Kisi-kisi Soal UTS dan UAS Elektronika Beserta Jawaban

SOAL A 1) Berikut ini yang termasuk komponen elektronika dengan jenis komponen pasif yaitu ....

Kisi-kisi Soal UTS dan UAS Sistem Terdistribusi Beserta Jawaban

SOAL A 1. Berikut ini yang merupakan karakteristik dari definisi sistem terdistribusi adalah ....

Remove Bios Password and Harddissk (HDD) Laptop

I think to remove the bios password on an average PC is already can, although without having to memorize the password. the system jumpers or removing battery bios. ever see a supervisor, admin, system, HDD, bios, setup password?

Memperbaiki Kick Starter Motor Matic

Motor Matic is a motor that is the easiest to use and most in our homeland. please note that the motor also takes care of very sensitive, just like a computer that also takes care of sensitive anyway.

Gejala Kerusakan Mesin Air Submersible Metabo

Mesin Air Submersible atau yang sering disebut kebanyakan orang (satelit) ini sangat bagus, dengan sistemnya yang canggih dan fleksible. tipe mesin yang berbasis kerja di dalam tanah dan hanya menggunakan satu pipa ini, sangat berguna untuk anda yang memiliki banyak lumpur atau air kuning setelah pengeboran.

Showing posts with label Fedora. Show all posts
Showing posts with label Fedora. Show all posts

17 January 2013

Fedora 18 "Spherical Cow" Dirilis !


Salah satu distro Linux yang cukup terkenal, Fedora, hari ini merilis versi terbarunya yaitu Fedora 18 dengan Codename Spherical Cow. Fedora 18 hadir dengan Kernel 3.6 dan GNOME 3.6 sebagai Desktop Environment defaultnya.


Selain itu, Fedora 18 juga tampil dengan User Interface installer yang baru bernama UEFI Secure Boot support. Dengan fitur ini Fedora 18 dapat diinstall berbarengan dengan Windows 8. Jadi bagi kalian yang ingin dual-boot dengan Windows, jangan kawatir lagi ya. :D





Aplikasi-aplikasi default bawaan dari Fedora 18 ini antara lain : Nautilus 3.6.3, GNOME Control Center 3.6.3, Evolution 3.6.3, GNOME Documents 3.6.2, GNOME Boxes 3.6.2, Deja Dup backup tool 24.0, Rhythmbox 2.98, Empathy 3.6.2, Firefox 18, Cheese 3.6.2, Shotwell 0.13.1, Transmission 2.72, GDM 3.6.2 and LibreOffice 3.6.3.2, dan tidak lupa juga GNOME 3.6 serta GTK 3.6.2.

Berikut adalah beberapa screenshot Fedora 18 :




Naaah, sekarang bagi kalian yang ingin menjajal distro Linux yang satu ini silahkan klik gambar dibawah ya :


Semoga bermanfaat :)

SUMBER
Share:

05 December 2012

Cara Mendownload Seluruh Isi Folder Website dengan Wget


Baru-baru ini saya punya rencana untuk mendownload seluruh isi materi milik pak Onno yang tersedia di web belajar.internetsehat.org/pustaka. Namun ketika saya ingin coba download, ternyata agak sulit untuk dapat mendownload seluruh isi folder sekaligus dengan cara mendownload yang biasa.

AKhirnya setelah mencari-cari di google, saya pun mendapatkan cara untuk mendownload seluruh isi folder Website menggunakan aplikasi Wget. Wget adalah download manager bawaannya linux yang dapat bekerja di latar belakang dan membiarkan Wget menyelesaikan pekerjaan donwnloadnya sampai selesai. Wget dapat mengikuti link pada halaman HTML dan XHTML dan membuat versi lokal situs web remote, sepenuhnya menciptakan struktur direktori situs asli. Ini kadang-kadang disebut sebagai “rekursif men-download”. Wget dirancang untuk koneksi lebih lambat atau koneksi jaringan tidak stabil, jika download gagal karena masalah jaringan, ia akan terus mencoba lagi sampai seluruh file selesai di download. Jika server mendukung regetting, ia akan memerintahkan server untuk melanjutkan download dari mana ia tinggalkan.

