Kisi-kisi Soal UTS dan UAS Elektronika Beserta Jawaban

SOAL A 1) Berikut ini yang termasuk komponen elektronika dengan jenis komponen pasif yaitu ....

Kisi-kisi Soal UTS dan UAS Sistem Terdistribusi Beserta Jawaban

SOAL A 1. Berikut ini yang merupakan karakteristik dari definisi sistem terdistribusi adalah ....

Remove Bios Password and Harddissk (HDD) Laptop

I think to remove the bios password on an average PC is already can, although without having to memorize the password. the system jumpers or removing battery bios. ever see a supervisor, admin, system, HDD, bios, setup password?

Memperbaiki Kick Starter Motor Matic

Motor Matic is a motor that is the easiest to use and most in our homeland. please note that the motor also takes care of very sensitive, just like a computer that also takes care of sensitive anyway.

Gejala Kerusakan Mesin Air Submersible Metabo

Mesin Air Submersible atau yang sering disebut kebanyakan orang (satelit) ini sangat bagus, dengan sistemnya yang canggih dan fleksible. tipe mesin yang berbasis kerja di dalam tanah dan hanya menggunakan satu pipa ini, sangat berguna untuk anda yang memiliki banyak lumpur atau air kuning setelah pengeboran.

13 November 2013

Mengatasi Overheat dan Memperpanjang Nyala Baterai di Ubuntu 13.10


Selama hampir 2 tahun saya memakai Ubuntu, saya selalu mengalami masalah overheating yang cukup memusingkan di laptop saya. Sejak versi Ubuntu 11.04 sampai Ubuntu 13.04, suhu rata-rata laptop saya adalah 75 derajat dalam keadaan idle dan 85 derajat dalam keadaan aktif. Bahkan kalau saya main game atau menjalankan guest OS di Virtualbox, tidak jarang laptop saya tiba-tiba mati sendiri karena saking panasnya (menembus angka 90 derajat). Saya sudah memakai kipas fan tambahan dan juga sudah mencoba berbagai macam aplikasi dan tweak yang katanya bisa mengatasi masalah overheat ini, salah satunya adalah jupiter. Tapi hasilnya tetap nihil. Padahal dulu sewaktu saya masih memakai Ubuntu versi 10.10, laptop saya normal-normal saja dengan suhu rata-rata 45 derajat. Dengan kenyataan seperti itu tentunya letak kesalahannya bukanlah pada faktor hardware laptop saya, melainkan dari ketidakcocokan (entah kernel atau driver atau apapun) pada versi Ubuntu 11.04 keatas terhadap laptop saya.

Ketika Ubuntu 13.10 dirilis, saya pun kembali berharap agar laptop saya bisa dingin lagi seperti dulu. Tapi ternyata sama saja. Laptop saya tetap panas seperti biasa. Duh, kalau terus-terusan seperti ini kasihan laptop sayanya, bisa-bisa umurnya ga bakal lama lagi -_-

Saya pun coba googling kembali, hingga akhirnya saya menemukan artikel ini. Disalah satu bagian pada artikel tersebut dikatakan saya perlu menginstall aplikasi bernama TLP dimana aplikasi ini dapat berfungsi mengatasi overheat dan juga memperpanjang daya baterai. Jujur saya agak pesimis awalnya, karena cara ini terlihat sangat simpel dan mudah sekali. Cukup install dan tidak perlu mengkonfigurasi apa-apa. Sekilas tampak mirip seperti jupiter kan? Tinggal install dan run, tapi efeknya tidak ada. Maka saya berasumsi kemungkinan besar efek aplikasi ini pun sama dengan jupiter. Perasaan pesimis ini muncul bukannya mengada-ada, soalnya sebelumnya saya sudah pernah melakukan tweak-tweak yang jauh lebih ribet daripada trik ini. Akan tetapi hasilnya tidak ada. Yang susah saja gagal, apalagi yang mudah kan?

