Kisi-kisi Soal UTS dan UAS Elektronika Beserta Jawaban

SOAL A 1) Berikut ini yang termasuk komponen elektronika dengan jenis komponen pasif yaitu ....

Kisi-kisi Soal UTS dan UAS Sistem Terdistribusi Beserta Jawaban

SOAL A 1. Berikut ini yang merupakan karakteristik dari definisi sistem terdistribusi adalah ....

Remove Bios Password and Harddissk (HDD) Laptop

I think to remove the bios password on an average PC is already can, although without having to memorize the password. the system jumpers or removing battery bios. ever see a supervisor, admin, system, HDD, bios, setup password?

Memperbaiki Kick Starter Motor Matic

Motor Matic is a motor that is the easiest to use and most in our homeland. please note that the motor also takes care of very sensitive, just like a computer that also takes care of sensitive anyway.

Gejala Kerusakan Mesin Air Submersible Metabo

Mesin Air Submersible atau yang sering disebut kebanyakan orang (satelit) ini sangat bagus, dengan sistemnya yang canggih dan fleksible. tipe mesin yang berbasis kerja di dalam tanah dan hanya menggunakan satu pipa ini, sangat berguna untuk anda yang memiliki banyak lumpur atau air kuning setelah pengeboran.

12 August 2013

Perintah-Perintah Dasar di Linux Ubuntu (Part 2)

Hiya, bertemu lagi dengan saya di blog Tutorial Linux Untuk Pemula. Pada postingan sebelumnya saya sudah menuliskan banyak perintah-perintah dasar di linux (part 1). Pada postingan ini saya akan melanjutkan tugas saya berbagi dengan anda, blog ini adalah lanjutan dari postingan saya sebelumnya karena masih banyak perintah-perintah yang harus anda ketahui di linux. Oke langsung saja ya :D


[ cat ]
Teman kita yang satu ini bernama cat, tapi bukan kucing ya! :D untuk singkatannya saya juga tidak tau apa, tapi yang pasti cat bisa kita gunakan untuk melihat isi file tanpa harus membuka file tersebut. Cara penggunaan :
root@apocalypsix:# cat blogging.txt
Perintah diatas akan menampilkan isi dari file blogging.txt tanpa harus membukanya.


[ tail ]
Selanjutnya ada tail, biasanya tail digunakan untuk mengikuti perkembangan dari sebuah file secara real time. Seperti misalnya pada file access.log milik apache. Jika server anda adalah termasuk server yang sibuk dari transaksi web, log nya akan tersimpan di dalam file access.log. Dan kita bisa mengikuti perkembangan file tersebut secara real time. Cara menggunakan :
tail -f /var/log/apache2/access.log

[ tar ]
Yang selanjutnya adalah tar. Tar digunakan untuk mengkompress sebuah file, jika di windows mungkin tar mirip dengan winrar, tapi dari segi kompresi saya rasa tar lebih baik daripada winrar :D Cara mengkompres file tar di linux :
tar cf /path/anda/menyimpan/file.tar /path/file/yang/akan/anda/kompres
Sebenarnya ada banyak parameter pada perintah tar. Untuk melihat lebih jelasnya silahkan  lihat dengan mengetikkan perintah tar --help


[ fsck ]
Selanjutnya ada fsck. FSCK berfungsi sebagai file system checker, kadang perintah ini harus kita gunakan ketika file system kita mengalami crash.


[ locate ]
Teman kita yang selanjutnya bernama locate. Biasanya digunakan untuk mencari file di linux. Cara mencari file di linux :
locate access.log
Perintah diatas adalah mencari file access.log. Outputnya akan menampilkan path dimana file access.log tersimpan.


[ mount ]
Selanjutnya ada mount. Digunakan ketika kita mau melakukan mount harddisk external di linux, mount flashdisk di linux, atau mount partisi windows di linux. Perintah ini memiliki halaman khusus di blog saya, jika anda berminat mempelajarinya juga silahkan klik disini. Cara penggunaannya sudah ada di artikel tersebut.


[ ifconfig ]
Teman kita yang selanjutnya adalah ifconfig. Digunakan untuk mengkonfigurasi networking di linux. Tapi jika perintah ini di eksekusi tanpa parameter lain maka yang tampil adalah konfigurasi networking yang sudah terpasang di system anda. Memperlihatkan status Network Interface Card, memperlihatkan juga konfigurasi yang sudah terpasang didalamnya. Untuk mengkonfigurasi networking di linux anda bisa melakukannya di file /etc/network/interfaces. Tinggal edit file tersebut dengan editor nano.