Nah, untuk prakteknya, langsung saja ketikkan perintah wget -m urllengkap di terminal. Contohnya adalah seperti ini :

$ wget -m http://belajar.internetsehat.org/pustaka/


Semoga bermanfaat :)

SUMBER
Share:

03 December 2012

Kompresi Gambar dengan Converseen di Fedora 17


Hai teman-teman setia LinuxKU.com. Rasanya sudah lama sekali saya absen dari dunia perbloggingan karena banyaknya kesibukan dan rutinitas saya. Huff maklum sudah mendekati UAS nih -_-

Nah, pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan sedikit trik untuk mengkompresi gambar dengan cepat dan mudah di Linux. Yaitu menggunakan aplikasi yang bernama Converseen. Aplikasi ini sangat mudah digunakan dan powerfull sekali. Karena cukup dengan beberapa klik sana sini, kita sudah bisa mengkompres ukuran gambar dengan cepat. Bahkan kemarin saya berhasil mengkompress ukuran sekitar 500 gambar dengan ukuran awalnya sebesar 4GB, hanya dalam setengan jam, ukuran itu bisa diperkecil hingga 80 MB saja.

Penasaran? Berikut adalah cara menginstall Converseen di Fedora 17.

Buka terminal dan kemudian ketikkan perintah berikut :

$ sudo yum -y install converseen

Tunggu hingga proses selesai.

Untuk menjalankannya kalian tinggal cari aplikasi Converseen di bagian Graphic. Cara penggunaannya cukup mudah kok. Tinggal pilih saja disitu terdapat banyak menu yang dapat digunakan sesuai kebutuhan kalian masing-masing.


Semoga bermanfaat :)
Share:

22 November 2012

Cara Sharing File dengan Samba di Fedora 17 (Part 2)


Setelah postingan sebelumnya kita sudah bermain-main dengan iptables, sekarang saya ingin melanjutkan kembali postingan saya beberapa hari yang lalu yaitu Cara Sharing File dengan Samba di Fedora 17 (Part 1).

Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, di part 2 ini kita akan menerapkan cara sharing file menggunakan autentikasi password. Sehingga orang yang boleh mengakses file sharing kita hanyalah yang sudah memiliki akun saja. Caranya bagaimana? Yuk simak terus postingan ini!

Disini saya sudah anggap kalian telah menginstall samba dengan benar. Jika kalian belum tau cara menginstall samba di Fedora 17, silahkan merujuk ke postingan Cara Sharing File dengan Samba di Fedora 17 (Part 1)

1. Setelah samba berhasil terinstall dengan baik, edit file /etc/samba/smb.conf dengan mengetikkan perintah berikut :

# nano /etc/samba/smb.conf

2. Edit beberapa bagian terlebih dahulu seperti workgroup dan host allow sama seperti pada postingan saya yang part 1. Jika kalian masih belum tau caranya, kalian bisa langsung meluncur ke sini.

3. Jika sudah, barulah kalian bisa melanjutkan ke bagian yang ini. Pada baris paling bawah, tambahkan kode berikut :

[Software] # Nama folder yang ingin kalian share (bebas)
path = /home/rizal/Downloads
# directory yang akan dishare

writable = no # tidak dapat ditulis (cut,delete,dll)
browseable = yes
# bisa diakses
create mode = 0700
# Akses penuh pada seluruh file hanya untuk pemilik direktori
directory mode = 0700
# Akses penuh pada seluruh direktori hanya untuk pemilik direktori

security = user # Akses menggunakan autentikasi password


Setelah itu simpan dan tutup file tersebut

4. Langkah selanjutnya adalah memberikan user kalian password Samba agar memiliki hak akses untuk membuka direktori yang telah kalian share barusan. Caranya adalah sebagai berikut :

# smbpasswd -a namauser

Kemudian isikan password baru sebanyak dua kali. Namauser disini adalah nama user kalian masing-masing, misalnya kalau saya namausernya adalah rizal, maka ditulisnya adalah smbpasswd -a rizal. Nantinya user dan password ini yang akan kalian gunakan untuk mengakses direktori yang telah kalian share.

4. Terakhir jalankan service dan aktifkan Samba pada saat komputer booting dengan perintah ini :

# systemctl start smb.service
# systemctl start nmb.service
# systemctl enable smb.service
# systemctl enable nmb.service


Sekarang cobalah untuk mengakses folder yang telah kalian sharing tersebut dari komputer lain, maka kalian akan dimintai password terlebih dahulu sebelum dapat mengakses foldernya.



