Name for users : VIP (sama dengan kolom Name)
Validality : 4w2d (isi dengan lama waktu pakai. 4w2d artinya 4 minggu + 2 hari)
Starts : At first logon (profil akan mulai dihitung pada saat digunakan pertama kali login)
Price : 100000.00 (harga profil yang diinginkan)
Shared users : 1 (1 disini berarti 1 user hanya bisa digunakan oleh 1 komputer pada saat online)

Jika sudah klik Save Profile


2. Selanjutnya kalian perlu membuat batas limitasi profil ini. Caranya adalah dengan mengklik Add new limitation pada bagian Profile limitation.

Pada jendela Profile part yang muncul, silahkan kalian centang pada semua hari dan juga isikan 0:00:00 - 23:59:59 pada kolom Time. Ini untuk memberi tahukan kapan saja limitasi yang akan kita buat ini berjalan.


Langkah berikutnya kalian klik New limit pada bagian Limits untuk membuat limitasi baru.

Pada jendela Limitation details yang muncul, silahkan kalian isi dengan kriteria yang sudah kita tentukan. Untuk skenario 1, maka yang perlu kita isi adalah :

Name : Unlimited (nama limitasi baru)
Download : 0B (batas kuota download yang diinginkan. Jika 0, berarti unlimited)
Upload : 0B (batas kuota upload yang diinginkan. Jika 0, berarti unlimited)
Rate Limit Rx : 512k (maksimum kecepatan bandwidth download yang diperoleh. Isikan dengan maksimum bandwidth yang kalian punya)
Rate Limit Tx : 512k (maksimum kecepatan bandwidth upload yang diperoleh. Isikan dengan maksimum bandwidth yang kalian punya)
Min rate Rx : 512k (minimum kecepatan bandwidth download yang diperoleh. Isikan dengan maksimum bandwidth yang kalian punya)
Min rate Tx : 512k (minimum kecepatan bandwidth upload yang diperoleh. Isikan dengan maksimum bandwidth yang kalian punya)
Priority : 1 - Highest (prioritas tertinggi. aktifitas profil ini akan lebih didahulukan dibanding profil lain)

Jika sudah klik Save.


Kemudian pastikan bahwa limitasi Unlimited yang sudah dibuat barusan sudah tercentang pada jendela Profile Part, baru setelah itu klik tombol Save.


3. Terakhir, klik kembali Save Profile pada tab Profile. Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut :


Sampai sini pembuatan profile Unlimited telah selesai. Jika kalian belum tahu cara untuk memasukkan user kedalam profil yang sudah dibuat, silahkan baca artikel Cara memasukkan user ke dalam profil yang sudah dibuat di User Manager Mikrotik RB750.

Lanjut ke Cara Membuat Berbagai Macam Profile di User Manager Mikrotik RB750 Bagian 2 untuk mengetahui skenario profile lainnya.

Semoga bermanfaat :)
Share:

27 June 2014

Mengaktifkan User Manager untuk Hotspot di Mikrotik RB750

Bagi kalian yang belum menginstall User Manager di Mikrotik RB750, silahkan lihat artikel saya Cara Install User Manager di Mikrotik RB750 terlebih dahulu, sebelum melanjutkan membaca artikel ini.

Seperti yang sudah saya ceritakan pada postingan saya yang ini, bahwa User Manager sering dikolaborasikan dengan fitur Hotspot Mikrotik. Karena dengan User Manager ini, kita dapat lebih bervariasi dalam membuat kebijakan-kebijakan untuk klien-klien kita. Baik itu kebijakan pembatasan quota, pembatasan waktu pemakaian, pembatasan kecepatan, sampai dengan pembuatan voucher login untuk mereka.

Pada postingan ini saya akan menunjukkan cara bagaimana mengaktifkan User Manager untuk Hotspot di Mikrotik RB750. Yuk, kita mulai saja.