Akan tetapi semua perkiraan saya tersebut salah. Setelah saya coba install aplikasi ini, ternyata efeknya langsung terasa! 65 derajat dalam keadaan idle dan 75 derajat dalam keadaan aktif. Waaaah happening banget nih! Lumayan bisa turun 10 derajat kan. Alangkah senangnya hati saya :D. Setelah sekian lama gitu lho! Akhirnya penderitaan ini berakhir juga. 

Nah, bagi kalian yang ingin mencoba juga trik ini, silahkan langsung eksekusi perintah berikut satu persatu di terminal :

$ sudo add-apt-repository ppa:linrunner/tlp
$ sudo apt-get update
$ sudo apt-get install tlp tlp-rdw
$ sudo tlp start


Setelah terinstall, restartlah komputer kalian. Tidak perlu melakukan konfigurasi apa-apa kok. Tinggal nikmati saja hasilnya. :D

Trik ini sudah saya coba sendiri pada mesin dengan spesifikasi sebagai berikut :

Laptop : HP G42-360TX
OS : Ubuntu 13.10
VGA : Ati Radeon HD5470


Tidak tertutup kemungkinan untuk dapat dilakukan di komputer dan versi OS dengan spesifikasi yang berbeda.

Semoga bermanfaat :)

SUMBER
Share:

11 November 2013

Yuk Install Pulse Audio Equalizer

Equalizer adalah suatau alat yang digunakan untuk mengatur tone yang diumpankan kepada amplifier. Dalam dunia komputer, equalizer ini bisa berupa software/aplikasi yang didesain untuk memiliki fungsi-fungsi yang sama dengan equalizer sesungguhnya.

Dengan ubuntu kita bisa memanfaatkan equalizer ini misalnya untuk mendapatkan suara dari media player sesuai dengan yang kita inginkan. Seperti kita ketahui bahwa tidak semua media player memiliki built-in equalizer, Totem misalnya.

Adalah Pulse Audio Equalizer, sebuah aplikasi Equalizer yang bisa kita gunakan di sistem linux kita.

Untuk menginstall Pulse Audio Equalizer di ubuntu, gunakan perintah berikut di terminal :

sudo add-apt-repository ppa:nilarimogard/webupd8
sudo apt-get update
sudo apt-get install pulseaudio-equalizer


Tunggu sampai seluruh prosesnya selesai, lama waktunya tergantung kualitas koneksi internet kita.

Setelah selesai, kita bisa menjalankannya dengan mengetikkan Equalizer di dash ubuntu.

Lakukan sedikit pengaturan secara manual ataupun dengan memiliki preset (ada sekitar 19 preset) yang telah ada, kemudian dan aktivkan equalizer dengan mengklik checklist EQ Enabled ini supaya berjalan/berfungsi (Enable). Ketika ingin mematikannya maka lakukan langkah tadi, dengan menghilangkan tanda checked-nya.
Share:

10 November 2013

Mengaktifkan Tab Completion Ubuntu 13.10

Saya sudah beberapa kali menulis artikel mengenai tab completion di blog ini. Rata-rata caranya hampir sama walaupun berbeda versi OS. Tapi untuk Ubuntu 13.10, cara mengaktifkan tab completion ini agak sedikit berbeda. Karena tidak seperti biasanya, disini ada dua file yang perlu diedit. Yuk, langsung kita praktekkan saja.

1. Buka terminal, lalu edit file /etc/bash.bashrc :

$ sudo gedit /etc/bash.bashrc

Tekan ctrl + F lalu cari kata kunci completion sehingga kalian menemukan baris semacam ini : # enable bash completion in interactive shells. Tepat dibawah baris tersebut, kalian hapus tanda pagar yang ada di depan baris if ! shopt -oq posix; then sampai baris fi.


Simpan dan tutuplah file tersebut.