Baiklah, menurut saya sesi untuk tutorial perintah-perintah dasar di linux cukup sampai artikel ini. Sebenarnya dari setiap perintah kita bisa mengkombinasikannya dengan perintah-perintah lain. Saya yakin seiring berjalannya waktu anda akan semakin terbiasa dan berteman semakin dekat dengan mereka! Seperti biasa, saya mengingatkan jika anda mengalami kesulitan di linux anda bisa menanyakannya kepada saya dengan menuliskannya di komentar. Saya pasti akan segera merespon. Berbagi pengalaman tidak akan membuat kita rugi, justru sebaliknya. Akan menambah wawasan kita! Semoga artikel-artikel di blog Tutorial Linux Untuk Pemula ini dapat memberikan kontribusi kepada anda yang mulai belajar dunia linux dan dunia CLI.

Salam Penguin! :)
Share:

11 August 2013

Perintah-Perintah Dasar di Linux Ubuntu (Part 1)

Haik! Saya tidak absen lagi sekarang untuk memposting artikel di blog Tutorial Linux Ubuntu Berbahasa Indonesia ini. Bicara mengenai hal-hal yang berat, saya jadi lupa kalau mungkin diluar sana banyak para newbie yang masih belajar linux seperti saya yang masih sangat asing dengan perintah-perintah dasar di linux. Untuk itulah saya menulis artikel ini, karena perintah-perintah di linux ini akan sangat diperlukan untuk pengoperasian kedepannya. Oke, langsung saja kita absen mereka satu per satu! :)

[ sudo ]
Makhluk pertama ini bernama SUDO. Mungkin jika anda browsing tutorial-tutorial linux di website lain dan menemukan makhluk ini diawalan sebuah perintah anda akan bertanya-tanya.."mahluk apakah ini?" :D
Saya perkenalkan ya...sudo adalah singkatan dari Super User DO. Artinya, mendeklarasikan bahwa yang akan memberi perintah adalah Super User atau lebih familiarnya Administrator. Contoh :
sudo apt-get installa apache

[ apt-get ]
Yang kedua adalah makhluk bernama apt-get. Ini singkatan dari Aptitude-get. Digunakan ketika kita mau menginstall sebuah paket di linux. Jika mau menginstall contohnya sama dengan contoh pertama. Tapi jika anda mau me-uninstall paket. maka perintahnya jadi seperti ini :
sudo apt-get remove apache
Atau bisa juga dengan ini, cara uninstall paket dengan lengkap
sudo apt-get remove --purge apache


[ ls ]
Teman kita yang selanjutnya bernama ls. Digunakan untuk menampilkan list file atau direktori di linux. Untuk atributnya, silahkan lihat dengan mengetikkan perintah ls -h (help page). Tapi output dari ls tanpa atribut lainnya kadang tidak membantu. Biasanya saya menambahkan atribut -lah untuk melihat siapa ownernya, dan berapa ukurannya (readable format).


[ Grep ]
Selanjutnya, ada GREP. Makhluk ini berguna untuk memfilter list file atau direktori yang ditampilkan ls sesuai dengan pola yang kita tentukan. Misalnya, dalam sebuah folder ada banyak file dengan berbagai macam ekstensi, dan kita hanya akan menampilkan ekstensi *.txt saja. Perintahnya adalah :
ls -lah | grep *.txt
Output dari perintah diatas adalah menampilkan list file yang berekstensi *.txt saja. Tidak lebih. Grep juga bisa digunakan dengan pola lain, misalnya berdasarkan nama file yang mengandung "xxx". Contoh :
ls -lah | grep UPDATE
Outputnya adalah semua file atau direktori yang mengandung kata "UPDATE" akan dimunculkan.


[ awk ]
Berikutnya adalah AWK. Saya pernah memposting mengenai AWK ini lebih spesifik, Tutorial awk di linux. Saya menganggap awk sebagai adik sepupu-nya grep. kenapa? karena secara fungsional keduanya bisa dikatakan mirip. Jika grep memfilter list file atau direktori berdasarkan pola, maka awk dapat memfilter content didalam sebuah file berdasarkan pola yang kita buat, dan membaca content file tersebut sebagai variable. Keren bukan? Untuk penjelasan dan praktek-nya silahkan mampir ke link yang saya cantumkan diatas.