Tahap Konfigurasi pada sisi Radius dan Hotspot Mikrotik

1. Pertama, pastikan bahwa fitur Hotspot sudah kalian aktifkan. Jika belum, lihat artikel saya yang ini.

2. Jika sudah, akses Mikrotik kalian melalui winbox, lalu arahkan ke menu Radius > +. Kemudian isi dengan ketentuan berikut :

Service : centang pada Hotspot.
Address : 127.0.0.1
Secret : isikanbebastapijanganyangmudahditebak (saya ambil contoh 12345 saja)


Klik Apply > OK jika sudah.

3. Masih pada jendela Radius, klik pada tombol incoming dan centang bagian Accept.


Kemudian klik Apply > OK.

4. Selanjutnya masuklah ke menu IP > Hotspot > Server Profiles. Disitu pilihlah profil server hotspot yang sedang kalian gunakan. Biasanya bernama hsprof1. Klik dua kali saja pada entri tersebut.


Pada jendela yang terbuka, klik tab RADIUS kemudian centang pada bagian Use Radius. Setelah itu klik Apply > OK.


5. Terakhir, kita harus membuat user admin untuk memanajemen panel User Manager nantinya. Caranya kalian klik menu New Terminal kemudian ketikkan perintah berikut :

/tool user-manager customer set admin password=5432

nb : silahkan kalian ganti passwordnya dengan keinginan kalian masing-masing.


Sampai sini tahap konfigurasi pada sisi radius dan hotspot sudah selesai.

Tahap Konfigurasi pada sisi User Manager

1. Pada tahap ini, akseslah admin panel User Manager dengan mengarahkan browser kalian ke alamat http://ipmikrotik/userman. Kemudian silahkan kalian login dengan user yang sudah pernah kalian buat sebelumnya.

2. Berikutnya, masuklah ke menu Routers > Add > New.


Isikan pada jendela baru yang muncul seperti berikut :

Name : bebas
Ip Address : 127.0.0.1
Secret : 12345 (sama dengan secret yang sudah diisi sebelumnya saat membuat server Radius baru)
Time Zone : +07.00

nb : untuk time zone Indonesia, saya sudah coba yang paling cocok adalah menggunakan konfigurasi +07.00.


Jika sudah klik Save.

Sampai sini tahap pengaktifan User Manager untuk Hotspot di Mikrotik RB750 sudah selesai. Baru setelah ini kalian bisa membuat user klien, membuat paket-paket internetnya, membuat vouchernya, dan lain-lain. InsyaAllah saya akan membahas semuanya lain waktu.

Semoga bermanfaat :)


SUMBER

Share:

23 June 2014

Install User Manager di Mikrotik RB750 Versi 5.26

Di Mikrotik, terdapat salah satu fitur yang cukup powerful bernama User Manager. User Manager ini adalah server Radius yang intinya dapat kita gunakan untuk mengkonfigurasi, mengontrol, maupun memonitor user-user di Mikrotik. User-user tersebut antara lain user Hotspot, user Mikrotik itu sendiri, PPP User, hingga DHCP User.

Fitur dari User Manager yang paling sering saya gunakan adalah untuk mengkonfigurasi User Hotspot, dimana saya bisa membuat voucher, sistem pembayaran billing, dll.

Di Mikrotik seri RB750 paket User Manager ini belum terinstall. Oleh karena itu kita harus menginstallnya secara manual.

1. Pertama kalian harus melihat terlebih dahulu versi dari paket-paket yang terinstall di Mikrotik kalian. Caranya adalah dengan mengakses System > Packages.


Disitu terlihat bahwa paket-paket di Mikrotik saya adalah versi 5.26. Tapi sebelumnya itu masih versi 5.24, saya hanya lupa men-screenshotnya saja sebelum saya upgrade.

Oke, kita anggap versi kalian masih yang 5.24 ya. Karena ketika saya baru membeli Mikrotik RB750 ini pada bulan Mei 2014 kemarin, versi defaultnya adalah versi 5.24.