Semoga bermanfaat :)
Share:

21 November 2012

Membuat Background Conky Transparan di Fedora KDE


Ketika saya dulu masih memakai Ubuntu dengan Unity sebagai Desktop Environtmentnya, saya hampir tidak pernah mengalami masalah dalam hal mengkonfigurasi conky. Begitu mudahnya sampai hampir seminggu sekali saya gonta-ganti tampilan conky di mesin saya. Namun setelah saya memakai Fedora 17 yang menggunakan KDE sebagai Desktop Environtmentnya, baru hari ini saya mencoba untuk menginstall conky. Overall, secara instalasi maupun konfigurasi conky di Ubuntu dengan di Fedora hampir seluruhnya mirip. Namun ketika saya coba jalankan script conkynya, ada keanehan yang terjadi. Tampilan conky yang muncul memiliki sebuah background hitam di belakangnya. Jadi tidak transparant gitu. Maaf saya tidak bisa memberikan skrinsutnya nih -_-

Nah, setelah saya searching di internet, ternyata hal tersebut terjadi karena 2 hal, yaitu :

1. Conky menggunakan pseudo-transparency bukannya actual-transparency yang dimiliki KDE.
2. KDE tidak menggambar wallpaper ke root window, melainkan hanya ke plasma desktopnya saja. Jadi ketika si conky meminta wallpaper ke root window, yang muncul hanya background hitam saja karena memang di root window tidak ada wallpapernya.

Oleh karena sebab diatas, kita memerlukan sebuah aplikasi yang dapat menggambarkan wallpaper ke root window. Disini kita akan memakai aplikasi yang bernama feh. Caranya adalah sebagai berikut :

1. Install feh nya terlebih dahulu :

$ sudo yum install feh

2. Buatlah sebuah file startup atau edit file startup conky yang telah kalian buat sebelumnya dengan isi seperti ini :

#!/bin/sh
feh --bg-scale /tempatwallpaperberada/wallpaper.png
sleep 10
conky &
exit 0


Berikut adalah contoh milik saya :

#!/bin/sh
feh --bg-scale /home/rizal/Pictures/Firefox_wallpaper.png
sleep 20
conky &
exit 0


3. Berikan hak akses executable pada file tersebut dengan perintah berikut :

$ chmod +x namafilestartup

4. Setelah itu letakkan file startup tersebut pada System Settings > Startup and Shutdown > Autostart agar ketika booting conky akan langsung tampil.

5. Terakhir restart komputer kalian dan sekarang lihat conky kalian pasti sudah transparan seperti layaknya conky yang biasanya. :D


Semoga bermanfaat :)
Share:

19 November 2012

Cara Mendisable SELinux di Fedora 17


Lanjut lagi postingan mengenai Fedora 17, kali ini saya akan membahas mengenai SELinux. Apa itu SELinux? SELinux adalah Varian Linux yang mengimplementasikan berbagai kebijakan keamanan melalui penggunaan Linux Security Modules (LSM) di dalam kernel Linux. Jadi semacam metode pengamanan gitu lah, hampir hampir mirip kayak Firewall. Namun SELinux berbeda dengan Firewall, begitupun sebaliknya.
Untuk ukuran pengamanan server SELinux merupakan pilihan yang sangat cocok untuk mengamankan server-server kalian karena keampuhan dan kekompleksannya. Namun untuk ukuran sebuah komputer desktop, SELinux menurut saya agak kurang cocok untuk diterapkan, karena sangat ribet dan terlalu rewel. Untuk mengakses segala sesuatu menjadi sulit karena dibatasi oleh SELinux ini.

Nah oleh karena itu pada postingan kali ini saya ingin membagikan cara untuk mendisable SELinux di Fedora 17. Bagaimana ya caranya? Yuk simak terus postingan yang ini.

1. Edit file /etc/selinux/config

$ sudo nano /etc/selinux/config

Setelah terbuka, carilah bagian SELINUX=enforcing didalamnya. Kalo udah ketemu, ganti bagian enforcing tersebut menjadi disabled seperti yang terlihat pada gambar dibawah :


Jika sudah simpan dan tutup file tersebut.

Apabila tidak ada kesalahan ketika mengedit, maka seharusnya sekarang SELinux Fedora 17 kailan sudah tidak aktif kembali.

Semoga bermanfaat :)
Share:

12 November 2012

Mengatasi Error "Can not open font file True" di Fedora 17


Sudah beberapa hari ini saya menyadari ada yang aneh pada Fedora 17 saya ketika melakukan booting. Sesaat sebelum muncul tampilan plymouth, entah kenapa di layar saya muncul sebuah pesan error yaitu Can not open font file True. Sayangnya maaf saya tidak bisa mengambil screenshotnya T.T.