[ rm ]
Selanjutnya ada rm. Dari inisialnya, mungkin sudah tau lah ya apa singkatannya? :D Jika tidak bisa menebak baiklah, singkatannya adalah remove. Fungsinya? Tidak perlu saya jelaskan kan? haha. Tapi ada bedanya antara menghapus file, atau menghapus direktori. Sedikit kok! Tapi baiklah, jika anda tidak mau susah, saya berikan contoh :D
Untuk menghapus file cukup dengan :
rm namafile 
Untuk menghapus direktori :
rm -rf namafolder

[ iptables ]
Selanjutnya ada teman kita yang bernama IPTABLES. Jangan mau memakai linux jika anda tidak mau berteman dengan iptables, karena resikonya cukup krusial menurut saya. Kenapa? Server anda perlu diberikan firewall untuk pengamanan, dan iptables bisa sangat membantu anda  secara cuma-cuma untuk melindungi data-data berharga anda dari para hacker cecunguk! hahaha. Penggunaannya sudah saya jelaskan disini konfigurasi iptables di linux


[ nano ]
Saya punya teman bernama Ano. Tapi bukan teman saya yang saya maksud disini.hahaha ini mau ngasih tutorial atau promosi teman! Tapi kata ibunya dia ganteng loh! hahaha bukan menurut saya loh! :P Oke kembali ke topik, nano digunakan untuk editor file. Jika anda mau membuat file maka nano inilah yang kita gunakan sebagai editor. Bukan ano ya :p
nano biodata_ano
Begitulah kurang lebih contohnya :D


[ rsync ]
Tidak tau ya,  tapi sepertinya rsync teman kita yang satu ini cukup dekat dengan mirroring. Tapi sebenarnya dia sangat efektif untuk transfer / copy file berukuran besar yang tujuannya bukan untuk mirroring. Sebelumnya juga saya sudah menuliskan kisah mengenai rsync ini. Saya compare kisahnya dengan kisah scp. :D rsync membuat transfer / copy file berukuran besar jadi lebih cepat dan mudah, untuk mengetahui kisahnya, silahkan klik bukan disini, tapi di cara cepat mencopy dan mentransfer file di linux.

@#$!@#)#($&(*@#$&(*&(@*#)@#*#*)(@&%(*#&$*(*$&(*#)@*#)!*#&(*&%)@*$)@*$_(_)!(#_&)#%*)@#*$

Saya mulai banyak melantur di artikel ini, disebabkan karena tidak bisa tidur sejak semalam dan memutuskan untuk blogging semalam suntuk. Dan sekarang saya ngantuk bukan main @___@
Saya rasa cukup untuk pagi ini, semoga perintah-perintah dasar di linux ini bisa menjadi akrab dengan keseharian anda. Percaya saya, mereka semua menyenangkan meskipun pada awalnya sangat menjengkelkan! #makin parah ngelanturnya -__-
Artikel ini akan saya sambung, karena cukup banyak yang akan saya sampaikan mengenai perintah-perintah dasar di linux yang harus anda ketahui.

Oke, saya cukupkan sekian.

Selamat pagi,
Salam Penguin! X_x
Share:

10 August 2013

Cara Mount NTFS di Linux

Hiyaa.....Ketemu lagi di blog Tutorial Linux Ubuntu Berbahasa Indonesia. Sudah beberapa hari saya absen posting karena kesibukan sehari-hari saya. Sekarang di artikel ini saya akan membagikan pengalaman saya tentang bagaimana cara mount file system ntfs di linux atau bagaimana cara mount harddisk external / flashdisk di linux. Kasus ini biasanya sering ditemui oleh newbie yang baru pertama kali memakai linux seperti saya. Hal ini juga cukup rumit loh untuk para newbie ketika awal-awal memakai linux. Tapi setelah membaca artikel ini anda tidak perlu pusing lagi :D

Sebelum anda melakukan mounting, pastikan anda tau indentitas device storage anda. Caranya ketikan perintah dibawah ini :
fdisk -l
Outpunya akan seperti ini :
root@apocalypsix:/home/apocalypsix# fdisk -l

WARNING: GPT (GUID Partition Table) detected on '/dev/sdb'! The util fdisk doesn't support GPT. Use GNU Parted.


