Kisi-kisi Soal UTS dan UAS Elektronika Beserta Jawaban

SOAL A 1) Berikut ini yang termasuk komponen elektronika dengan jenis komponen pasif yaitu ....

Kisi-kisi Soal UTS dan UAS Sistem Terdistribusi Beserta Jawaban

SOAL A 1. Berikut ini yang merupakan karakteristik dari definisi sistem terdistribusi adalah ....

Remove Bios Password and Harddissk (HDD) Laptop

I think to remove the bios password on an average PC is already can, although without having to memorize the password. the system jumpers or removing battery bios. ever see a supervisor, admin, system, HDD, bios, setup password?

Memperbaiki Kick Starter Motor Matic

Motor Matic is a motor that is the easiest to use and most in our homeland. please note that the motor also takes care of very sensitive, just like a computer that also takes care of sensitive anyway.

Gejala Kerusakan Mesin Air Submersible Metabo

Mesin Air Submersible atau yang sering disebut kebanyakan orang (satelit) ini sangat bagus, dengan sistemnya yang canggih dan fleksible. tipe mesin yang berbasis kerja di dalam tanah dan hanya menggunakan satu pipa ini, sangat berguna untuk anda yang memiliki banyak lumpur atau air kuning setelah pengeboran.

10 February 2012

Triple Boot (Ubuntu, Android, Windows) di Tablet Ekoore

Waw! Ya, itulah kata pertama yang saya ucapkan ketika pertama kali tahu berita ini. Gimana enggak? Bisa menginstall triple Boot 3 OS (Ubuntu 11.10, Android 4.0 Ice Cream Sandwich dan Windows 7) yang notabene "jauh" berbeda didalam satu mesin :D Semua ini bisa dilakukan oleh sebuah komputer tablet seharga $655 atau kira-kira hampir 7 juta rupiah. Berikut speknya :


Intel Atom N455 1.60Ghz CPU (Single Core)
Integrated Graphics (website states clocked at 200Mhz)
Up to 2GB RAM
Up to 64GB SSD
10.1 inch capacitive touch screen
Wifi, Bluetooth, 3G, Accelerometer
5 Hour Battery
Mini VGA
2xUSB
Microphone/headphone jack
MicroSD card slot
SIM Card Slot


Berminat? Coba lihat dulu video dibawah ini :



Semoga bermanfaat :)

Sumber : omgubuntu
Share:

09 February 2012

Aplikasi Portable untuk Linux


Mungkin kalian semua masih jarang yang tau kalau di Linux itu ternyata ada aplikasi portablenya juga seperti layaknya di Windows yang dapat dijalankan tanpa perlu diinstall.

Nama webnya adalah portablelinuxapps.org dimana kalian dapat mengunduh semua aplikasi-aplikasi ini secara gratis.


Setelah kalian download file BIN nya, ubah permisionnya terlebih dahulu :

Klik kanan pada file lalu pilih Properties > pilih tab Permissions > Centang Execute (Allow executing file as program)


Aplikasi portable ini sudah di test pada distro Linux Ubuntu, OpenSUSE & Fedora tanpa perlu instalasi, karena dependency file sudah di sertakan menjadi satu kesatuan file Binary.

Semoga bermanfaat :)
Share:

Jangan Pakai Linux!


Loh kok judulnya begitu? Ya! Buat kamu yang belum pernah mencoba menggunakan sistem operasi yang identik dengan logo pinguin ini, ada baiknya untuk tidak mencoba memakainya! Loh? Kenapa? Berikut beberapa alasan untuk tidak menggunakan Linux.

1. Linux itu susah!
Iya itu faktanya. Linux itu susah! Bener-bener susah! Sekali kamu coba memakainya maka akan sulit bagi kamu untuk tidak mengulangi untuk memakainya lagi. Linux bagai candu yang akan membuat pemakainya betah berlama-lama berinteraksi dengannya, dan seringkali memberikan pertanyaan-pertanyaan yang unik dan menarik.

2. Linux itu mainan para hacker!
Buat yang merasa dirinya bukan hacker, sangat disarankan untuk tidak memakai Linux. Mengapa? Iya, karena Linux akan membuat kamu mandiri.

Hmmm… mandiri? Contohnya?

Di Linux, kamu akan menemukan banyak hal baru dan menarik. Kamu akan terus mencoba dan mencoba. Sedikit demi sedikit ‘hack‘ pada sistem operasi ini akan kamu lakukan.