Nah, walaupun pesan error ini tidak menimbulkan efek yang aneh-aneh, tapi menurut saya munculnya pesan error tersebut agak mengganggu saja. Tidak sedap dipandang lah pokoknya.

Pesan error ini muncul kira-kira karna tidak adanya file font yang dipilih oleh si Fedora 17 ketika ia booting. Makanya disini kita akan mengarahkan konfigurasi font tersebut ke arah letak file font yang benar. Berikut ini adalah cara-caranya :

1. Edit file /etc/default/grub dengan perintah berikut :

$ sudo nano /etc/default/grub

Setelah terbuka, cari baris GRUB_CMDLINE_LINUX dan disitu carilah skrip SYSFONT=True. Jika sudah ketemu, ganti dan tambahkan skrip tersebut menjadi seperti berikut :

SYSFONT=latarcyrheb-sun16

Sehingga kira-kira baris tersebut akan menjadi begini :

GRUB_CMDLINE_LINUX="rd.md=0 rd.lvm=0 rd.dm=0 SYSFONT=latarcyrheb-sun16 KEYTABLE=us rd.luks=0 LANG=en_US.UTF-8"


Simpan dan tutup file tersebut dengan menekan CTRL + W, lalu tekan Y, lalu Enter.

2. Kemudian edit juga file /etc/sysconfig/i18n dengan perintah berikut ini :

$ sudo nano /etc/sysconfig/i18n

Didalamnya juga kira-kira ada baris yang sama yaitu SYSFONT=True. Ganti menjadi sama seperti yang barusan telah kalian lakukan, yaitu mengganti baris SYSFONT=True menjadi SYSFONT=latarcyrheb-sun16.


Jika sudah, simpan dan tutup file tersebut.

3. Langkah terakhir adalah mengaktifkan konfigurasi diatas dengan perintah ini :

$ sudo grub2-mkconfig -o /boot/grub2/grub.cfg

Sekarang coba restart komputer kalian. Seharusnya kalian sudah tidak akan menemukan pesan error "Can not open font file True" lagi.

Semoga bermanfaat :)

SUMBER
Share:

07 November 2012

Install SWAT (Samba Web Administration Tools) di Fedora 17


Sudah hampir tiga hari ini saya selalu membahas mengenai cara instalasi dan sharing file dengan Samba di Fedora 17. Nah pada postingan kali ini saya masih membahas seputar Samba. Yaitu Cara Install SWAT di Fedora 17. Apa itu SWAT? SWAT (Samba Web Administration Tools) adalah aplikasi berbasis web yang digunakan untuk mengadministrasi Samba. Fungsinya hampir mirip seperti Phpmyadmin atau Webmin saja sih sebenarnya, yaitu untuk memudahkan dalam mengontrol dan mengkonfigurasi aplikasi yang tidak ada tampilan GUInya. Jadi enak, kalau ingin mengkonfigurasi Samba tidak perlu lagi untuk mengedit secara manual file smb.conf nya, tapi cukup tinggal klak-klik doang jika menggunakan SWAT.

Untuk menginstall SWAT di Fedora 17, cara-caranya adalah sebagai berikut :

1. Install xinetd dan SWAT

# yum -y install xinetd samba-swat

2. Edit file /etc/xinetd.d/swat

# nano /etc/xinetd.d/swat

Cari baris disable = yes, lalu ganti menjadi disable = no


Jika sudah, simpan dan tutup file tersebut.

3. Jalankan service dan mengaktifkan SWAT saat komputer autostart

# systemctl start xinetd.service
# systemctl enable xinetd.service


4. Testing

Buka browser dan arahkan ke alamat http://localhost:901, nanti jika diminsta memasukkan username dan password, masukkan username dan password root kalian. Jika berhasil maka akan muncul tampilan seperti ini.


Semoga bermanfaat :)

SUMBER
Share:

06 November 2012

Cara Sharing File dengan Samba di Fedora 17 (Part 1)


Postingan selanjutnya mengenai administrasi Server di Fedora 17 adalah cara Sharing file dengan Samba. Yup, kali ini kita akan belajar membuat sebuah file server yang dapat diakses oleh multi platform baik itu Linux, Windows, maupun Mac.

Pada postingan Samba ini, saya akan membaginya menjadi dua part. Part yang pertama adalah sharing file dengan Samba dengan hak akses penuh untuk semua user. Sedangkan part yang kedua nanti adalah sharing file dengan Samba yang menggunakan autentikasi password. Baiklah, langsung saja ya, yuk check this out!