Disk /dev/sdb: 500.1 GB, 500107862016 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 60801 cylinders, total 976773168 sectors
Units = sectors of 1 * 512 = 512 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes
I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes
Disk identifier: 0x90909090

   Device Boot      Start         End      Blocks   Id  System
/dev/sdb1   *          63   976768064   488384001   a5  FreeBSD

Disk /dev/sda: 500.1 GB, 500107862016 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 60801 cylinders, total 976773168 sectors
Units = sectors of 1 * 512 = 512 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes
I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes
Disk identifier: 0x000e8382

   Device Boot      Start         End      Blocks   Id  System
/dev/sda1   *        2048      499711      248832   83  Linux
/dev/sda2          501758   976771071   488134657    5  Extended
/dev/sda5          501760   976771071   488134656   8e  Linux LVM

Disk /dev/mapper/gamelan-root: 497.7 GB, 497662558208 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 60504 cylinders, total 971997184 sectors
Units = sectors of 1 * 512 = 512 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes
I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes
Disk identifier: 0x00000000

Disk /dev/mapper/gamelan-root doesn't contain a valid partition table

Disk /dev/mapper/gamelan-swap_1: 2134 MB, 2134900736 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 259 cylinders, total 4169728 sectors
Units = sectors of 1 * 512 = 512 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes
I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes
Disk identifier: 0x00000000

Disk /dev/mapper/gamelan-swap_1 doesn't contain a valid partition table

Disk /dev/mapper/cryptswap1: 2134 MB, 2134900736 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 259 cylinders, total 4169728 sectors
Units = sectors of 1 * 512 = 512 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes
I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes
Disk identifier: 0x5c311fea

Disk /dev/mapper/cryptswap1 doesn't contain a valid partition table
root@apocalypsix:/home/apocalypsix#
Lihat pada bagian yang saya beri warna hijau. Itu adalah harddisk kedua yang ada di server saya. Sedangkan yang warnanya biru, itu adalah harddisk primary tempat tersimpannya system.

Sebenarnya tidak begitu sulit melakukan mount ntfs di linux atau mount harddisk external / flashdisk di linux. Pertama kita siapkan dan buat dulu sebuah folder di /media/ atau bisa juga /mnt/. Misalnya, hasil mount akan disimpan di folder /mnt/hdd2, maka buatlah folder di /mnt/
mkdir /mnt/hdd2
Selanjutnya, untuk melakukan mount /dev/sdb1 ke /mnt/hdd2, lakukan perintah ini :
mount /dev/sdb1 /mnt/hdd2
Dan selesai. kita sudah berhasil melakukan mounting NTFS di linux atau mounting harddisk external di linux / flashdisk.

Tapi terkadang ada beberapa distro linux yang tidak bisa membaca file system ntfs dengan ukuran yang besar. Saya pernah mengalami kegagalan ketika mau melakukan mount harddisk external di linux / flashdisk yang berukuran 2TB. Saya tidak tau pasti apa masalahnya, tapi akhirnya saya berhasil mengatasi kasus tersebut dengan menginstall sebuah tool linux. yaitu ntfs-3g. Cara installasi ntfs-3g tidak sulit, cukup lakukan perintah ini di linux anda.
sudo apt-get install ntfs-3g
Setelah menginstall ntfs-3g lakukan perintah mount diatas, dan andapun tidak akan bermasalah lagi dengan ini. Berapa besarpun ukurannya, anda akan bisa melakukan mount harddisk external di linux / flashdisk. Cara melihat daftar partisi di linux, termasuk partisi dengan file system NTFS yang di mounti anda bisa melihatnya dengan perintah ini :
df -h
Pada server saya, outputnya seperti ini :
imtmanager@gamelan:~$ df -h
Filesystem                Size  Used Avail Use% Mounted on
/dev/mapper/gamelan-root  463G   14G  427G   4% /
udev                      993M  4.0K  993M   1% /dev
tmpfs                     401M  308K  401M   1% /run
none                      5.0M     0  5.0M   0% /run/lock
none                     1002M  4.0K 1002M   1% /run/shm
/dev/sda1                 228M   27M  190M  13% /boot
/dev/sdb1                 459G  482M  435G   1% /mnt/hdd2
Yang berwarna hijau adalah partisi harddisk kedua yang ada di server saya. Dengan perintah tersebut kita juga bisa melihat status storage kita dengan ukuran yang lebih readable.