Hack? Iya, hack! Terdengar keren dan begitu geek, bukan? Semua itu legal untuk dilakukan di Linux, karena source codenya dengan mudah dapat kamu peroleh, kamu modifikasi, ubah sana, ubah sini, dan menyebarkannya ulang dengan bebas pula, selama tidak keluar dari ruang lingkup General Public License.

3. Linux itu merugikan!
Pihak-pihak yang mendukung konsep proprietary software tentulah akan merasa dirugikan. Mengapa? Karena bila semakin banyak pengguna Linux (dan open source) tentu lahan bisnis mereka akan semakin tergerus terus dan terus.

Tapi, tidak hanya kerugian dari segi finansial saja yang akan mereka dapat. Melainkan juga ada banyak keuntungan yang akan mereka peroleh, meskipun tidak mereka rasakan secara langsung. Contohnya? Karena software open source tersedia source codenya dengan bebas, maka pengembang software proprietary pun dapat ‘mengintip’ dan ‘mencomot’ beberapa bagian software yang mereka anggap menarik untuk kemudian diintegrasikan ke dalam software komersial mereka.

Duh, contohnya masih kurang nih! Oke… oke… Kita ambil contoh Sun Microsystems dengan software office suite mereka yang ternama, OpenOffice dan StarOffice. Hmmm… ada apa dengan OpenOffice dan StarOffice? Sungguh menarik melihat fenomena yang terjadi di sini. OpenOffice dibangun berdasarkan source code StarOffice, lisensi yang disematkan ke OpenOffice ini bersifat open source yang dikembangkan secara gotong royong dengan komunitas yang tersebar di seantero benua di muka bumi ini. Dari hasil pengembangan OpenOffice, Sun Microsystems kemudian mengambil beberapa bagian kodenya untuk kemudian diintegrasikan ke StarOffice dengan ditambahkan beberapa ‘hasil keringat’ ‘orang dalam’ Sun Microsystems. Lisensi StarOffice sendiri bersifat proprietary. Sebuah hubungan timbal balik yang unik dan saling menguntungkan, bukan?

4. Linux itu jelek dan tidak menarik
Pernyataan itu tidak salah, namun tidak juga benar. Bila kita melihat Linux secara parsial, yakni hanya kernel/intinya saja tentu pernyataan itu dapat dibenarkan. Apa sih yang bisa dilakukan oleh ’seonggok’ kernel? Dan meskipun kernel itu bisa dipakai, apa sih yang menarik dari tampilan command line based dengan background hitam dan teks putih saja?

Namun bila kita melihat Linux secara keseluruhan sebagai satu kesatuan sistem operasi yang komplit, dengan desktop environment dan lingkungan kerja berbasis GUI (Graphical User Interface) yang indah, kemungkinan kamu akan membantah pernyataan itu. Kasih contoh dong! Oke, mari kita tilik sejenak desktop GNOME atau KDE (atau yang lainnya) dengan Compiz enabled dan setting animasi desktop yang maksimal, saya yakin kamu akan takjub melihat keindahannya. Tidak percaya? Silakan berkunjung ke YouTube dan masukkan kata kunci pencarian “compiz desktop”, tonton salah satu video demonstrasinya.

5. Linux itu membingungkan
Amat sangat membingungkan! Itulah perasaan yang akan kamu temui saat pertama kali menatap ‘wajah’ Tux si pinguin ini. Bingung mau memakai distribusi Linux apa, bingung mau pakai software yang mana, bingung untuk menginstal aplikasi apa diantara sekian banyak aplikasi, bingung untuk memilih desktop environment (GNOME, KDE, Xfce, dsb), dan banyak kebingungan-kebingungan lain yang mungkin akan kamu jumpai.

Semua itu wajar. Di dunia Linux dan open source, freedom is the will. Saking beragamnya kebebasan yang ditawarkan, maka tidaklah mengherankan bila perkembangan Linux dan software open source pada umumnya dapat dibilang pesat.

Belum lagi ditambah dengan kebingungan mau bertanya kepada siapa bila nantinya kamu menemui kendala yang serius dikarenakan saking banyaknya LUG (Linux User Group) baik yang bertaraf lokal maupun internasional yang siap membantu menyelesaikan masalah yang kamu temui.

7. Linux itu mahal
Benar sekali! Linux itu mahal! Karena kamu ‘kemungkinan’ akan mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk mendapatkannya. Iya! Semahal satu dua keping CD/DVD blank untuk ‘membakar’ salinan/ISOnya.