2. Edit juga file ~/.bashrc dengan mengeksekusi perintah ini :

$ sudo gedit ~/.bashrc

Pada baris paling bawah file tersebut, kalian tambahkan script berikut ini :

if [ "$TERM" != "dumb" ]; then
complete -W "$(echo `cat ~/.ssh/known_hosts | cut -f 1 -d ' ' | sed -e s/,.*//g | uniq | grep -v "\["`;)" ssh
complete -W "$PATH" sudo
complete -cf sudo
fi



Simpan dan tutuplah file tersebut.

3. Sekarang coba kalian tes saja, seharusnya fitur tab completion ini sudah aktif.

Semoga bermanfaat :)
Share:

09 November 2013

Install Virtualbox 4.3 di Ubuntu 13.10

Virtualbox versi 4.3 sudah dirilis bulan lalu dengan berbagai macam fitur baru yang keren. Salah satunya adalah fitur untuk dapat merekam (screencapture) layar guest OS yang kalian jalankan. Sehingga kalian tidak perlu lagi menggunakan aplikasi tambahan semacam kazam atau xvidcap untuk merekam layar virtualbox kalian.

Berikut adalah beberapa fitur baru/tambahan pada Virtualbox 4.3 :

- Ditambahkannya fitur emulasi SCSI CD-ROM, termasuk boot support;
- sudah didukung IPv6;
- fitur live snapshot sudah berjalan lagi;
- peningkatan akselerasi 3D untuk Ubuntu dan Fedora;
- sudah support Windows 8.1, Windows Server 2012 R2 dan Mac OS X 10.9;
- dll.

Untuk menginstall Virtualbox 4.3 di Ubuntu 13.10 tinggal kalian jalankan saja perintah-perintah berikut satu persatu pada terminal :

1. Jika kalian sebelumnya sudah pernah install Virtualbox 4.2 :

$ echo "deb http://download.virtualbox.org/virtualbox/debian $(lsb_release -sc) contrib" | sudo tee /etc/apt/sources.list.d/virtualbox.list
$ wget -q http://download.virtualbox.org/virtualbox/debian/oracle_vbox.asc -O- | sudo apt-key add -
$ sudo apt-get update
$ killall VBoxSVC VBoxXPCOMIPCD
$ sudo apt-get remove virtualbox-4.2
$ sudo apt-get install virtualbox-4.3
$ wget http://download.virtualbox.org/virtualbox/4.3.0/Oracle_VM_VirtualBox_Extension_Pack-4.3.0-89960.vbox-extpack -O /tmp/Oracle_VM_VirtualBox_Extension_Pack-4.3.0-89960.vbox-extpack
$ sudo VBoxManage extpack install --replace /tmp/Oracle_VM_VirtualBox_Extension_Pack-4.3.0-89960.vbox-extpack


2. Jika kalian belum pernah sama sekali menginstall Virtualbox :

$ echo "deb http://download.virtualbox.org/virtualbox/debian $(lsb_release -sc) contrib" | sudo tee /etc/apt/sources.list.d/virtualbox.list
$ wget -q http://download.virtualbox.org/virtualbox/debian/oracle_vbox.asc -O- | sudo apt-key add -
$ sudo apt-get update
$ sudo apt-get install virtualbox-4.3
$ wget http://download.virtualbox.org/virtualbox/4.3.0/Oracle_VM_VirtualBox_Extension_Pack-4.3.0-89960.vbox-extpack -O /tmp/Oracle_VM_VirtualBox_Extension_Pack-4.3.0-89960.vbox-extpack
$ sudo VBoxManage extpack install /tmp/Oracle_VM_VirtualBox_Extension_Pack-4.3.0-89960.vbox-extpack



Semoga bermanfaat :)

SUMBER
Share:

Alpine Linux, Small, Simple, Secure

Alpine Linux is a community developed operating system designed for x86 routers, firewalls, VPNs, VoIP boxes and servers. It was designed with security in mind, it has proactive security features like PaX and SSP that prevent security holes in the software to be exploited.