Baiklah, saya rasa cukup untuk artikel tentang cara mount NTFS di linux, cara mount harddisk external di linux, cara mount flashdisk di linux. Seperti biasa, jika anda mengalami kesulitan jangan sungkan untuk menanyakannya pada saya dengan menuliskannya di komentar, dengan senang hati saya akan membantu memecahkan kesulitan anda. Sampai ketemu lain waktu di blog Tutorial Linux Berbahasa Indonesia.

Semoga bermanfaat,
Salam penguin! :)
Share:

09 August 2013

Cara Backup Konfigurasi Mikrotik Melalui CLI

Hai, sobat Linuxku.com, saya ingin membuat postingan sederhana pada sore hari ini. Saya akan memberikan sedikit tips bagi kalian yang ingin membackup konfigurasi Mikrotik tetapi dengan menggunakan nama file backup sesuai keinginan kalian masing-masing. Karena seperti yang kalian tahu, jika kalian membackup konfigurasi Mikrotik melalui menu Files > Backup maka nama file hasil backupnya akan terbuat secara otomatis.

Yuk langsung mulai saja, caranya adalah sebagai berikut :

1. Akseslah Mikrotik kalian menggunakan Winbox. Jika belum mempunya Winbox, maka unduhlah terlebih dahulu dari sini.

2. Bukalah menu New Terminal kemudian ketikkan perintah berikut :

sys backup save name=namabackupyangkalianmau

3. File hasil backup bisa kalian lihat pada menu Files.

Semoga bermanfaat :)
Share:

08 August 2013

Konfigurasi NTP Client Pengaturan Jam Otomatis di Mikrotik

Jika kalian menggunakan sebuah Routerboard atau RB sebagai mesin dari Mikrotik kalian, tentunya kalian menyadari kalau setiap si Routerboard itu mati maka konfigurasi jam dan tanggal pada si Routerboard itu akan berubah sendiri menjadi konfigurasi tanggal dan jam ketika si Routerboard itu pertama kali diproduksi. Nah hal ini pasti berakibat kepada konfigurasi lain yang kalian lakukan. Seperti misalnya kalian menerapkan aturan pembatasan bandwidth berdasarkan jam-jam tertentu. Kalau jam dan tanggalnya tiba-tiba berubah, kan konfigurasi yang sudah capek-capek kalian buat pasti sia-sia.

Oleh karena itu, disini kalian perlu menerapkan konfigurasi NTP Client kepada Mikrotik kalian agar masalah diatas dapat diatasi. Sudah tahu kan apa itu NTP? NTP (Network Time Protocol) intinya sih sebuah layanan untuk mencocokkan waktu. Jadi nanti kalian akan membuat Mikrotik kalian selalu mencocokkan jam dan tanggalnya dengan server NTP yang ada di Internet secara reguler, sehingga walaupun Mikrotik kalian nanti mati, ketika nyala lagi pasti akan langsung mencocokkan jam dan tanggalnya secara otomatis ke server NTP yang ada di internet itu. Got it?

Untuk menerapkannya, lakukan langkah-langkah berikut :

1. Akseslah Mikrotik kalian menggunakan Winbox. Jika belum mempunya Winbox, maka unduhlah terlebih dahulu dari sini.

2. Setelah kalian berhasil login, sekarang bukalah menu System > SNTP Client. Setelah terbuka, beri centang pada bagian Enabled, lalu isikan alamat 0.id.pool.ntp.org pada Primary NTP Server dan 1.id.pool.ntp.org pada Secondary NTP Server. Jika sudah klik OK. Lihat gambar dibawah ini untuk lebih jelasnya.



3. Langkah selanjutnya adalah kalian harus mengatur zona waktu kalian agar mengarah ke Indonesia. Caranya dengan mengakses menu System > Clock, lalu gantilah Time Zone Name nya menjadi Asia/Jakarta. Jika sudah klik OK.



Sekarang saya jamin konfigurasi jam di Mikrotik kalian pasti tidak akan berubah-ubah lagi.

nb : Mikrotik kalian harus terkoneksi ke internet untuk dapat melakukan langkah-langkah diatas.

Semoga bermanfaat :)

SUMBER
Share:

07 August 2013

AMAZON

Share:

Blog Archive