Juga untuk membayar koneksi internet (bila ada) atau CD/DVD repository (paket software dalam CD/DVD). Kita ambil contoh DVD repository Ubuntu yang dijual di berbagai toko online, harganya berkisar antara 50.000 s.d 100.000 rupiah! Dudududu… mahal sekali…

Setuju! Mahal sekali biaya yang harus dikeluarkan demi mendapatkan tambahan paket software free dan open source berkualitas yang super lengkap dan super banyak! Coba bandingkan dengan harga satu lisensi sistem operasi proprietary yang harganya berkisar diatas US$ 100 atau harga lisensi untuk satu software proprietary yang harganya bervariasi mulai dari US$ 19.99 hingga ratusan dollar! Ah, jauh sekali perbedaannya. Linux memang mahal.

Ubuntu, melalui program shipitnya menawarkan pengiriman CD Ubuntu gratis ke seluruh penjuru dunia. Namun tidak sepenuhnya gratis! Melainkan mesti membayar ’semacam pajak yang entah terang atau gelap’ ke Kantor Pos, yang biayanya berkisar antara 5000 s.d 7000 rupiah. Mahalnya…

8. Linux itu membodohkan
Maksudnya?

Begini, betapa ‘bodoh’nya ‘orang-orang itu’, sudah capek-capek membuat program eh… kok malah diberikan begitu saja kepada orang lain, berikut source codenya pula! Tanpa meminta imbalan apa-apa! Logis nggak sih?

Melalui tindakan yang ‘bodoh’ itu, para programmer dan mereka yang berkecimpung di dunia open source telah berkontribusi yang tidak sedikit demi kemanusiaan dan perkembangan teknologi informasi untuk masa kini dan masa yang akan datang.

Melaui ‘kebodohan’ mereka pula, perkembangan software open source akan semakin cepat karena akan ada banyak orang yang turut berpartisipasi dalam mencari bugs yang mungkin ada untuk kemudian diperbaiki dan dioptimasi serta ditingkatkan fitur-fiturnya.

9. Linux itu berdosa
Ya, ‘berdosa’ kepada pengembang software proprietary karena tidak memberikan ‘pemasukan’ ke ‘kantong’ mereka dikarenakan software proprietary buatannya mendapatkan saingan dari software open source yang lebih murah, halal, dan legal dengan fitur yang tidak kalah (bahkan melebihi fitur-fitur yang ada pada software proprietary tersebut).

10. Linux itu menyedihkan
Sangat menyedihkan malah, bagaimana mungkin sistem operasi dengan usia yang relatif muda ini mampu berkembang pesat seperti sekarang ini, bahkan berani menghadapi sistem operasi proprietary yang telah dikembangkan jauh sebelumnya dan memiliki pangsa pasar yang tidak sedikit di seluruh dunia.

Bila dulu, banyak pihak yang meramalkan IBM OS/2 adalah sistem operasi masa depan, namun kenyataannya sekarang sungguh berbeda, OS/2 telah ‘down’ (bila tidak ingin dikatakan ‘mati’). Mari kita lihat bagaimana perkembangan Linux beserta software-software open source lainnya beberapa tahun kedepan.

Semoga bermanfaat :)

Sumber : www.forumbebas.com
Share:

07 February 2012

Solusi Touchpad ngehang di Linux Mint 12 Lisa


Baru-baru ini saya disuruh untuk menginstallkan Ubuntu di laptop temen saya. Tapi saya isi saja dengan Linux Mint 12 dengan alasan agar dia tidak perlu repot-repot lagi untuk menginstall codec dan segala macem. Singkat cerita, setelah beberapa jam dia make tuh Linux Mint, eh dia dateng ke saya dan bilang kalau touchpad nya ngehang. Waduh, masalah baru nih. Karena jujur, baru kali ini saya menemukan masalah yang seperti ini.

Akhirnya setelah googling-googling, saya pun menemukan jurus jitu untuk menyembuhkan penyakit ini. berikut caranya :

1. Tekan ctrl + alt + T untuk memunculkan terminal.
2. Ketikkan dua perintah berikut :

$ sudo modprobe -r psmouse
$ sudo modprobe psmouse proto=imps


Dan alhamdulillah masalah pun terpecahkan :D. Nah, tapi muncul masalah baru ketika dia merestart laptopnya, eh problem ini muncul lagi. Ternyata caranya adalah dengan menambahkan perintah diatas kedalam modul agar selalu dijalankan ketika komputer startup.