Cara Sharing File dengan Samba di Fedora 17 (Part 1)

1. Install Samba :

# yum -y install samba

2. Edit file smb.conf :

# nano /etc/samba/smb.conf

Cari baris workgroup (gunakan CTRL + W untuk mencari kata kunci), lalu ganti menjadi workgroup = WORKGROUP.

Cari lagi baris hosts allow = dan ganti menjadi hosts allow = 127. 192.168. 172.16.


nb : 192.168. dan 172.16. adalah jangkauan network dari client yang ingin mengakses file yang telah kalian sharing. Jika client kalian ip addressnya adalah 10.8.0.1, maka tambahkan pada hosts allow tersebut baris 10.8.



Kemudian pada baris paling bawah, tambahkan kode-kode berikut ini :

[Share] # Nama folder yang ingin kalian share (bebas)
path = /home/share
# directory yang akan dishare
writable = yes
# dapat ditulis (cut,copy,dll)
guest ok = yes
# Guest boleh mengakses
guest only = yes
# Hanya Guest yang boleh akses
create mode = 0777
# Akses penuh pada seluruh file
directory mode = 0777
# Akses penuh pada seluruh direktori
share modes = yes
# Bisa dishare


Simpan dan tutup file tersebut.

3. Buat direktori yang ingin dishare :

# mkdir /home/share

4. Beri hak akses penuh pada Guest user :

# chown -R rizal.rizal /home/share
# chmod -R 777 /home/share


nb: rizal adalah nama user kalian masing-masing. Pokoknya selain user root.

5. Jalankan service dan mengaktifkan Samba pada saat komputer startup

# systemctl start smb.service
# systemctl start nmb.service
# systemctl enable smb.service
# systemctl enable nmb.service


Semoga bermanfaat :)

SUMBER
Share:

05 November 2012

Install FTP Server Proftpd di Fedora 17


Setelah kemarin saya sudah memposting tentang cara instalasi LAMP Webserver dan SSH Server dengan Fedora 17, pada kesempatan kali ini saya ingin memposting tentang cara instalasi aplikasi server yang lainnya di Fedora 17. Yaitu cara Install FTP Server dengan menggunakan Proftpd di Fedora 17.

Bagi yang belum mengetahui apa itu FTP Server, FTP Server adalah sebuah aplikasi server yang bergerak di bidang download dan upload file di jaringan. Untuk mengetahui lebih lanjut apa itu FTP Server, mungkin kalian bisa searching-searching dulu di internet, karena sudah banyak kok yang membahas ini disana. Baiklah, langsung saja cekidot!

1. Install FTP Proftpd Server-nya :

# yum -y install proftpd

2. Edit file /etc/proftpd.conf

# nano /etc/proftpd.conf

Disini edit beberapa baris konfigurasi seperlu kalian saja. Seperti baris ServerName, ServerAdmin, dan ServerIdent. Selain itu biarkan saja apa adanya.


3. Tambahkan user yang dilarang mengakses FTP :

Proftpd memiliki fitur untuk membatasi siapa-siapa saja yang diperbolehkan untuk mengakses FTP Server. Semua user yang TIDAK diperbolehkan tersebut dideskripsikan pada file /etc/ftpusers.

# nano /etc/ftpusers


4. Jalankan service dan mengaktifkan autostart saat komputer booting

# systemctl start proftpd.service
# systemctl enable proftpd.service


5. Testing

Buka browser dan arahkan browser kalian ke alamat ftp://localhost. Nanti akan muncul permintaan login, isikan dengan username dan password kalian masing-masing.



Semoga bermanfaat :)

SUMBER
Share:

04 November 2012

Dimanakah script /etc/rc.local di Fedora 17 ?


Ketika saya dulu masih menggunakan Ubuntu di laptop saya, saya sering memasukkan script-script pada file rc.local agar script tersebut dapat berjalan otomatis ketika Ubuntu pertama kali dimulai/booting. Namun ketika saya baru bertemu Fedora 17 yang sekarang ini, ternyata file /etc/rc.local tersebut tidak ada. Nah loh, ada dimana ya?