The C library used is uClibc and the base tools are all in BusyBox. Those are normally found in embedded systems and are smaller than the tools found in GNU/Linux systems.

"Alpine" originally stood for A Linux Powered Integrated Network Engine. The idea was that the distribution would be focused on networking, and be a tiny "engine" or framework, which larger systems could be built upon.

Today, "Alpine" is nothing more than a name, despite continuing to live up to its original name. As an example, here are a few of Alpine's achievements and real-world uses:
  • The first open-source implementation of Cisco's DMVPN, called OpenNHRP, was written for Alpine Linux.
  • In addition to its use as a firewall or router system, Alpine Linux is also used in a number of installations as the basis for enterprise servers, running such software as PostgreSQL, Postfix, Asterisk, Kamailio, and being used for iSCSI SANs. It is the little engine that could.
Why Should I Try It?
  • It's easy to install: You can boot it from a USB stick and have a fully configured system in less than 10 minutes.
  • It's simple: The package management and init system is a breeze to use.
  • It's more secure: When The Linux 0-day vmsplice vulnerability was causing admins everywhere to upgrade their kernels post-haste, Alpine Linux systems were basically impervious. Yes, the code crashed the application, but the PaX protection prevented system compromise. The value of PaX and SSP has been proven on more than one occasion.
  • It's small: The traditional GNU/Linux base system is over 100MB in size (excluding the kernel), while the base system in Alpine Linux is only 4-5MB in size (excluding the kernel).
  • It has the Alpine Configuration Framework (ACF): While optional, ACF is a powerful web application used to configure an Alpine Linux device. (Screenshots)
  • It's great for experimenting: Since the system configuration can be backed up to a single file, you will be able to test configurations before deploying them to production systems. (See Alpine Local Backup.)
  • It supports Linux-VServer: Similar to FreeBSD Jails, it allows you to run virtual servers.
Download Alpine Linux
Share:

08 November 2013

Hal-Hal Yang Harus Dilakukan Oleh Seorang System Administrator

Seorang system administrator mempunyai tanggung jawab yang cukup besar didalam sebuah perusahaan, semua data yang berkaitan dengan perusahaan tersebut menjadi tanggung jawab yang harus benar-benar dijaga oleh seorang system administrator. Dalam pengelolaan data-data tersebut mereka harus mengamankannya dari dari kerusakan file, kehilangan file, atau kerusakan yang disebabkan oleh pihak luar. Tidak ada orang yang langsung menguasai sesuatu secara langsung dan instant, semuanya akan menjalani proses-proses yang cukup panjang, jadi jika anda adalah seorang system administrator yang baru saja menginjakkan kaki dibidang infrastruktur sistem, jangan pernah berkecil hati atau minder karena anda seorang pemula. Percayalah, waktu akan membawa anda pada pengalaman yang luar biasa jika anda bisa memanfaatkannya. Dengan dibuatnya tulisan ini, mungkin akan menambahkan wawasan anda mengenai tugas-tugas penting yang harus dilakukan oleh seorang system administrator.