2. Langkah berikutnya adalah kalian harus mengupgrade RouterOS Mikrotik kalian agar menjadi versi 5.26. Karena paket yang tersedia di situs resmi Mikrotik hanya yang versi 5.26 untuk yang paling barunya. Tapi jika kalian sudah memiliki paket user-manager versi 5.24, kalian tidak perlu mengikuti langkah upgrade yang akan saya jabarkan berikut ini.

Pertama-tama kalian klik Check For Updates pada layar System > Packages yang sebelumnya.

Setelah itu kalian klik Download and Upgrade. Tunggu hingga proses pendownloadan selesai.


Jika berhasil, Mikrotik akan otomatis reboot sendiri.

3. Selanjutnya pastikan bahwa versi RouterOS kalian sekarang sudah versi 5.26 dengan cara melihat ke System > Packages lagi.


4. Proses selanjutnya adalah kalian harus mendownload file dari si user managernya di alamat www.mikrotik.com/download.

Klik pada bagian mipsbe, kemudian klik pada gambar arsip pada bagian All Packages tapi pada kolom v5.26. Tunggu hingga proses download selesai.


5. Setelah download selesai, ekstraklah file tersebut, kemudian cek apakah didalamnya terdapat file bernama user-manager-5.26-mipsbe.npk. Jika ada, maka kalian tinggal mengupload file tersebut ke Mikrotik. Kalian bisa menggunakan Filezilla untuk melakukan ini. Atau jika kalian menggunakan Windows, kalian bisa tinggal mendrag file tersebut ke menu Files Mikrotik.

nb : Jangan letakkan file tersebut didalam folder apapun, dia harus berada di root directory dari si Mikrotik.



6. Jika sudah, restartlah Mikrotik kalian dengan mengakses menu System > Reboot. Jika berhasil, seharusnya pada saat Mikrotik sudah nyala kembali, paket User Manager sudah terinstall. Kalian bisa mengeceknya pada System > Packages.


Jika masih kurang yakin, kalian bisa coba mengakses si Admin Panel dari User Manager dengan mengakses http://ipmikrotik/userman, contoh : http://192.168.88.1/userman pada web browser. Seharusnya akan muncul halaman login seperti berikut :

Semoga bermanfaat :)
Share:

21 June 2014

Cara Memblok Situs Berdasarkan Kata Kunci di Mikrotik

Linuxku.com sudah pernah memposting artikel mengenai cara mengaktifkan transparent web proxy di Mikrotik dan juga cara simpel memblokir situs di Mikrotik. Nah, pada kesempatan kali ini saya akan kembali memposting artikel yang masih ada kaitannya dengan kedua artikel tersebut, yaitu cara memblok situs berdasarkan kata kunci di Mikrotik.

Prinsip dari teknik ini adalah memblokir semua situs yang diakses ketika alamat url dari situs tersebut mengandung kata kunci yang kita berikan. Misalnya ketika kita sedang search kata kunci "porno" di wikipedia, maka otomatis wikipedia akan men-generate alamat url otomatis seperti berikut http://en.wikipedia.org/w/index.php?search=porno&title=Special%3ASearch&go=Go. Disitu terlihat ada kata "porno" yang terselip diantara url si wikipedianya, nah ketika muncul keadaan seperti ini maka mikrotik akan langsung memblokirnya.

Menarik? Untuk mengaktifkannya kalian tinggal mengarahkan ke menu IP > Web Proxy > Access > +

Kemudian atur menjadi :

Src. Address : 192.168.88.0/24
Path : *porno*
Action : deny

nb :
Src Address adalah klien yang ingin kalian blok.
Path adalah kata kunci yang ingin kalian blok.


Jika sudah klik Apply > OK.

Sekarang cobalah untuk mencari kata kunci porno pada web manapun (asal masih menggunakan protokol http), maka seharusnya Mikrotik akan langsung memblokirnya.



Semoga bermanfaat :)
Share:

Blog Archive