Akhirnya setelah googling-googling saya pun menemukan caranya. Awalnya saya sempat mengira file rc.local ini namanya beda kalo di Fedora, eh ternyata tidak. Nama file dan kegunaannya sama, tetap rc.local. Namun semenjak Fedora versi 16, file rc.local ini udah ditiadakan gatau kenapa. Nah, untuk memunculkan file rc.local ini kembali, caranya cukup mudah, yaitu seperti yang saya jabarkan dibawah ini :

1. Masuk mode root :

$ su

2. Buat file rc.localnya :

# touch /etc/rc.d/rc.local

3. Edit file rc.local :

# nano /etc/rc.d/rc.local

Setelah terbuka, tambahkan skrip berikut ini didalamnya :

#!/bin/sh

Nantinya jika kalian ingin menambahkan script-script apapun tinggal tambahkan dibawah baris #!/bin/sh tadi. Jika sudah simpan dan tutup filenya.

4. Berikan hak akses executable :

# chmod 755 /etc/rc.d/rc.local

Semoga bermanfaat :)

SUMBER
Share:

29 October 2012

Mengatasi Error SSH : Connection refused port 22 di Fedora 17


Postingan kali ini sebenarnya hanyalah sharing pengalaman pribadi saya tentang kesalahan fatal yang saya perbuat terhadap mesin Fedora saya.

Awal mula masalahnya adalah ketika saya mencoba menginstall SSH server di laptop saya, tidak tahu kenapa SSH tersebut tidak mau jalan. Saya sendiri tidak tahu apa yang menyebabkan hal tersebut. Saya sudah coba bermacam cara tapi tetap tidak ketemu juga. Hingga akhirnya saya menemukan pesan error seperti ini :

[root@empol rizal]# systemctl status sshd.service
sshd.service - OpenSSH server daemon
Loaded: loaded (/usr/lib/systemd/system/sshd.service; enabled)
Active: failed (Result: exit-code) since Fri, 26 Oct 2012 14:49:45 +0700; 5s ago
Process: 4357 ExecStart=/usr/sbin/sshd -D $OPTIONS (code=exited, status=255)
Process: 4351 ExecStartPre=/usr/sbin/sshd-keygen (code=exited, status=0/SUCCESS)
CGroup: name=systemd:/system/sshd.service

Oct 26 14:49:45 empol sshd[4357]: /var/empty/sshd must be owned by root and not group or world-writable.



Nah loh. Lihat yang saya tandai merah diatas. Disitu tertulis bahwa file /var/empty/sshd harus dimiliki oleh root dan tidak boleh berstatus world-writeable.

Berdasarkan informasi tersebut, akhirnya sayapun mencoba mengeksekusi perintah berikut :

# chown -R root.root /var/empty/sshd
# chown -R 700 /var/empty/sshd


Lalu saya restart service dari ssh nya :

# systemctl restart sshd.service

Dan walaaa! Pesan error itu pun menghilang, dan SSHnya sekarang sudah berjalan. :D

[root@empol rizal]# systemctl status sshd.service
sshd.service - OpenSSH server daemon
Loaded: loaded (/usr/lib/systemd/system/sshd.service; enabled)
Active: active (running) since Fri, 26 Oct 2012 14:51:00 +0700; 2s ago
Process: 4391 ExecStartPre=/usr/sbin/sshd-keygen (code=exited, status=0/SUCCESS)
Main PID: 4396 (sshd)
CGroup: name=systemd:/system/sshd.service
└ 4396 /usr/sbin/sshd -D

Oct 26 14:51:00 empol sshd[4396]: Server listening on 0.0.0.0 port 22.
Oct 26 14:51:00 empol sshd[4396]: Server listening on :: port 22.



Jika kalian pernah mengalami hal yang serupa seperti diatas, semoga artikel ini dapat memberikan solusinya.

Semoga bermanfaat :)
Share:

28 October 2012

Install LAMP Webserver di Fedora 17


LAMP (Linux, Apache, Mysql, PHP, Perl, Phyton) adalah aplikasi-aplikasi Open Source yang digunakan untuk membangun sebuah webserver di Linux. Dimana Apache sebagai webserver, Mysql sebagai database server, dan PHP, Perl, maupun Python sebagai basis bahasa pemrogramannya. Ini adalah aplikasi Web Server favorit saya yang sering saya pelajari :D

Nah pada postingan kali ini, saya akan menuliskan cara-cara install LAMP Webserver di Fedora 17. Check this out!