[ Monitoring Performance Server ]
Jangan perdulikan anda berada di instansi yang kecil, sedang, atau besar. Hal ini tetap harus diperhatikan, jangan sampai tidak! Karena jika performance server kita tidak stabil, maka dalam hitungan detik saja anda dapat memberikan kerugian pada perusahaan. Dan ketika user meng-complain kita, rasanya tidak enak didengar. Jadi monitoring performance server itu harus selalu pantau, Malah kalau bisa saya sarankan anda selalu mobile. Buatlah tool kecil yang bisa mengintegrasikan server-server dengan gadget anda. Mengingat perkembangan gadget yang semakin canggih belakangan ini, rasanya hal itu sudah sangat memungkinkan, tidak perlu yang bagus-bagus, buat saja yang sederhana. Asalkan SNMP server dapat berfungsi baik ketika salah satu server mengalami penurunan performance atau down. Jika anda bukan seorang developer dan malas seperti saya, anda juga bisa menggunakan monitoring tools yang sudah ada seperti misalnya Zenoss, openNMS, The Dude, Observium, atau yang lainnya. Dan jangan lupa untuk menginstall service sendmail didalam server monitoring anda, ini cukup membantu ketika server anda mengalami penurunan performance atau bahkan down, maka fitur-fitur pada tools tadi akan mengirimkan email kepada anda secara langsung. Biasanya error alert pada server ada tingkatannya, dari warning sampai critical warning. Jangan sampai anda mendapatkan notifikasi critical warning karena berarti kondisinya benar-benar gawat. Dengan tools tadi anda bukan hanya bisa memonitoring server tetapi juga perangkat-perangkat jaringan yang aktif seperti switch, router, dan access point. Tapi itu juga jika memang perangkat-perangkat tersebut mempunyai fitur SNMP.

[ Backup Data ]
Jangan besar kepala hanya karena anda handal mengendalikan performance server, baik itu dari segi pengaturan performance ataupun pengelolaan data, backup data tetap harus ada! Kita bahkan tidak tau apa yang akan terjadi dalam satu detik kemudian, jadi lebih baik mencegah daripada mengatasi. Dalam melakukan backup data sebaiknya dilakukan dalam beberapa metode sekaligus. Buatlah jadwal backup otomatis dengan tujuan yang berbeda. Saya pribadi membackup data-data server setiap hari, dari backup-backup harian tadi saya akan mem-burning setiap minggu. Boros memang, tapi rasanya worth it lah. Selain itu, buatlah sebuah server backup DRC (Disaster Recovery Center). Seperti yang tadi saya katakan, kita tidak tau apa yang akan terjadi satu detik kemudian, bencana alam atau kebakaran mungkin saja terjadi dan merobohkan gedung kantor anda. Dan saat itu terjadi, kita memiliki backup ditempat lain. Ya! DRC tidak boleh berada didalam gedung yang sama dengan gedung kantor kita, dikhawatirkan karena jika terjadi kehancuran pada gedung kantor utama dan mengakibatkan server kita rusak berat, maka kita mempunyai backup data secara utuh ditempat lain.

[ Keamanan. Jangan Membuka Port Yang Tidak Dipakai Oleh Aplikasi ]
Bicara mengenai kemanan tentunya kita tau akan bermain dengan firewall. Cara memasang firewall di server itu ada beberapa metode, anda bisa memakai metode drop all allow some atau allow all drop some. Sebelumnya saya pernah menjelaskan mengenai firewall secara detail di artikel ini, silahkan disimak jika anda belum pernah membacanya. Menurut saya pribadi membuka terlalu banyak port server itu adalah riskan. Sangat rentan sekali oleh serangan hacker. Jaringan itu luas, ada banyak watak yang bermacam-macam di setiap user nya. Tentu saja kita tidak menginginkan server-server kita kesurupan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Saya pribadi hanya membuka port-port yang memang dipakai oleh aplikasi, jika tidak untuk apa saya buka? Akses ssh pun saya rubah, saya segan membiarkan port ssh menggunakan port default. Jika server anda memakai system operasi linux, cara mengganti port ssh di linux juga sudah saya jelaskan di artikel sebelumnya. Dan juga, saya tidak membiarkan siapapun masuk selain orang-orang dengan IP address tertentu yang sudah saya patenkan dengan mac address nya di router.

Saya rasa masih banyak hal-hal yang harus dilakukan oleh seorang system administrator, tulisan kecil ini hanya gambaran secara global saja. Mungkin dilain kesempatan saya akan jelaskan lebih mendetail lagi. Semoga dapat menambah wawasan kepada anda.

Semoga bermanfaat,
Salam penguin! :)



Share:

Blog Archive