1. Ketikkan perintah berikut :

$ sudo gedit /etc/modprobe.d/options

Lalu tambahkan ini dibaris paling terakhir :

options psmouse proto=imps

Got it! :D

Semoga bermanfaat :)
Share:

04 February 2012

5 aplikasi messenger untuk Android


Siapa bilang Android ga punya aplikasi messenger an kayak BBM ? Banyak tau pilihannya! Bisa cross platform malah, jadi buat pengguna BB sama Apple juga bisa make bareng kita. Dari segi kemampuan, kecanggihan, dan kualitas juga boleh diadu. :D

Berikut 5 aplikasi messenger untuk Android :

1. Whatsapp


Ini nih aplikasi favorit saya. Karena bila kita ingin menambahkan teman kita, kita tinggal menambahkan nomor teleponnya saja. Jadi tidak perlu id khusus untuk mendaftar. Fitur-fiturnya cukup lengkap termasuk sharing gambar dan audio, serta sangat nyaman dipakai.

Click to Reveal !!:









DOWNLOAD

2. Catfiz


Kalo yang ini adalah aplikasi yang sangat mirip dengan BBM. Tampilan dan fiturnya pun hampir mirip. Dia juga menggunakan semacam pin jika ingin menambahkan teman. Dan, yang pasti aplikasi ini adalah karya anak bangsa :). Hanya saja aplikasi ini cuma tersedia untuk platform Android.

Click to Reveal !!:







DOWNLOAD

3. Chaton


Chaton ini adalah aplikasi messenger resmi dari Samsung yang fiturnya juga enggak kalah bagus dengan aplikasi-aplikasi messenger yang lainnya. Untuk sementara ini Chaton hanya support untuk Android, Bada, Meego dan produk-produk Samsung lainnya. Tapi Chaton untuk BB dan iOS sepertinya akan segera diluncurkan.

Click to Reveal !!:







DOWNLOAD

4. LiveProfile


Ini juga aplikasi messenger yang cross platform antara Android, Blackberry, dan iOS. Fitur-fiturnya canggih dengan kemampuan push notification nya yang dapat lebih menghemat baterai serta kemampuannya untuk diintegrasi dengan twitter dan facebook.

Click to Reveal !!:







DOWNLOAD

5. PingMe


Pingme ini adalah aplikasi baru yang membawa banyak fitur-fitur unggulan seperti cross platform, share multimedia, group chatting, dan geo tagging.. Sistem idnya, dia menggunakan nomor telepon seperti Whatsapp.

Click to Reveal !!:






DOWNLOAD

Sekarang tinggal kalian, mau pilih yang mana? :D
Share:

01 February 2012

Cara install Tuxcut dan Anti Netcut di Linux Mint 12


Kalian yang suka bermain di jaringan pasti pernah dengar sama aplikasi yang satu ini. Ya, Tuxcut adalah sebuah aplikasi untuk memutus koneksi orang lain di dalam jaringan Wi-Fi. Fungsinya kira-kira sama dengan Netcut yang ada di Windows.

Untuk menginstall Tuxcut di Linux Mint 12, kalian tinggal download Tuxcutnya disini, kemudian install dengan mengklik dua kali file tersebut. Lalu pastikan kalau kalian telah menginstall arpscan, dsniff dan arptables.

$ sudo apt-get install arp-scan
$ sudo apt-get install dsniff
$ sudo apt-get install arptables


Setelah semuanya terinstall tinggal jalankan tuxcutnya dengan mengetikkan ini di terminal :

$ sudo tuxcut



Nah, ngomong-ngomong soal Netcut dan Tuxcut, kalian tentunya tidak mau kan pas lagi enak-enaknya browsing eh tiba-tiba koneksi kalian diputus oleh para netcutters dan tuxcutters? Tenang, ada kok obat penangkalnya. Ada sebuah skrip yang berguna sebagai penangkal antinetcut ini. Saya udah pernah mencobanya dan berhasil. Jadi selagi kita mutus-mutusin koneksi orang lain, kita juga tetep aman dari serangan orang lain. :D

Silahkan download disini lalu ekstrak di home folder kalian aja biar gampang. Setelah itu masuk terminal dan ketikkan perintah berikut :

$ cd antinetcut
$ sudo ./antinetcut.py start


Kemudian tutup aja terminal kalian karena skrip ini telah berjalan di background.

Semoga bermanfaat :)
Share:

Blog Archive