1. Install Mysql

Pertama-tama install terlebih dahulu Mysqlnya dengan perintah berikut :

# yum install mysql mysql-server

Kemudian aktifkan dan jalankan service dari Mysqlnya :

# systemctl enable mysqld.service
# systemctl start mysqld.service


Setelah itu tambahkan password mysql dengan perintah ini karena user root pada mysql di Fedora 17 belum ada passwordnya secara default :

mysqladmin -u root password passwordmysqlkalian

2. Install Apache

Apache di Fedora 17 namanya bukanlah apache2 seperti yang ada di distro-distro turunan Debian. Melainkan bernama httpd. Untuk menginstallnya silahkan eksekusi perintah berikut :

# yum install httpd php php-common

Kemudian aktifkan dan jalankan service dari apachenya :

# service httpd start
# chkconfig httpd on



3. Install PHP

Untuk membuat webserver kalian support bahasa pemrograman PHP, kalian harus menginstallkan modul PHP pada apache. Caranya adalah sebagai berikut :

# yum install php-pecl-apc php-cli php-pear php-pdo php-mysql php-pgsql php-pecl-mongo php-sqlite php-pecl-memcache php-pecl-memcached php-gd php-mbstring php-mcrypt php-xml

Setelah terinstall, sekarang coba buatlah sebuah file .php untuk mengetes apakah apache sudah terintegrasi dengan PHP atau belum. Ketikkan perintah berikut :

# nano /var/www/html/phpinfo.php

Isikan didalamnya dengan kode berikut :

<?php
phpinfo();
?>


Simpan file tersebut, kemudian arahkan ke alamat http://localhost/phpinfo.php dari browser kalian. Jika muncul gambar seperti dibawah ini maka kalian telah berhasil menginstall PHP di webserver kalian.


4. Install PHPMyadmin

PHPMyadmin adalah aplikasi untuk memanajemen mysql database berbasis web. Jadi kalian tidak usah memanajemen mysql secara manual dengan console, melainkan cukup menggunakan PHPMyadmin yang basisnya adalah GUI. Untuk menginstallnya di Fedora 17, ikuti perintah berikut :

# yum install phpmyadmin

Setelah proses instalasi selesai, restart service apache httpdnya :

# systemctl restart httpd.service

Sekarang arahkan ke alamat http://localhost/phpmyadmin untuk melihat apakah phpmyadmin telah berhasil terinstall atau belum. Jika kalian melakukannya dengan benar, maka seharusnya akan muncul tampilan seperti dibawah ini :


Semoga bermanfaat :)

SUMBER
Share:

26 October 2012

Install SSH Server di Fedora 17


Ternyata untuk mengaktifkan SSH di Fedora 17 tidak semudah kelihatannya. Bahkan sampai berminggu-minggu saya baru bisa. -_-

Baiklah tidak usah banyak bicara, langsung saja inilah cara Install SSH Server di Fedora 17 :

1. Install aplikasi SSH nya :

$ su
# yum install openssh-server -y


2. Setelah proses intalasi selesai, sekarang edit file /etc/ssh/sshd_config

# nano /etc/ssh/sshd_config

Cari dan hilangkan tanda pagar pada baris-baris berikut :

# Port 22
# PermitRootLogin no
# PermitEmptyPasswords no
# PasswordAuthentication yes


Setelah itu pada baris paling bawah tambahkan baris baru dibawah ini :

AllowUsers rizal

rizal adalah user yang ingin kalian perbolehkan mengakses ssh. Ganti sesuai dengan user kalian masing-masing.

Jika sudah, simpan dan tutup file tersebut

3. Aktifkan service SSH nya :

# systemctl enable sshd.service
# systemctl start sshd.service
# chkconfig sshd on


4. Memperbolehkan port 22 di Firewall :

# sytem-config-firewall

Pastikan bahwa port 22 diperbolehkan seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini :


5. Cek status SSH nya :

# systemctl status sshd.service

Pastikan yang muncul adalah seperti ini :

sshd.service - OpenSSH server daemon
Loaded: loaded (/usr/lib/systemd/system/sshd.service; enabled)
Active: active (running) since Fri, 26 Oct 2012 14:51:00 +0700; 2s ago
Process: 4391 ExecStartPre=/usr/sbin/sshd-keygen (code=exited, status=0/SUCCESS)
Main PID: 4396 (sshd)
CGroup: name=systemd:/system/sshd.service
└ 4396 /usr/sbin/sshd -D

Oct 26 14:51:00 empol sshd[4396]: Server listening on 0.0.0.0 port 22.
Oct 26 14:51:00 empol sshd[4396]: Server listening on :: port 22.


Sampai sini seharusnya ssh sudah dapat berjalan, cobalah untuk mengetes dengan menggunakan komputer lain.

Semoga bermanfaat :)
Share:

08 October 2012

Install Flash Player di Fedora 17 KDE


Setelah memakai Fedora selama beberapa hari, saya baru menyadari bahwa Flash Player belum terinstall secara default di Fedora 17. Efeknya, firefox pun tidak bisa meload halaman-halaman web yang ada flashnya. Namun jika kalian terbiasa menggunakan Google Chrome kalian tidak akan mengalami masalah dengan Flash ini.

Untuk menginstallnya, ikuti langkah-langkah berikut ini :

1. Menambahkan repositori Flash Player

# rpm -ivh http://linuxdownload.adobe.com/adobe-release/adobe-release-i386-1.0-1.noarch.rpm
# rpm --import /etc/pki/rpm-gpg/RPM-GPG-KEY-adobe-linux


2. Refresh daftar repositori

# yum update

3. Install Flash Player beserta plugin dan dependensi lainnya

# yum install flash-plugin nspluginwrapper alsa-plugins-pulseaudio libcurl

4. Restart Firefox kalian.

Sekarang coba buka Firefox kalian kembali, lalu tes untuk melihat video di youtube atau membuka web-web yang membutuhkan flash player. Seharusnya sudah bisa.

Semoga bermanfaat :)

SUMBER
Share:

06 October 2012

Install Virtualbox 4.2 di Fedora 17


Instalasi Virtualbox di Fedora 17 menurut saya agak gampang-gampang susah. Sebenarnya untuk tahap instalasinya tidak terlalu jauh berbeda dengan menginstall Virtualbox di Ubuntu, tapi susahnya sih karena kita perlu untuk memperbaharui kernel mesin kita terlebih dahulu sehingga mau tidak mau kita harus mendownload bermega-mega data untuk itu. Yaah, kalau yang punya bandiwidth lebar sih ga masalah, hehe. Tapi buat saya yang miskin bandwidth ini? Duh, nyiksa..

Baiklah, langsung saja.

1. Pertama-tama pastikan kalian telah mengupdate ke kernel yang paling baru :

$ sudo yum update kernel*

Jika proses penginstalan sudah selesai, restart komputer dengan perintah berikut :

$ sudo reboot

2. Setelah itu install paket-paket yang diperlukan dibawah ini :

$ sudo yum install gcc kernel-devel kernel-headers dkms

3. Selanjutnya downloadlah file repositori Virtualbox disini http://download.virtualbox.org/virtualbox/rpm/fedora/virtualbox.repo

Setelah file didownload, letakkan file tersebut ke home folder kalian, lalu eksekusi perintah ini :

$ sudo mv virtualbox.repo /etc/yum.repos.d/

4. Terakhir tinggal install Virtualboxnya dengan perintah dibawah :

$ sudo yum install VirtualBox-4.2


Semoga bermanfaat :)
Share:

05 October 2012

Mengaktifkan Touchpad Tapping di Fedora 17 KDE


Taukah kalian apa itu Touchpad Tapping? Ituloh yang kalo kita mengetuk di papan Touchpad, maka fungsinya sama saja dengan mengklik kiri. Nah, Salah satu bug yang muncul pada Fedora 17 KDE adalah tidak berfungsinya tapping ini.

Namun tenang saja, untuk mengatasinya cukup mudah kok. Ikuti step-stepnya yaa.

1. Jalankan perintah dibawah ini untuk mengedit file kcmtouchpadrc :

nano /home/rizal/.kde/share/config/kcmtouchpadrc

Ganti rizal dengan nama username kalian masing-masing.

2. Setelah file tersebut terbuka, maka kalian akan menemukan sebuah konfigurasi yang cukup panjang seperti ini :

[Touchpad]
CircScrollDelta=1
CircScrollTrigger=0
CircularScrolling=0
ClickTime=100
CoastingSpeed=0.4
CornerCoasting=0
FingerLow=2
HorizEdgeScroll=0
HorizScrollDelta=112
HorizTwoFingerScroll=0
LBCornerButton=0
LTCornerButton=0
MaxDoubleTapTime=180
MaxTapMove=246
MaxTapTime=180
RBCornerButton=0
RTCornerButton=0
SingleTapTimeout=180
TapButton1=0
TapButton2=0
TapButton3=0
TouchpadOff=0
VertEdgeScroll=1
VertScrollDelta=112
VertTwoFingerScroll=0


Disitu ganti TapButton1=0 menjadi TapButton1=1.


Simpanlah file tersebut

3. Restart komputer kalian.

Ketika komputer sudah menyala lagi, pasti sekarang fungsi Tapping dari Touchpadnya sudah berfungsi dengan baik.

Semoga bermanfaat :)

SUMBER
Share:

Blog Archive